ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
AKU CEMBURU?



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Bagaimana kondisi Dave pagi ini?" tanya Ebby.



"Luka luarnya enggak parah. Cuma hari ini dia akan rontgen otaknya. Apakah terganggu akibat pemukulan itu heparnya kemungkinan juga ada masalah kata dokter yang menanganinya semalam."



"Ya ampun sampai segitunya," kata Ebby.



"Apa sudah ada khabar tentang Rudolf?"



"Sampai saat ini Rudolf juga belum ada khabar. Kami semalam di introgasi  polisi begitu pun Andre, soal menghilangnya Rudolf."



"Polisi sudah datang?" 



"Polisi sudah menanyakan Dave yang baru sadar waktu itu dan polisi juga menanyakan kami sebagai saksi saat menolong kalian berdua."



Ebby jadi takut salah omong, bicara dengan polisi.



"Sarapan dulu ya,  aku suapin,"  kata Stella.



"Aku bisa kok makan sendiri," Ebby menolak bantuan Stella. Dia tak ingin merepotkan.



"Jangan, kamu jangan banyak bergerak nanti jahitanmu akan terbuka," kata Stella.



"Baiklah. Apa Andre pulang ke hotel?" Tanya Ebby. Aneh saja Andre tak ada di ruangan ini.



"Andre menengok Dave. Kami kesini. Biar bisa gantian," jawab Ruddy.



"Hebatnya tolerasinya Andre. Dia tak jadi pulang, harusnya pagi ini diasudah meluncur ke Jakarta. Dia bilang akan menunggu sampai papamu datang."



"Tadi malam Andre hanya bilang sudah di cancel tidak bilang sampai menunggu orang tuaku," balas Ebby.



Ebby merasa senang orang tuanya akan datang, tapi dia merasa sedih bila memikirkan akan ditinggal Andre lebih dulu pulang ke Jakarta.



Ebby pun sering merasa sedikit tak suka saat melihat Andre janjian dengan perempuan lain yang ternyata istri sepupunya. Saat itu dia mengira perempuan itu adalah teman ngedate nya Andre.



Ebby juga ingat dia cemburu ketika Claudia mengatakan perempuan yang diperkenalkan olehnya akan di jodohkan buat menjadi pendamping Andre.



Padahal saat dengan Hengky biar Carol atau banyak perempuan lain mendekati Hengky, Ebby tak punya rasa sakit seperti ini.



'*Apa aku cemburu seperti yang Andre katakan semalam*?' pikir Ebby.



"Dan demi kamu, dinihari tadi dia diam-diam pulang ke hotelnya untuk ganti baju,  mandi dan membawa baju bersih karena bajunya penuh darah. Mungkin dia tidak enak bila kamu melihatnya kotor," lanjut Stella.



Ebby tak memperhatikan kondisi Andre semalam. Dia tak melihat penampilan kotor Andre. Ebby hanya ingat saat tersadar Andre tertidur sambil duduk dan menggenggam jemarinya.



"Serius?" Tanya Ebby.




"Seriuslah. Andre dan Ruddy sudah sarapan. Aku tadi sudah membeli kopi dan sandwich untuk sarapan Andre.


\*\*\*



Turun dari pesawat Gunawan langsung mengaktifkan ponselnya dia melihat pesan Andre yang meminta dirinya menyiapkan baju untuk Ebby.



'*Andre bukan tak mampu membelikan baju ganti atau tak bisa mengambilkan baju Ebby di hotelnya. Aku yakin Andre tak enak atau sungkan bila mengambil baju Ebby. Terlebih pakaian dalam*,' pikir Gunawan saat membaca pesan Andre itu.



"Ma Andre memberitahu letak hotel dan nomor kamarnya Ebby. Dia minta agar dibawakan baju untuk Ebby."



"Bagaimana bila kita ke hotel yang sama dengan Ebby saja?' tanya Gunawan apd Sekar



"Kenapa nggak kita cari hotel dekat rumah sakit aja?"



"Ini Andre kasih tahu nomor kamar Ebby dan nama hotelnya.  Andre juga bilang minta dibawakan baju untuk Ebby."



"Oh iya juga sih, nggak apa apa lah agak jauh dari rumah sakit yang penting kita bisa ambil baju Ebby."



"Atau kita beli aja baju Ebby, kita cari hotel dekat rumah sakit." Saran Sekar.



"Terserah, kita mau tinggal di hotel yang sama dengan Ebby atau kita cari hotel terdekat dengan rumah sakit dan kebutuhan Ebby kita beli aja." Gunawan tak masalah pilihan mana yang diambil Sekar.



" Ya sudah sih kita ambil hotel dekat rumah sakit dan beli baju aja biar lebih mudah dan cepat."



"Oke berarti kita nggak ke hotel Ebby?"



"Enggak usah," kata Sekar. 



Sekar dan Gunawan minta diantar ke hotel terdekat dengan rumah sakit pada sopir taksi.



"Disebrang rumah sakit ada penginapan khusus buat keluarga yang dirawat di rumah sakit itu Pak."



"Sewa kamar sesuai harga hotel dan kamar VIP-nya juga kok," sopir taksi memberi info pada Gunawan dan Sekar.



"Ya sudah di situ saja, tapi saya minta cari toko pakaian perempuan karena saya mau membelikan anak saya baju dan alat mandi serta pakaian dalam," kata Sekar.



"Disana juga ada toko  pakaian dan semua kebutuhan pasien Bu."



Tentu saja Sekar senang mendengarnya. Dia tak perlu berkeliling jauh untuk mencari semua kebutuhan putrinya. Sekar ingin  segera melihat Ebby.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.



![](contribute/fiction/6576983/markdown/10636434/1679379111179.jpg)