
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Antar aku langsung kantor aja. Aku pesan kue pulang kerja aja."
"Koq ke kantor sih?" Protes Andre.
"Emang mau ke mana?"
"Ke kantor aku."
"Enggak aku banyak kerjaan. Lebih-lebih hari Senin kita ke Australia kan," proses Ebby.
"Lagian aneh deh. Bikin acara reuni kok hari Selasa sampai Kamis? Kan aneh itu."
"Memang dibikin week day supaya nggak penuh gedungnya, juga sewanya lebih murah dibanding bila sewa saat weekend."
"Tapi kan orang-orang jadinya sulit karena harus mbolos kerja."
"Alah kerja boros tiga hari mah gampang," kata Andre.
"Ya udah langsung kantorku aja."
"Ke kantorku sebentar lah," bujuk Andre.
"Enggak katanya satu kali kan?"
"Iya tapi kan …."
"Enggak ada tapi kan, nanti kan di Australia kita lama. Terus ke Paris pula," kata Ebby.
"Janjinya cuma stempel kok."
"Ya nggak bisa juga lah."
"Aku bilang apa, pasti nggak bisa," kata Ebby lagi.
"Pokoknya sekarang aku mau ke kantor." Akhirnya mau tak mau Andre menyetujui Ebby, dia mengedrop Ebby di kantornya.
"Nanti aku jemput ya," tutur Andre ketika memasuki halaman gedung kantor Ebby.
"Enggak usah aku mau kerja. Belum lagi sekarang aja udah jam makan siang," kata Ebby.
"Ya udah kiss dulu sebelum turun," pinta Andre.
"Keliatan orang tahu," tolak Ebby.
"Kaca mobilku rayban nggak bakal kelihatan dari luar." Tak ada alasan buat Ebby mendengar kalimat Andre.
Ebby pun menurut permintaan Andre dia mencium sekilas bibir kekasihnya lalu turun.
Andre langsung menuju kantor papa nya. Dia ada janji dengan Hengky dan Patricia soal masalah Bunaken.
'*Tapi aku belum urus perhitungan untuk laba buat perusahaanku. Tak mungkin aku langsung bawa Ebby. Ya udah deh aku ngobrol dengan Hengky dulu*.'
"Hallo Pa" sapa Andre di ruang Herman.
"Lho kamu sudah datang," kata Herman.
"Ya, kita makan dulu Yu Pa. Kita pertemuan kan nanti habis makan siang," kata Andre.
"Kayaknya Papa nggak bisa ikut meeting bareng kalian. Papa ada pertemuan dengan pihak lain," balas Herman.
"Ya udah kalau gitu, nggak apa apa kita makan dulu."
\*\*\*
"Hantarannya udah ada di rumah, Ebby barusan kirim foto bahwa dia udah antar semuanya," Hengky memperlihatkan foto yang dikirim Ebby padanya.
"Wow hebat ya Ebby." Puji Patty tulus.
"Ya dia tadi dijemput Daddy buat ambil itu."
"Lho, daddy-mu ngambil di rumah Ebby?"
"Iya tadinya Ebby mau datang sendiri, cuma daddy bilang biar dia ambil saja. Sudah dibantu masa enggak mau ambil."
"Oh baguslah."
"Oma bilang seharusnya dikirim hari H aja, cuma Ebby tak mau. Dia bilang takutnya aku curiga bahwa dia bukan orang baik jadi diantar duluan."
"Sebetulnya wajarlah orang pasti akan berpikir begitu karena biar gimana pun kan dia mantan tunanganku."
"Padahal sih aku nggak berpikir seperti itu, tapi Ebby mengira aku yang berpikir negatif seperti itu."
"Kita jadi ketemuan sama daddy masalah Bunaken kan?"
"Iya daddy udah sampai kantor dari tadi. Daddy bilang sudah sampai kantor sedang makan siang sama Opa."
"Oke kita juga makan dulu yuk sebelum maju perang."
"Oke siapa takut," Hengky dan Patty pun keluar untuk makan siang bersama.
\*\*\*
"Daddy sih nggak ada masalah ya kayaknya dua-duanya bisa kita ambil. Biar aja nanti yang nentuin Ebby, mana yang akan diambil jadi jangan kita yang putusin."
"Biar pihak sana yang putusin," kata Andre merespon laporan Patty dan Hengky.
"Kalau dari prospeknya bagaimana?"
"Kalau promo kita bagus kayaknya benefitnya bagus sih Pak." Jawab Patty. Saat itu sedang suasana formal jadi dia tetap memanggil Pak lagi pula Patty memang belum disuruh manggil daddy sih sama Hengky.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE