
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Lalu daddy-mu mengajak semua membuka amplop terakhir : *silakan kalian buka amplop ke-4*! Amplop ke-4 isinya itu test yang Opa bikin antara kamu Jeffry dan Andre. Saat itu semuanya diam tak ada lagi yang bicara. Kalau kita berpikir bahwa kedatangan kita kesana akan bikin ribut. Semua itu tak terjadi."
"Tak ada caci maki, saling bentak atau protes apa pun. Hanya kesenyapan. Entah setelah kita pulang. Mungkin mereka cakar-cakaran atau saling terkam?"
"Kami langsung pergi, tapi sebelum pergi Oma ngomong yang sangat mengejutkan semua termasuk Opa dan Daddymu!"
"Oma bilang apa?" Herman jadi penasaran.
"Oma cuma bilang : *Yoce, sejak tadi kamu enggak suka kalau kami bongkar masalah Jeffry. Apa kamu enggak suka kalau kekasihmu ditekan*?"
"Kira-kira gitu deh. Oma sendiri yang tadi bicara disana sudah lupa. Intinya Oma menyindir hubungan Jeffry dengan Yoce." jelas Meylan.
"Memang kenapa Oma?"
"Oma tahu dari Ebby kalau Jeffry ada affair dengan Yoce."
"Kamu sadarkan, siapa Ebby? Bagaimana dia kalau sudah cari data! Jadi Oma tadi buka agar semuanya pada tahu bagaimana elakuan Jeffry dan Yoce."
"Lukas pun enggak ngomong apa pun."
"Saat sebelum pulang daddymu berpesan, kalau mereka mau kabur, daddy enggak akan kejar."
"Itu artinya kalian memilih jurang kematian sendiri. Daddy, lebih tepatnya Ebby nggak akan cari tapi langsung masuk kekuburan sendiri. Ingat Carol kan?"
"Enggak dicari tapi langsung nyungsep di jurang kematian."
"Daddy mu juga bilang kalau *rumah Arthur, Lucas dan Jeffry untuk sementara akan dijaga polisi*."
"Wah daddy memang hebat."
"Kalau soal polisi bukan daddymu yang handle, itu berkaitan sama mommy kamu. Carol tak dia kejar aja bisa terlacak di ujung dunia."
"Iya benar ya," Aheng setuju pendapat opanya soal Ebby.
"Terakhir, daddy mu cuma berpesan satu, dia ingin Jeffry minta maaf ke kamu karena kamu yang jadi wakil Maura. Jeffry sudah tidak mungkin minta maaf pada Maura."
"Bagaimana reaksimu itu terserah kamu aja. Mau kamu tolak permintaan maafnya silakan, mau kamu terima ya silakan!"
"Yang kami tahu kamu tetap cucu kami, anak Andre. Itu aja. Tidak ada yang berubah. Hubungan kita dalam hal keuangan juga tak berubah."
"Kami membuka fakta ini supaya Jeffry mendapat balasan karena kalau dia didiemin, terlalu keenakan," begitu Herman bicara.
"Aku berterima kasih atas semua cinta Opa dan Oma juga daddy. Aku juga nggak akan ada perubahan apa pun dalam hal mencintai dan menghormati kalian."
\*\*\*
Mereka akan kembali periksa kesehatan.
"Dua minggu lalu saya sudah bilang sudah mulai ada benih kan Pak? Jadi kalau mau diambil buat progran bayi tabung menggunakan \*\*\*\*\*\* bapak sendiri sudah bisa."
"Tapi sekarang kita coba secara natural dulu bagaimana atau mau langsung menggunakan program bayi tabung?"
"Enggak apa apa kita ikutin natural dulu Dokter," jawab Ebby.
"Satu minggu lagi Ibu ovulasi kan?" kata dokter.
"Sesuai jadwal rutin, iya Dok. Satu minggu lagi kalau perkiraan tepat saya akan ovulasi," jawab Ebby lagi.
"Kalau begitu seperti biasa Ibu bersiap dengan senjata utamanya yaitu tiap pagi cek waktu agar tidak ketinggalan kereta."
"Baik dokter," jawab Ebby dan Andre hampir bersamaan.
"Dan special buat Bapak jangan lupa obatnya. Jangan pernah telat."
"Iya Dok, istri saya sudah pasang alarm reminder tiap waktu saya harus minum obat," balas Andre.
Andre dan Ebby kembali dari dokter dengan banyak resep dan mereka juga beli banyak ovutest dan beberapa test pack Karena tiap saat mau cek biar langsung bisa program membuat bayi.
"Kalau gitu kita nggak usah program bayi laki-laki lah," cetus Ebby.
"Kenapa?" tanya Andre.
"Sedapatnya ajalah. Kali aja jodoh kita bukan anak laki dulu. Yang pertama asal punya aja," usul Ebby.
"Aku enggak setuju. Kita tetap harus optimis dan fokus dengan target yang ingin kita capai. Kita pasti bisa."
"Biar bulan ini kita ambil saat tepat ovulasi biar jadi lelaki, bukan saat ovulasi dan esoknya karen kemungkinan besar jadi perempuan." tegas Andre.
"Sabar kita kan bisa coba bulan berikutnya kalau bulan ini kita gagal."
Kalau dua kali kita coba belum berhasil di periode ovulasi berikutnya baru nggak usah nentuin laki atau perempuan."
"Kemarin dokter bilang berapa hari setelah ovulasi bisa cek audah terjadi pembuahan?"
"Bisa cek 8 atau sampai 10 hari," jawab Ebby.
"Kita mulai bisa cek dengan testpack atau bisa langsung dengan cek di laboratorium pakai darah dan urine," Kata Andre.
"Ya udah kita pakai testpack aja satu minggu dari ovulasi. Jadi dua minggu lagi lah kita cek kehamilan karena minggu ini kita pakai ovutest," kata Ebby.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND