
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Halo Ma," sapa Andre pada Meylani
"Bagaimana kesehatannya?" Andre mencium pipi mamanya tercinta.
"Lumayan eh bukan lumayan sangat bagus loh progresnya obat dari Sekar," jelas Meylan sangat semangat.
"Iyakan Ce Sekar pernah bilang Mama atau papanya gitu retak kaki juga cepet pulih padahal kalau kaki katanya lebih sulit karena harus menopang berat tubuh."
"Enggak lama mimum ramuan itu dia pulih sekarang dipakai jalan bagus."
"Itu gimana ceritanya kamu bisa terlibat dengan kasus kecelakaan Ebby?"
"Namanya takdir, aku juga nggak ngerti Ma. Awalnya aku ketemu sahabat waktu kuliah dulu di Australia. Namanya Stella. Dia juga kenal sama Maura."
"Satu hari sebelum pulang ke Indonesia aku minta buat ketemu makan malam. Datanglah dia bersama suaminya."
"Saat pulang, Ruddy suami Stella ngajak pulang bareng karena hotel kami satu arah."
"Jadi sebelum sampai ke hotel mereka, akan melewati hotelku."
"Ya udahlah namanya kita teman lama kami naik taksi bertiga. Malam, hujan salju turun, jalanan menuju hotel sangat sepi Ma."
"Ditengah jalan kami melihat ada taksi dengan pintu terbuka yang berhenti karena dipalangi mobil lainnya."
"Stella langsung minta berhenti buat menolong karena dia pikir ada yang terluka."
"Aku belum turun tuh Ma. Yang terluka adalah temennya Stella bernama Dave. Dia terluka cukup parah karena sepertinya dia melawan habis-habisan."
"Pas kita mau angkat Dave aku dengan ada suara rintihan perempuan. Ternyata aku lihat Ebby sudah bersimbah darah dia ketusuk di pinggang kanannya Ma."
"Kami bawa mereka berdua itu satu taksi Ma."
"Kami tak mau buang waktu lagi buat panggil ambulans. Nanti korban terutama Ebby bisa enggak tertolong karena darah terus mengalir."
"Lalu aku berupaya menghubungi ko Gunawan, tapi tak dia angkat. Aku terpaksa menandatangani izin operasi Ebby yang butuh penanganan darurat."
"Gitu Ma. Lalu aku nunggu sampai mereka datang."
"Aku mandi dulu ya Ma. Aku capek banget."
"Iyaaa, tapi pesanan Mama ada semua kan?" Meylan tidak lupa apa yang dia inginkan.
"Ada, nanti ya sekalian aku bongkar," Andre langsung mandi dan tidur. Dia bangun menjelang makan malam.
Dia bawa keju dan coklat pesanan mamanya ke ruang tengah karena semua kumpul disana menjelang waktu makan malam tiba.
"Heng ini berikan pada Patricia ya." Andre juga memisahkan dua potong buat Patricia. Dia berikan melalui Hengky.
"Daddy mimpi apa?" tanya Hengky dengan mimik heran.
"Kenapa?" Herman yang sekarang heran dengan pertanyaan cucunya.
"Dulu Opa, aku punya pacar sampai tunangan Daddy nggak pernah kasih hadiah apa pun walau selalu berada di mancanegara."
"Ini Patricia jadi calon pacar aja belum, udah dikasih hadiah. Jangan-jangan Daddy naksir Patricia nih," jawab Hengky.
"Ya sudah, daripada salah pengertian enggak jadi deh. Mending Daddy makan sendiri aja." Jawab Andre.
"Ye jangan, akan aku sampaikan. Nanti aku bilang dari calon mertua gitu ya?" Hengky tak mau mengembalikan kotak coklat yang sudah berada ditangannya.
"Lagian sejak kapan Daddy suka makan coklat?" Goda Andre.
'*Sejak ada gadis kecil yang nyuapin coklat langsung ke mulutku dan tak boleh ditolak walau aku bilang tak suka coklat*,' jawab Andre. Tentu hanya dibatin saja.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.
