
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Akhirnya rombongan tiba di Bali.
"Jangan lupa kalian atur jam tangan kalian menjadi Waktu Indonesia Tengah." Ebby mengingatkan sahabatnya soal perbedaan waktu Jakarta dan Denpasar.
"Waktunya berbeda?" tanya Ruddy.
"Iya. Indonesia ini terbagi tiga waktu. Bali sama dengan Sulawesi atau Bunaken itu. Bali itu masuknya Indonesia Tengah satu jam lebih dulu dari waktu Jakarta."
Mereka semua merubah waktu menjadi Indonesia Tengah.
Di bandara rombongan sudah ditunggu oleh mobil yang disiapkan oleh Gunawan untuk putrinya.
Mereka langsung menuju villanya Gunawan.
"Wow kami nggak melihat keindahan seperti ini saat kunjungan sebelumnya," kata Stella dan Ruddy hampir bersamaan.
Mereka telah tiba di villa yang dimiliki oleh Gunawan. Villanya benar-benar tradisional, bahan-bahan kayunya atau ukiran-ukirannya semua benar-benar tradisional Bali.
"Kalian pilih kamar kalian sendiri ya," kata Ebby, sementara dia langsung masuk kamar miliknya.
"Aku punya kamar tersendiri di sini yang memang nggak pernah dibuka buat tamu. Kamar papa mama juga sama." Ebby menjelaskan tentang villa mewah dengan 7 kamar buat umum dan dua kamar milik Ebby dan kedua orang tuanya.
"Oh gitu ya," Stella masih kagum pada interior villa yang sangat menakjubkan.
"Kalian ambil aja kamar sendiri, penjaga villa sudah mempersiapkan semua kamar."
Rudolf dan Dave mengambil kamar yang berjauhan. Stella mengerti dia sengaja menempati kamar tengah di antara kedua kamar sahabatnya itu.
"Kalau mau istirahat silakan istirahat dulu ya, aku mau mandi dan kita bertemu tiga puluh menit lagi. Tadi kita belum makan siang."
"Makan siang sudah siap kok. Sudah disiapin sama koki villa. Tadi mama nyuruh koki masak makanan khas dari Bali yaitu BEBEK BETUTU."
"Bebek atau ayam Betutu adalah makanan tradisional khas Bali yang terbuat dari ayam atau bebek utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam."
"Aku akan ajak kalian melihat cara membuat bebek Betutu tradisional. Ayam atau bebek betutu merupakan jenis lauk pauk yang dibuat dari daging ayam atau bebek yang telah dibersihkan, kemudian dibalurkan bumbu khas Bali yang dikenal dengan "base genep" di seluruh permukaan daging ayam atau bebek dan sebagian lagi dimasukkan ke dalam rongga abdomennya."
"Daging bebek ayam yang telah dibumbui kemudian langsung dibakar hingga menghasilkan aroma yang khas. Aroma yang muncul disebabkan karena adanya pemanasan yang menyebabkan air dan lemak daging ikut menguap."
"Unggas tersebut biasanya diisi dengan kelapa parut atau daun singkong dan aneka rempah."
"Kalian harus melihat cara memasaknya yaitu dengan dipanggang dalam api sekam selama enam sampai delapan jam."
"What? Selama itu?"
"Ya. Proses pemanggangan yang lama dapat membuat daging bebek lebih empuk dan bumbunya meresap."
"Itu sebabnya besok aku akan mengajak kalian ke dapur tradisional agar tahu proses pembuatannya."
"Kita mulai keracunan lagi," bisik Ruddy agak keras sengaja menggoda Ebby dan Andre.
"Kalian nggak usah pakai nasi nggak apa-apa. Aku dan Andre akan makan pakai nasi karena makan bebek Betutu itu sangat enak dan dimasaknya juga sangat lama."
Mereka pun masuk kamar masing-masing dan bersiap untuk makan siang.
\*\*\*
Di meja makan ada satu ekor bebek utuh panggang yang di dalamnya diisi dengan ada bumbu rempah.
Ada juga ikan bumbu Bali dan ayam goreng serundeng serta kentang panggang.
"Ayo kalian makan, mau sedikit atau banyak terserah," kata Andre aku sudah nggak sabar.
"Ini apa?" tanya Ruddy.
"Itu plecing kangkung namanya. Sayuran khas di Bali juga. Di Indonesia masaknya walau pun sama-sama ditumis beda rasanya."
"Di Jakarta kamu pakai tumis kangkung nggak seperti ini, lalu kalau di Cina kita bikin kangkung cah. Sama-sama dari bahan kangkung di daerah lain juga bumbunya beda."
Ebby mengambilkan Andre nasi dan sayur kangkung, bebeknya biar Andre ambil sendiri.
Rudolf tanpa ragu mengambil nasi dan ikan pedas juga bebek betutunya.
Di villa ini ada satu pegawai yang berdiri menunggu perintah untuk melayani yang sedang makan. Dia berdiri agak jauh ditepi ruangan.
"Wow ini rasa rasa rempahnya terasa sangat menakjubkan," Rudolf memberi penilaian tentang bebek betutu yang dia ambil.
"Sulit digambarkan dengan kalimat," sahut Dave.
Saat sedang makan itu dua teman Andre datang.
"Sorry ya temanku ikut bergabung di sini jadi saat kalian kerja aku juga kerja"
Andre mengajak kedua rekannya langsung ikut makan bersama rombongan.
Sejak di Jakarta Andre mengabarkan pada 6 orang rekannya dari Australia untuk datang bertemu dengan Andre.
Mereka akan membahas proyek bersama Andre. Jadi saat Ebby dan teman-temannya kerja, Andre juga kerja.
"Enggak apa apa Ndre. Jadi kita sama-sama kerja. Kamu nggak cuma nunggu kami aja," kata Stella.
"Iya. Lagian kamu kenapa sih nggak mau masuk grup kita aja?" kata Dave.
"Aku sudah punya proyek ini sejak lama jadi begitu kalian mau kerja aku pun juga menghubungi rekan-rekan kerja aku. Biar aku nggak ganggu kalian."
Rekan kerja Andre adalah laki-laki juga.
"Ayo kalian ikut makan kalau nggak suka menunya ada menu western-nya."
"Enggak kami mau ikut makan dengan menu ala kamu. Kami sudah rindu makanan Bali," kata dua teman Andre yang bernama Lionel dan Maurits.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED