ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
BERTEMU CALON MERTUA GAGAL



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Albeyn mulai mendekati Ebby di bulan berikutnya.  Tapi sampai saat ini Ebby tetap tidak bisa menerima cinta Albeyn.



Di Paris Ebby menjalankan bisnisnya sendiri, bukan bisnis orang tuanya.



Saat ini masuk bulan ke-5 sejak kegagalan pernikahan Ebby. Atau sudah hampir masuk bulan ke enam Ebby di Paris. Karena Ebby datang ke Paris sejak dia melihat peristiwa menyakitkan di rumah Hengky.



Saat ini Ebby sedang terburu-buru dia berlari kecil karena hampir ketinggalan bus. 



Hari ini Ebby  sengaja tidak membawa mobil sendiri karena tujuannya terlalu jauh. Ebby lebih nyaman menggunakan transportasi umum saja.



"Maaf," Ebby mengucap kata maaf spontan dengan bahasa Indonesia.



"Maaf tidak sengaja," Ebby segera meralat kata-katanya dengan bahasa Perancis.



"Enggak apa-apa," jawaban dalam bahasa Indonesia Ebby dengar.



Di situlah keduanya kaget. Ebby menabrak  Andre, calon mertuanya yang gagal.



Andre dan Ebby sama-sama tak mau melepas kesempatan itu!



Ebby harus bicara dengan Andre agar tidak memberitahu keberadaannya saat ini pada Hengky dan keluarga lainnya, sedang Andre juga ingin tahu kabar terakhir Ebby.



Akhirnya keduanya sepakat bicara. Mereka ke cafe terdekat lokasi tempat kejadian mereka tabrakan itu. Ebby dan Andre memesan kopi duduk bersama untuk membuat kesepakatan, menyelesaikan semua carut marut yang ada.



"Tolong Pak. Tolong, saya ingin hidup tenang. Saya tak ingin bertemu lagi dengan Hengky. Sudah saya kubur namanya saat saya melihat dengan mata kepala sendiri dia melakukan hal buruk di luar pernikahan," Ebby minta Andre mengerti dirinya setelah mereka berbasa basi tanya khabar.



"Kamu harus tahu Hengky tak bersalah. Dia diberi obat . Dia tak sadar saat melakukan itu," bela  Andre.



 "Saya sudah lihat postingan itu. Saya sudah tak peduli lagi. Tapi saya tak bisa menghilangkan ingatan saya. Saya tak bisa membayangkan suami saya pernah saya lihat berhubungan intim dengan orang lain yang bukan perempuan legal baginya." Ebby bersikeras pada prinsipnya.



"Saya tak bisa membayangkan suami saya berzina. Bila dia melakukan dengan istri sahnya, mungkin saya tak sesakit itu."



"Saya pernah menasehati Hengky berkali- kali kalau Carol itu punya rasa pada Hengky. Tapi Hengky tak menggubris saya."



"Hengky lebih percaya ada Carol daripada saya tunangannya. Itu tidak termaafkan!"



"Jika saya tak melihat live mungkin saya bisa memaafkan dia,"  kata Ebby lagi.



"Lalu Daddy harus bilang apa sama Hengky?" Andre masih menyebut dirinya daddy pada Ebby. Padahal Ebby memanggilnya Pak.



"Enggak usah bilang apa-apa. Anggap aja kita nggak pernah ketemu," Ebby bersikeras tak mau lagi bicara apa pun dengan Hengky.



"Oke dengan catatan kasih nomor ponselmu. Kalau kamu nggak kasih tahu, daddy akan beritahu alamatmu disini."



Dengan ancaman itu akhirnya mereka bertukar nomor ponsel. Karena Ebby sudah tak mau lagi menggunakan nomor ponsel Indonesianya.



"Sebenarnya Bapak ada urusan apa ke sini? Dan sudah berapa lama?"Tanya Ebby



"Daddy ada urusan disini, sudah satu minggu lebih. Oh sudah dua minggu malah," kata Andre.



"Lumayan lama,  tinggal di mana?" Ebby berpikir dua minggu bila tinggal di hotel kecil sekali pun tentu cost nya jadi besar. Itu akan mempengaruhi dalam perhitungan bisnis.



"Daddy  punya apartemen di sini,"kata Andre.



"Punya apartemen?" Ebby memastikan.



"Iya sejak Hengky SD, Daddy buka cabang perusahaan di sini. Jadi kalau ke Paris itu sampai dua atau tiga bulan," kata Andre lagi. 



"Kalau selama itu tinggal di hotel tentu pemborosan. Jadi Daddy beli apartemen kecil. Kendaraan biasanya sewa per bulan. Tidak setiap hari naik taksi agar tidak boros."



"Oh gitu," kata Ebby.



"Baik . Saya sekarang permisi dulu. Saya sudah terlambat. Dari tadi saya sudah batalkan janji pertama karena pertemuan kita ini. Saya mau ke pertemuan berikutnya," kata Ebby lagi.



"Janji, jangan katakan bertemu saya. Saya sudah membuang diri saya jauh dari papa dan mama saya karena kelakuan anak anda. Tolong jangan kacaukan lagi hidup saya untuk pindah ke lokasi lain," sebelum berpisah tadi Ebby minta Andre tidak membocorkan keberadaannya pada siapa pun.



 "Baik, Daddy janji,"  kata Andre.




Ebby menyebutkan kawasan tempat tinggalnya



"Loh Itu dekat dengan apartemen Daddy." Andre menyebutkan nama  Apartemennya yang hanya dua blok dari tempat tinggal Ebby.



Mereka pun berpisah.


\*\*\*



Tiga hari kemudian Ebby sedang makan malam dengan rekanannya Mutia dan tiga orang wanita lainnya. Jadi mereka berlima perempuan semua.



Ttiba-tiba Ebby melihat Andre dengan seorang perempuan sedang berbincang akrab.



Ebby tak perduli toh dia juga bukan siapa-siapanya  Andre.



Dan buat Ebby, memang  wajarlah Andre mempunyai teman dekat, karena sejak istrinya meninggal Andre belum menikah kembali.



Ternyata seorang rekan Ebby kenal dengan teman makan malamnya Andre.



"Vero," panggil Vanessa teman Ebby kepada teman makannya Andre.



"Hallo,"kata Vero.



"Wah kalian sedang kencan rupanya," kata Vanessa.



" Ha ha ha kamu salah, aku tidak kencan dengan Andre," kata Vero lagi.



"Dia ini adik sepupu jauh suamiku," Vero menjelaskan hubungannya dengan Andre.



"Sebentar lagi suamiku datang kok.  Jangan mengira seperti itu nanti dikira aku selingkuh," kata Vero.



"Mana suamimu?  Kamu sudah lama sekali nggak terlihat bersama suamimu." kata Vanessa.



"Suamiku jarang ada di Paris. Paling lama bermukim di Paris dia hanya dua atau tiga bulan. Suamiku memang tugasnya bukan di sini. Tapi aku punya suami. Jangan salah sangka," kata Vero lagi. Dia tak ingin nanti suaminya marah.



Andre hanya mengamati. Lalu tak lama suami Vero datang dan diperkenalkan pada teman Ebby itu.



Ebby tetap tak peduli dia pura-pura tak kenal siapa Andre.



Terlebih suaminya Vero itu tadi kan dibilang sepupu jauhnya Andre. 



Payah kalau ketahuan dia adalah calon menantu Andre yang gagal.



Ternyata suami Vero adalah seorang marinir pantas sering tidak berada di Paris.



Akhirnya rombongan Ebby selesai makan lebih dulu daripada Andre dan Vero beserta suaminya.



"Oke see you, see you," kata Ebby.



Ebby pun menuju mobilnya di parkiran.



"Ebby," panggil Andre.



"Ada apa Pak?" Sejak awal bertemu  Ebby sudah  merubah panggilannya  karena dia sudah tidak menjadi calon istri Hengky lagi.



'*Wah aku baru sadar, dia sudah merubah panggilannya padaku*,' batin Andre dalam hatinya.



"Kamu mau pulang ya?" Tanya Andre.



"Bapak enggak bawa mobil? Mari bareng saya," Ebby menawarkan Andre pulang bareng dengannya.



 "Enggak apa apa saya naik taksi aja," Andre ragu.



"Bareng aja kan saya ngelewatin arah apartemennya Bapak. Kalau ke apartemen saya dari sini kan ngelewatin  apartemen anda." Ebby berupaya ramah.



"Ah nggak usah nggak usah gampang saya naik taksi lagi aja kata Andre.



"Baiklah. Saya duluan Pak," Ebby tidak memaksa.


\*\*\*


***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.