ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
DISUAPIN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Rudd, aku mau mampir ambil laundryku dulu," pamit  Andre pada Ruddy.



"Wah boleh tuh. Aku juga mau ambil milikku deh," kata Ruddy. Lalu mereka pun ke laundry dulu dan membawa baju-baju bersih mereka di kamar.



'*Rudd kamu balik keduluan nggak apa apa saya kembalinya nanti aja sekalian makan malam*,'  Andre mengirim pesan pada Ruddy.



'*Baik. Saya akan mandi lagi, baru kembali ke rumah sakit*,' balas Ruddy.



Andre langsung packing barangnya di koper jadi kalau hari ini mau berangkat tiba-tiba dia sudah siap. Tak lupa baju kotor yang sekarang dia pakai nanti akan ditaruh di laundry dengan pelayanan 2 jam.  Jadi besok pagi tinggal ambil, begitu terus aja sampai sebelum dia berangkat ke Indonesia.


\*\*\*



"Koq sendirian Rudd?" tanya Gunawan melihat Ruddy lewat di depan kamar rawat Ebby.



"Andre sedang di homestay"  kata Ruddy. Ruddy membawa satu batang coklat dan pakaian ganti untuk istrinya.


\*\*\*



Andre langsung membuka pekerjaannya dilaptop dia langsung membalas email. Andre juga langsung bicara dengan Hengky dan mamanya. 



Lalu Andre terus bekerja tanpa ingat waktu ketika sadar hari sudah hampir maghrib. 



Andre langsung mandi dan memanaskan semua makanan di microwave. Andre membawa makanan panas itu. Tak lupa dia mampir ke laundry untuk menaruh baju kotor yang dia pakai tadi.



Andre mengantar makanan untuk Stella lebih dulu.



"Kamu beli dimana Ndre? Semua masih panas." Stella menerima makanan berbau harum itu dengan sangat senang.



"Tadi sehabis makan siang waktu aku beli coklat itu ternyata di seberangnya ada resto chinese food. Aku belikan buat kamu dan semua. Barusan sebelum kesini aku panasin di  Homestay," jelas Andre.



"Terima kasih ya." Ucap Stella.



"Ayo aku langsung ke kamar Ebby ya?" Pamit Andre pada Stella.



Andre langsung menyerahkan makanan yang dia bawa pada Sekar.



Tentu saja Sekar sangat senang dapat makanan "mewah"  itu.



"Kamu dapat dari mana semua ini?" Sekar terbelalak melihat aneka menu chinese food panas yang Andre bawa.



"Tadi di depan toko tempat aku beli coklat dan keju titipan mama ada resto chinese food. Jadi aku beli itu."



Andre melihat Ebby sudah sangat keruh wajahnya.



"By, kamu mau?  Ini ada kwetiau goreng atau mie ayam pangsit basah, juga ada capcay, nasi putih, fuyunghai," tawar Sekar melihat apa yang Andre bawa.



"Enggak Ma," tolak Ebby.



"Sini Papa aja yang makan. Papa minta nasi, capcay dan fuyunghai," kata Gunawan. 



"Wah akhirnya ketemu nasi juga," desah Gunawan sambil mencicipi aneka makanan itu.




"Iya bener,"  kata Andre.



"Pokoknya biar gimana pun makanan Indonesia is the best ya," kata Sekar sambil ikut menyuap nasi Fuyunghai dan capcay dari piringnya Gunawan.



"Aku juga tadi membayangkan seperti dapat durian runtuh rasanya mendapati resto itu." Andre bersyukur kalau makanan yang dia bawa dihargai.



"Terima kasih loh. Karena  kamu aku bisa dapat makanan ini," Gunawan berucap jujur.



"Terlebih aku yang udah lebih lama disini kangen banget ama kenikmatan menu nusantara termasuk menu chinese tentunya."



"Kamu nggak makan? Ini masih lebih dari satu porsi," ajak Sekar.  



"Tadi udah di homestay sambil kerja makan mie ayam bakso pangsit," jawab Andre jujur.



Andre mengambil sedikit nasi dan capcay yang sudah dibuka oleh Gunawan. Dia tambah fuyunghai.



"Makanlah. Aku tahu kamu lapar," kata Andre, dia menyuapi Ebby.



Ebby menolak dengan membuang muka.



"Ayo kamu pasti kepengen," bujuk Andre lembut sambil terus menyodorkan sendok ke mulut Ebby.



Mencium harum makanan kesukaannya Ebby langsung membuka mulutnya dan dia pasrah disuapin oleh Andre.



Gunawan dan Sekar melihat itu semua tapi mereka mengabaikan pemandangan didepan mereka itu.  Mereka kembali menekuni makanan mereka.



"Enak ya By," tanya Sekar.



"Iya Ma, enak banget," puji Ebby.



Andre senang karena Ebby tak malu dia suapin di depan kedua orang tuanya. Dan Ebby habis cukup banyak sehingga Fuyunghai cap cay  dan nasi habis semua. Yang masih tersisa untuk makan malam adalah mie goreng kwetiau goreng dan bakso kuah yang Andre beli dalam jumlah banyak.



"Rasanya besok pagi kita beli di sana lagi aja Ndre," kata Gunawan. 



"Kita beli sekalian buat makan pagi sampai makan malam kita panasin seperti ini di microwave aja" kata Gunawan lagi.



"Boleh, besok pagi aku ke sana," Andre tak keberatan beli makan di resto yang tadi dia tanya sudah buka sejak jam enam pagi untuk melayani pelang-gan yang butuh sarapan.



"Enggak kita berdua ke sana," kata Gunawan.



"Aku juga pengen tahu tempatnya."



"Baiklah."



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.



![](contribute/fiction/6576983/markdown/10636434/1679720146481.jpg)