
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Sudah sudah empat hari Ebby dan Sekar kembali ke Jakarta. Sedang Gunawan langsung ke Korea untuk menyelesaikan proyek dia di sana. Jadi dari Bunaken mereka berpisah.
"Besok jadwal Mama kontrol kan?" kata Ebby pada Sekar. Hari ini mereka sedang berbelanja aneka bumbu kue di toko bahan kue.
Selain hebat di dunia usaha, Sekar ini mahir bikin kue atau cake. Kalau ada waktu senggang dia pasti bikin kue.
"Iya temani ya," pinta Sekar. Dalam keseharian mereka lebih seperti kakak adik daripada anak dan mama.
"Siyaaaaaap," jawab Ebby.
Ebby tahu setiap enam bulan sekali papa mamanya pasti rutin general check up. "Kenapa sih pindah ke Indonesia? Kenapa nggak balik lagi ke KL aja? Katanya di sana Rumah Sakit terbaik," Ebby bertanya pada Sekar. Karena setahunya dulu mama dan papanya general check up di KL bukan di Jakarta.
"Ada yang bilang pengobatan leluhur lebih bagus kan, tapi tetap harus kontrol ke rumah sakit juga."
"Nah kalau kita rutin \*\*\*\*\*\* di luar, saat sakit kita enggak bisa terbang kesana. Kan parah. Disini tak ada rekam medisnya," Sekar memberi alasan mengapa sekarang dia dan Gunawan kontrol di rumah sakit Jakarta saja.
Ebby dan Hengky memang keturunan Cina. Walau sudah keturunan keberapa mereka disini karena dari kakek dan neneknya Sekar saja sudah kelahiran Indonesia.
"Iya sih tetap harus kontrol walau pakai pengobatan tradisional leluhur," jawab Ebby.
"Eh kalau menurut Mama gimana Ma soal Bunaken?"
"Bagus sih cuma kalau buat profitnya kayaknya kurang deh," kata Sekar yang memang ahli ekonomi.
"Bener Ma. Margin profitnya sedikit tapi kan nama perusahaan jadi besar Ma. Karena kita bikin pilot Project," jawab Ebby.
"Kalau Mama pikir sih ngapain capek buang waktu. Kalau mau bikin pilot project kamu bikin yang di Bandung itu aja atau yang di Cianjur," saran Sekar.
"Kurang greget Ma kalau yang di Cianjur. Kurang menjual." Ebby menilai Cianjur tak tepat untuk lokai proyeknya.
"Minggu depan kan kita bahas yang di Semarang dan Tegal, itu nanti sekalian kita bahas lokasi lain." Ebby ingat akan ada rapat pembahasan proyek selanjutnya minggu depan.
"Tegal nggak usah lah Tegal terlalu sulit buat akomodasi pesertanya. Enggak ada bandara. Kita harus dari Jogja." Sekar kembali memberi pandangan jitu.
"Kalau Klaten itu lebih dekat dari bandara. Bisa bandara Jogja atau bandar Solo," lanjut Sekar lagi.
"Iiya juga sih kalau Tegal," Ebby membenarkan pendapat Sekar.
"Untuk Bunaken, kalau mau menambah profit yang didapat mungkin kamu cari dari sektor lain. Jadi ada subsidi silang. Kamu nggak terlalu sedikit incomenya dari situ, tapi nama juga tetap berkibar," kata Sekar.
"Nah itu Ma yang harus kita pikir," jawab Ebby.
Mereka telah tiba di rumah dari belanja hari itu.
"Besok jam berapa Ma?"
"Jam 07.00 aja. Jadwa Mama jam 09.00," Sekar ingat Gunawan telah mendaftarkan dirinya untuk kontrol pagi.
"Papa gimana?"
"Papa nyusul minggu depan."
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.
