
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Ebby tak peduli pada ketukan di kamarnya. Sejak tadi dia memang tidak menyalakan lampu ruangan.
"Nainai, aku mau kerja dulu ya, nanti baru kita ngobrol," begitu pamit Ebby ketika tiba di rumah neneknya.
Sebenarnya dia tak perlu kerja lagi. Sejak naik taksi ke bandara, dia sudah menghajar orang yang bikin dia kesal.
Penasaran dengan aktivitas Ebby hari ini?
Tadi pagi saat Ebby mengantar Meylan sarapan ternyata tak sengaja mereka bertemu Nuning di ruang makan hotel.
"Apa khabar Tante?" Tanya Nuning dengan manis.
"Baik," jawab Meylan datar.
"Tante ingat aku kan, sahabatnya Maura?" Nuning takut Meylan sudah lupa padanya karena sudah tua.
"Kamu bukan sahabatnya karena kamu tahu Maura punya suami saja, kamu malah mencintai Andre suami Maura."
"Saat Maura masih hidup kamu mengejar Andre, setelah kematian Maura kamu makin terobsesi pada Andre, jadi maaf kamu bukan sahabatnya Maura ," kata Meylan sinis.
"Sekarang Andre kemana Tante?" Tak menggubris sindiran Meylan, Nuning tetap menanyakan Andre.
"Andre sedang pergi sama mertuanya."
"Mertua?"
"Iya, dia sudah menikah. Ini istrinya," kata Meylan menunjuk Ebby.
Nuning memandang Ebby dengan sinis.
"Kamu menikahi Andre cuma karena hartanya kan? Anak ingusan sepertimu memang hanya bisa seperti itu kalau ingin hidup enak. Cari pria tua yang kaya raya."
"Aku akan membuat Andre sadar dan melepaskanmu. Andre malah akan aku dukung dengan semua hartaku. Karena aku tak butuh harta Andre, Andre yang butuh hartaku." Dengan sombong Nuning bicara merendahkan Ebby.
Anak orang terkaya Asia dibuat keset oleh Nuning.
"Ma, kita sarapan aja yok. Mama enggak usah gubris tukang obat kaki lima seperti dia, nanti Mama malah sakit kalau telat makan," Ebby merendahkan Nuning dengan kalimat elegan. Dia menuntun Meylan menjauh dari Nuning.
"Aku akan menghancurkannya dan membuat dia merangkak memohon ampun padaku Ma," dengan geram Ebby berbisik pada Meylan setelah dia yakin Nuning tak mendengar kata-katanya.
Lepas dari kekesalan pada Nuning, setelah acara pokok selesai di ruang resepsi Hengky, Ebby kembali dibuat kesal oleh tingkah laku Claudia yang kembali menyodorkan temannya pada Andre.
Awalnya Ebby masih diam. Dia lihat Andre pun tak merespon Claudia dan temannya itu.
Tapi saat Ebby melihat perempuan itu mencium Andre Ebby marah besar. Ebby tak marah pada Andre karena Ebby lihat Andre sendiri kaget dan tak menyangka dapat serangan seperti itu. Dan disana juga ada papanya. Jadi Ebby tak menyalahkan Andre sama sekali.
'*Perempuan itu harus dapat pelajaran. Demikian juga Claudia*.'
Ebby berjalan ke toilet.
Dari toilet Ebby lalu jalan santai keluar mengenakan baju pengawalnya.
Ebby keluar lalu menuju blank spot, daerah yang tak terjangkau CCTV.
Sebagai putri pemilik gedung Ebby tahu di mana CCTV dan dimana daerah yang nggak bisa menjangkau dirinya.
"Mas, antar saya, saya bayar dua ratus ribu," Ebby menyebut alamatnya pada ojek pangkalan. Dia tak membawa ponsel apalagi dompet. Semua ada di Andre. Tentu saja tukang ojek pangkalan mau menerima order dari lelaki yang suaranya mirip perempuan itu.
\*\*\*
Ebby mengambil uang cash di salah satu tasnya. Dia ambil paspor juga KTP cadangan serta sebuah ponsel dan dua buah kartu ATM miliknya.
Bergegas Ebby mengisi tas pakaian kecil dengan beberapa baju serta alat make up dasar. Ebby juga membawa laptop khusus miliknya.
"Ayok Mas jalan ke pangkalan taksi," pinta Ebby yang telah berganti pakaian. Kalau dia naik taksi dari rumah, plat nomor taksi bisa dicari oleh papanya melalui kamera CCTV.
Di taksi menuju bandara Ebby mulai bekerja. Dia hubungi team bawah tanah yang dia pimpin dan mulai mengacak-acak Claudia, Rita serta Nuning.
Jangan sepelekan kemampuan Ebby. Sejak kecil dia adalah anak gembong mafia.
Walau tidak diajari tapi dia tahu semua link di bawah Papanya. Sejak SMP Ebby menyusun kekuatan sendiri. Di dalam kamar dia kadang mengutak-atik laptopnya.
Tadi dia menghubungi anak buahnya minta agar anak buahnya menghancurkan target yang dia kirim fotonya.
Tanpa menunggu Andre dan Gunawan bergerak Ebby sudah lebih dulu membantai Claudia, Rita dan Nuning.
Seperti dugaan Gunawan, karena kesal Ebby ingin istirahat di rumah neneknya. Dia langsung memesan tiket ke Singapore dan terbang menuju rumah neneknya.
Dia tidak marah pada Andre atau orang tuanya. Hanya ingin istirahat karena kesal pada Nuning dan Claudia saja.
Sekar yang sejak tadi mengetuk pintu kamar putrinya tak mendapat respon, pelan pelan dia memutar handle pintu. dia lihat putrinya tertidur.
\*\*\*
"Dia sedang tidur," Sekar memberitahu Gunawan dan Andre.
"Ndre, itu kamarmu sudah disiapkan, kalau mau istirahat silakan saja," Gunawan sang tuan rumah mempersilahkan Andre istirahat karena putrinya sedang tidur tak bisa ditemui.
"Aku taruh barang saja di kamar, lalu menemui Ebby di kamarnya boleh?" Tanya Andre. Dia ingin segera menyelesaikan permasalahan ini.
"Apa enggak sebaiknya cooling down dulu?" Tanya Sekar.
"Cece tahu, kalau sedang marah atau ada persoalan Ebby tak mungkin bisa tidur. Jangankan tidur siang, tidur malam saja dia tidak bisa."
"Kalau sekarang dia bisa tidur siang, apa itu tidak mencurigakan?" Sekar terpana Andre bisa mengenal Ebby sedemikian dalam.
"Iya juga ya Ma?" Gunawan juga baru sadar kebiasaan Ebby bila sedang ada persoalan langsung membenarkan pendapat Andre.
"Biarkan saya bicara. Kalau mau berbuat kotor, tentu saya tak akan lakukan disini. Saya bisa melakukan saat di Ausie atau di Paris kemarin."
"Ya sudah, kamu bujuklah dia," Sekar tak mau berpikir ribet. Dia tak ingin anak tunggalnya malah dalam kondisi yang tak diinginkan.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY !