ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
HASIL YANG TAK DIHARAPKAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Ndre besok temani Papa ambil hasil lab ya, Papa takut pingsan mengetahui hasilnya," Herman menelpon Andre untuk menemaninya mengambil hasil test laboratorium yang sudah dia lakukan.



"Oke Pa. Kasih tahu alamatnya dan jam berapa kita bertemu disana?" jawab Andre.



"Aku boleh bawa Ebby enggak?"



"Ya bawa istrimu, kita bertemu di depan laboratorium Prima jalan Sutan Syahrir jam 09.30 ya," ucap Herman. 



"Ya Pa. Aku dan Ebby akan tiba disana tepat waktu," kata Andre.


\*\*\*



Esoknya sesuai janji Herman, Ebby dan Andre berangkat dengan mobil yang terpisah mereka bertemu di depan laboratorium Prima seperti permintaan Herman.



Sambil menanti giliran dipanggil, Ebby membeli tiga cup cappucino untuk menghilangkan kegalauan dan ketakutan mereka bertiga menghadapi kenyataan yang akan mereka terima sebentar lagi. 



"Dengan bapak Herman Pria Nugroho ke meja nomor 5," Panggil seorang petugas terdengar meminta Herman ke meja nomor 5.



Hanya ada dua kursi di depan petugas. 



"Silakan Papa dan Koko yang duduk. Aku lihat dari sini." Ebby mempersilakan keduanya karena mereka berdua yang lebih berkepentingan dalam hal ini.



"Ayo kita lihat," Herman membuka amplop dengan tangan sedikit bergetar. Mereka membuka di depan petugas untuk menerangkan apa yang mereka tidak mengerti bisa tanya pada petugas kalau dibutuhkan.



"Ini Ndre, By," Herman memperlihatkan apa yang tertulis disana. untuk menerangkan hasil yang tertulis disana.



Tertera hasilnya jelas bahwa Hengky adalah anaknya Jeffry bukan anak Andre.



"Bagaimana mungkin ini Bu?" Protes Herman pada petugas di meja 5 itu.



"Data yang kami peroleh dari tiga sample yang Bapak berikan seperti itu Pak. Kami sudah cross check. Bukan hanya satu kali periksaan saja." Petugas terbiasa menghadapi hal seperti ini.



\*\*\*



"Bagaimana ini Ndre?" Herman tak siap melihat kenyataan yang harus dia terima.



"Bukan aku kan yang bikin hasilnya seperti itu Pa. Aku nggak tahu Papa taruh sampel di sini Pa, Aku enggak tahu bagaimana Papa bisa dapat sample Aheng dan om Jeffry." Jawab Andre.



Ebby mengusap punggung Herman pelan. 



"Sabaaar Pa. Sabar," ucap Ebby berulang. Dia juga tak bisa berkata apa pun melihat hasil test itu.



"Bagaimana kita mau menjelaskan semua ini pada mamamu dan Aheng?" Bisik Herman.



"Aku juga nggak ngerti Pa. Sejak awal Ebby bilang lebih baik kita tutup aja kasus ini. Ebby bilang ini antar kita aja. Dia enggak nggak mau  gara-gara hal ini lalu dikiranya Ebby mau bikin ribut keluarga kita."



"Aku yang ngotot kasih tau Papa, walau Ebby melarang. Sekarang Papa malah seperti ini setelah tahu faktanya." Andre mengatakan semua bahwa sejak awal Ebby tak suka masalah ini terus diselidiki.



"Please stop Pa, jangan diperpanjang lagi masalah ini. Kasihan mama dan Aheng," kata Ebby pada Herman.



"Istriku sejak awal memang melarang Papa tahu. Tapi aku minta supaya Papa tahu."



"Sekarang semua terserah Papa. Ingat semua harta kami tak bisa diubah. Semua milik Aheng anakku Pa. Biar dia tetap mendapatkan itu dari aku dan Ebby tanpa berkurang satu sen pun," jelas Andre pasti. Andre tak ingin hasil test merubah keputusannya.



"Papa harus bilang pada mamamu, juga pada Irene dan anak-anaknya. Papa harus ungkap karena seumur hidupnya Aheng dibenci oleh keluarganya Jeffry, dianggap pembawa sial. Padahal Papa kandungnya sendiri yang bikin sial!"



"Aheng itu nggak bersalah," lalu terdengar sebuah benda jatuh. Suaranya membuat Herman, Andre dan Ebby menengok. Ternyata sebuah handphone milik seseorang di belakang mereka terjatuh. 



Herman, Ebby dan Andre menoleh pada dua sosok yang sejak tadi mendengar percakapan mereka.



Semua yang Ebby, Herman dan Andre katakan terdengar dengan jelas bagi kedua sosok itu. Sosok yang tidak Herman dan Ebby serta Andre harapkan untuk mengetahui fakta ini secepat itu sebelum mereka diskusi.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR