
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Andre memeluk istrinya lembut.
ISTRI?
Selain karena petugas rumah sakit di Berlin, kata *istri* Andre rasakan kedua kali ketika Ebby datang ke kantornya sambil cemberut dan menuduh Andre pergi dengan Gunawan.
Saat itu alibi Gunawan adalah ke Singapore dan Andre ke Bali. Tapi Ebby merasa Andre dan papanya janjian karena mereka berangkat dan pulang dalam waktu bersamaan.
"Kemarin pergi dengan papa kan?" Selidik Ebby di kantor Andre siang ini. Ebby curiga Andre dan papanya pergi dan kembali pada saat yang bersamaan.
"Aku merasa dicemburui ISTRI yang cemburu kalau aku bohong," Andre mengeluarkan tiket pesawatnya dalam perjalanan ke Bali kemarin sebagai bukti.
"Ih siapa yang cemburu sih?" Ebby tak terima dibilang cemburu.
"Kalau enggak mau jujur ya sudah," jawab Andre.
"Jadi kamu mau apa kesini?" Andre mendekati Ebby. Tentu saja Ebby jadi kikuk sendiri.
Andre memeluk Ebby, mengangkat wajah Ebby dan mendaratkan kecupan manis dibibir gadis itu yang tidak ditolak oleh Ebby.
"Kalau kamu enggak mau ngaku aku akan dekati mantan istri Steve aja," goda Andre sehabis mencium Ebby.
Tentu saja itu membuat Ebby murka!
"Fine. Good bye!" Ebby langsung keluar ruangan Andre.
Andre membiarkan Ebby pergi. Dia tahu gadis kecil itu mencintainya sejak Ebby jelas-jelas cemburu pada mantan Steve.
Ebby mencintai dirinya hanya tak mau mengakuinya.
Dan Andre sengaja mengulur hingga Ebby benar-benar yakin akan cintanya baru dia mau bergerak aktif. Andre tak ingin disebut dia mengejar cinta gadis ingusan sehingga dia disebut pedofil.
Andre mau Ebby sadar mencintainya lebih dulu bukan hanya demi memuluskan cinta mereka. Tapi juga agar Ebby punya daya juang tinggi bila mereka menghadapi rintangan dari orang tua mereka dan pandangan umum karena dulu Ebby pernah bertunangan dengan Hengky.
Bila Ebby tak siap fight, dia akan terpuruk dengan cibiran orang. Dan Andre tak mau Ebby harus terluka karena itu.
\*\*\*
"Pak, ada tamu," ucap sekretaris Andre di kantornya. Bukan kantor papanya.
"Siapa?" Tanya Andre dengan mimik mulut karena dia sedang zoom meeting.
"Nona Febbrianti," jawab sekretaris itu.
"Suruh tunggu sebentar saya …."
Belum juga selesai bicara Ebby sudah masuk dan sekretaris hanya menatap terpaku sampai dia sadar Andre memberi isyarat untuk keluar.
Tanpa permisi Ebby duduk di sebelah kursinya Andre.
Saat itu Andre sedang zoom meeting sehingga semua lawan bicaranya langsung melihat kehadiran Ebby disisi Andre.
Andre terus menyelesaikan meetingnya. Di seberang Ebby melihat yang menjadi rekanan dari Andre ada beberapa orang lainnya selain mantan istri Steve.
"Oke saya rasa sampai situ. Sekali lagi saya tekankan, saya sudah serah terima sejak bulan lalu. Jadi saya tidak ada hubungan apa pun dengan perusahaan."
"Misalkan ada kendala di lapangan dan itu terjadi sesudah saya serah terima, kalian sudah tidak bisa meminta pertanggungjawaban saya dong. Saya sudah kirim bukti serah terima perusahaan ke email anda. Jadi jelas semua bukan tanggung jawab saya. Silakan kalian berhubungan dengan pihak terkait." Andre dengan tegas menolak tuntutan rekanan pada dirinya.
Siang ini Andre mendapati ada beberapa rekanan yang komplain masalah perusahaan dan itu adalah hasil kinerjanya tentang istri Steve yang memang tak bisa kerja. Selama ini Andre menopangnya. Tapi lama kelamaan dia tak mau lagi diperbudak perempuan itu
\*\*\*
"Ada apa?" tanya Andre.
"Aku nggak boleh ke sini?"
"Bukan nggak boleh, aku tanya ada apa. Masa datang enggak ada niat, kan enggak mungkin."
"Cuma mau ke sini aja," jawab Ebby.
"Oh ya udah kalau memang cuma mau ke sini," Andre pun matikan daya laptopnya lalu dia tutup.
"Kenapa masih berhubungan dengan perempuan itu?" Ebby bahkan tak mau menyebut nama Claire, nama teman hidupnya Steve.
"Aku enggak berhubungan dengan dia secara langsung. Aku enggak mau namaku rusak karena dibilang hit and run."
"Ada rekanan menteror aku dan minta pertanggung jawabanku karena proyek enggak ada yang benar. Maka aku langsung kirim bukti serah terima perusahaan lewat email."
"Kenapa komplain di lempar ke kamu?"
"Claire rupanya tidak memberitahu kepada semua rekanan nya bahwa aku mundur. Semua rekanan itu hanya percaya pada kredibilitas namaku, mereka ya komplain kirim email ke aku," jelas Andre.
"Kenapa sih nanyain Claire? Kami jauh beda benua, enggak bisa ngapa-ngapin. Enggak usah cemburu sama yang enggak pernah ada di hatiku," ucap Andre.
"Aku nggak cemburu," sanggah Ebby ketus.
"Kalau nggak cemburu kenapa ngomel? Kalau cemburu bilang aja. Wajar kan namanya orang cinta itu cemburu?"
"Siapa yang cinta?" Ebby tetap tak mau mengakui perasaannya
"Kamu kesini karena tau Hengky mau nikahkan?"
"Tadinya aku mau ngomong, aku mau ke kantormu. Tapi kamu sudah datang ya aku ngomong sekarang aja."
"Aku ingin saat pernikahannya Hengky kamu yang jadi pendampingku!"
"Bisa?"
"Bisa!" Tanpa pikir panjang Ebby langsung bilang bisa.
"Tapi status kamu di situ adalah calon istriku, siap kamu?"
"Iya enggak apa apa."
"Kamu nggak takut sama papa?"
"Karena bila ada orang tanya, aku akan jawab kamu calon istri aku gitu boleh ya?"
"Nggak apa-apa."
"Aku ngomong sama papa kamu kalau aku serius ya."
Ebby diam.
"Enggak siapkan?"
"Siap."
"Ya udah aku akan bilang pada papamu, kita mau serius,"ulang Andre lagi.
"Kok tiba-tiba ngomong serius tiba-tiba minta jadi pendamping sebagai calon istri, kamu nggak pernah ungkapin cinta," protes Ebby.
"Ya udah kalau gitu aku nggak mau kalau kamu nggak cinta aku."
"Tuh kan kayak gitu,\* rajuk Andre.
"Kamu juga sih!"
"Aku harus bilang romantis gitu kayak anak-anak? Apa aku masih pantas bilang kayak gitu?" Andre tak percaya diri bersikap lebay.
Andre tak sadar yang dihadàpinya gadis yang setengah umurnya!
"Ya tapi setidaknya ngungkapin lah,"
"Lho, khan aku udah bilang dari sejak kita di Paris!"
"Enggak pernah tuh!
"Oh berarti aku waktu itu mimpi!" kata Andre santai.
Ebby pun mencubit perut Andre gemas.
"Sakit Babe,"kata Andre.
"Lagian sih," Ebby bersungut dengan mulut manyun.
"Ya udah deh," Andre pun memegang kedua pipi Ebby. Andre menatap mata Ebby dalam.
"I love you," tanpa aba-aba Andre langsung mengecup lembut bibir Ebby.
Tak disangka Ebby membalas, sehingga akhirnya bukan kecupan yang terjadi, melainkan ciuman panjang yang mereka lakukan.
Andre pun memeluk gadis itu setelah ciuman berakhir.
"I love you too," kata Ebby di telinganya Andre.
Andre membawa Ebby ke kamar di ruang kerjanya.
Ebby tak menolak semua perlakuan Andre bahkan saat satu persatu dilucuti pakaiannya.
"Kenapa Koko nggak percaya?"
"Bukan nggak percaya. Kamu sudah tidak Virgin pun aku nggak problem. Toh aku juga bukan perjaka."
"Sudah jelas-jelas aku punya anak dan pernikahan kami lama pasti nggak mungkin kan aku perjaka?"
"Lalu kenapa harus …"
"Biar kamu nggak kabur."
"Aku kan serius nggak bakal kabur," sanggah Ebby.
"Siapa bilang? Kalau belum distempel pasti bisa aja kabur."
"Emang yakin kalau sudah di stempel nggak akan kabur?"
"Terserah deh," jawab Andre.
"Tapi nggak gitu juga kali pembuktian bawa aku serius atau enggak."
"Ya udah nggak apa-apa nggak usah dianggap serius," Andre keqi karena Ebby kekeuh dengan pendapatnya.
"Kayaknya bergaul dengan kamu itu diluar logika."
"Maksudmu?"
"Semua di luar ekspektasiku aja. Ngucapin cinta juga nggak romantis, ngajak jadian nggak romantis, ngajak serius nggak romantis."
"Mungkin kamu harus cari orang lain yang bisa memenuhi semua impianmu, semua kriteria angan-anganmu, bukan sama aku yang seperti ini."
"Aku sudah bilang dari dulu aku belum pernah jatuh cinta tapi di kamus hidupku cinta itu tidak dengan istilah lebay."
"Aku mencintai seseorang Ya sudah aku cintai dengan tulus, aku ungkapkan saat berdua dengan dia, nggak di depan semua orang. aku melakukannya dari hati bukan dari perkataan saja dan aku yakin kamu bisa merasakan itu."
"Tapi permintaan pembuktianmu itu loh Ko. Rasanya koq enggak masuk akal." tolak Ebby
"Ya sudah kalau nggak mau."
"Kalau pun aku harus melakukan pembuktian permintaannya juga nggak gitu amat sih. Kayaknya vulgar banget, kaku banget. Masa tiba-tiba bilanh bikin anak yuk! Aneh kan?"
"Kamu mau aku rangsang kamu sampai kamu jatuh tertipu dengan rayuan lalu kamu berikan gitu?" Tanya Andre.
"Aku nggak tahu deh aku susah ngomong sama kamu," Ebby keqi pada Andre yang super kaku. Dan bodohnya dia cinta setengah mati pada alien kaku ini daripada saat dia pacaran dengan Hengky!
"Ya udah," Andre sangat tersiksa. Dia butuh pelepasan. Dan disaat genting Ebby menolak. Ebby bilang kesucian akan dia berikan saat mereka sudah sah secara agama.
"Kamu jahat. Kamu menyiksaku." Andre memungut pakaiannya.
"Aku bantu ya. Make out aja," usul Ebby.
"Kamu bisa?"
"Aku belum pernah. Tapi aku akan berusaha agar kamu puas. Setidaknya kamu enggak tersiksa."
\*\*\*
"Kamu sudah makan?" Tanya Andre, tangannya masih memeluk tubuh kekasihnya.
"Siang tadi udah sama Hengky," jawab Ebby jujur.
"Cie pacaran," goda Andre.
"Tuh kan bikin kesel aja, dia minta ketemu cuma bilang bahwa dia akan nikah."
"Oh gitu. Kirain belum makan mau aku ajak makan."
"Kamu belum?" Tanya Ebby. Sekarang sudah sore dan Andre belum makan.
"Belum lah orang meeting kok dari tadi."
"Ya udah ayo makan," ajak Ebby.
"Enggak usah lah. Nanti aja sekalian makan malam," Andre malas beranjak karena dia sedang mendekap Ebby.
"Enggak bisa gitu. Harus makan," maka Ebby memesan di cafe kantornya Andre.
Mereka pun berpakaian dan keluar kamar.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR