
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
William datang bersama kedua orang tuanya serta adik lelakinya. Ebby duduk dengan angkuh sebelah kanan Meylan diapit oleh Andre.
Lama semua diam tanpa bicara.
"Maaf waktu saya hanya sampai jam 09.00 kalau berbicara silakan," kata Ebby tanpa takut pada siapa pun.
"Saya mau minta maaf," kata William dengan lirih karena malu dan tentunya marah.
Marah tapi tak bisa membalas apa pun.
"Lalu apa maaf saya berguna?"
"Semuanya sudah terbongkar." kata Ebby.
Semua diam karena memang dimaafkan atau tidak oleh Ebby, percuma juga kan. Karena sudah terbongkar.
Kalau Ebby memberikan maaf lalu apa semua bisa otomatis kembali jadi tidak tahu kelakuan William, kan enggak!
"Benar memang dimaafkan atau tidak semua yang telah terbongkar tak mungkin tertutup lagi."
"Tapi setidaknya kami minta tolong agar harga saham perusahaannya William tidak hancur seperti sekarang," kata papanya William.
"Apa kelakuan saya yang bikin jatuh harga saham perusahaan anak anda?" tanya Ebby santai.
Andre masih diam. Selama istrinya masih bisa menanggulangi semuanya, dia nggak akan ikut campur.
"Yang membuat harga saham perusahaan anak anda jatuh adalah mulut William. Andai dia tidak menuduh saya macam-macam tentu saya tak akan bongkar kelakuan buruknya."
"Walau seperti apa pun para investor maunya menanam saham di sebuah perusahaan yang dipimpin orang bersih, yang bermoral dan bertanggung jawab."
"Penanam modal nggak akan mau kerja sama dengan seorang lelaki yang lebih mementingkan nafsu daripada memimpin usaha. Anda salah besar kalau meminta saya membantu supaya saya membuat harga saham kembali normal."
"Semua itu berdasar dari tingkah laku dan atitutude dari mulut anak anda, bukan wewenang saya."
"Kalau anda pengusaha sejak dulu, anda pasti tahu semua sikap atau kelakuan dan kata-kata kita tolok ukur TRUST." kata Ebby.
Mama William sudah mau marah.
"Silakan Tante marah, kenyataannya seperti itu. Anak anda nggak punya otak dan jiwa pemimpin," kata Ebby.
"Kalau dia punya otak, dia nggak akan mainin perempuan karena mamanya perempuan! Itu lelaki yang bermartabat," William dan adiknya serta papanya diam.
Itu kenyataannya.
"Tante silakan marah karena saya mengatakan Tante juga bodoh, kok mau membela anak yang bersalah hanya karena dia anak anda."
"Masih ada waktu, kalau anda semua mau komplain, silakan perkarakan saya diruang hukum. Saya tidak takut."
"Kalau kemarin mulut anda tidak nyinyir, tentu tak seperti ini. Anda masih aman dengan 5 istri anda dan juga perempuan malam yang tiap malam ganti."
"Kalau saya selingkuh dari Aheng, apa dia masih mau datang ke pernikahan saya walau saya menikah dengan daddynya?"
"Anda menuduh saya selingkuh, ternyata anda rajanya selingkuh," cibir Ebby.
"Tante tahu, dengan lima istri dia enggak merasa cukup, tiap malam dia bilang pada istrinya sedang meeting, bertemu klien atau alasan lain untuk dia memuaskan nafsunya dengan perempuan malam."
"Sebentar lagi anda akan lemas tanpa bisa main perempuan karena harta anda habis. Semua perempuan yang anda nikahi hanya memandang anda dari harta yang anda miliki kecuali istri pertama. Sayang dia tak mau bertahan setelah tahu anda sakiti dengan banyak wanita."
"Kemarin saya bilang kan? Siapa yang akan tertawa belakangan saat anda mencibir pada saya karena menikah dengan Andre!"
"Saya tak pernah selingkuh, Hengky pun nggak kecuali kasus waktu dia dijebak!"
"Kami berpisah baik-baik. Kalau kami nggak baik-baik mana mau Patty dekat saya," kata Ebby lagi.
"Tante mau tahu ada tiga perempuan yang sudah ditendang oleh William. Dan seorang diantaranya punya anak perempuan berumur 7 tahun?"
"Ha ha ha saya yakin sebentar lagi Tante akan bu-nuh diri karena kelakuan putra mahkota milik Tante."
"Kebusukannya sudah sangat lama seperti itu. Kalau saja kemarin mulutnya nggak busuk saya nggak akan bongkar. Dia yang memulai duluan kok."
"Saya nggak pernah kenal dengan William sebelumnya. Dia yang dengan culasnya, dengan nyinyir yang mengatakan saya selingkuh saat saya masih dengan Aheng. Semua orang tahu bagaimana saya menolak ko Andre dan Andre datang kepada saya bukan buat ngajak saya pacaran."
"Andre meminta agar saya memaafkan Hengky yang tidak bersalah saat kami bertemu di Paris enam bulan setelah saya menghilang. Kami mulai dekat itu sudah lewat dari 6 bulan sejak saya berpisah dengan Hengky."
"Semua orang tahu kok kecuali anak anda, semua orang di Paris tahu bagaimana saya ngejar cinta Andre setelah dia mengemis permintaan maaf buat Aheng. Jadi tidak ada dari kami yang selingkuh kami semua keluarga terhormat dengan hati yang bersih!"
"Kami tak pernah punya niat untuk selingkuh. Walau sekarang saya dan Aheng satu rumah pun dan kami pernah saling mencinta, tapi kami tidak akan selingkuh."
"Kami punya perempuan hebat seperti ibu kami seperti mama mertua kami. Kami sangat menghormati wanita, tak ingin menyakiti hati wanita lain. Hal yang tidak anak Tante miliki."
"Anak Tante tidak menghormati Tante sebagai ibu, sehingga dia mencampakkan banyak perempuan. Jadi kalau jadi seorang pengusaha jaga sikap dan perkataan agar pengusaha lain mau menanam saham."
"Penyandang dana nggak mau kerja sama karena kelakuan dan mulut anak Tante. Saya nggak ada wewenang dengan harga saham perusahaan lain."
"Saya rasa sampai sini semua mengerti dan saya harus pergi."
Tanpa mohon maaf dan tanpa permisi Ebby langsung ke belakang dia lebih memilih melihat kelinci-kelincinya daripada melihat muka keluarga William.
"Kemarin sudah ada lima perempuan, ternyata kamu masih punya 3 lagi," kata Herman.
"Hebat kamu, kayaknya kamu harus dikebiri. Hukuman itu pantas buatmu," kata Herman lagi.
"Jangan salahkan menantuku yang mulutnya seperti itu. Semua karena mulut kamu lebih busuk."
"Dan kamu, apa begitu cara mendidik anakmu? Aku kira tak hanya William saja yang berperilaku seperti itu. Mungkin adik-adiknya juga sama dengan William."
"Apa aku butuh bantuan Ebby agar membongkar semuanya? Jangan-jangan ini menurun dari papanya yang punya banyak istri?" sindir Herman pada mama dan papanya William.
Semua diam tak ada yang berani membalas perkataan Herman.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama SHANGRAI HARK
dengan judul novel HAPPY ENDING ya