
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Mama terlalu lama berdiri. Nanti Mama bisa sakit lagi." Ebby langsung berjalan cepat melihat Meylan terlihat lelah. Tanpa pamit dia tinggalkan teman-teman Hengky.
Andre melihat Ebby menuntun Meylan untuk duduk.
'*Attensinya buat mama benar-benar tulus dimana pun*.'
"Mama juga mulai kerasa keliyengan nih. Dari tadi jalan sana sini." Ucap Meylan.
"Mama sih kalau aku nggak ingetin begitu," Ebby protes pada Meylan.
"Ayo duduk Ma," ajak Ebby. Tante Liem dan tante Yap tak percaya melihat Ebby begitu perhatian pada Meylan.
"Kakak ternyata Ebby memang begitu perhatian pada tante Meylan, ya Kak."
"Benar, dia memang sangat perhatian dan sangat telaten pada mertuanya."
"Mas, Mas tolong ambilkan air putih hangat ya," Ebby meminta seorang pelayan mengambilkan air putih hangat.
"Baik Bu,"
"Mama jangan minum air es dulu ya. Nanti bikin Mama pusing," kata Ebby.
"Ini Bu," tak lama yang tadi diminta oleh Ebby datang membawa air putih hangat.
"Mama minum air hangat dulu nanti aku ambilkan Mama makanan. Mama nggak apa apa kalau makanan masih kuat nahan koq," Meylan menghibur Ebby agar tak terlalu mengkhawatirkan dirinya.
"Udah Mama diem aja." Herman kaget melihat Ebby memberikan air putih pada Meylan.
Minuman disitu tak ada air putih, semua air bersoda kecuali air es.
Gelas yang diberikan Ebby tak ada embunnya, artinya bukan air es.
"Mama kenapa Ma?" tanya Herman khawatir.
"Nggak apa apa, aku cuma terlalu lelah karena tadi jalan dan berdiri saja." Lapor Meylan.
"Aku lupa Pa. Aku senang Hengky akhirnya menikah sehingga aku menyapa hampir semua tamu yang aku kenal. Kalau nggak ada Ebby aku lupa tak ingat apa pun."
"Jadi tadi Ebby yang ingetin Mama suruh berhenti?"
"Iya Ebby yang ngingetin aku suruh berhenti," kata Meylan.
"Sekarang Ebby ke mana?"
"Tadi dia habis ambilin aku air hangat, barusan dia bilang mau ambikan aku makan," kata Meylan.
"Mama ini ada makaroni panggang panas. Mama makan ini ya. Dan ini nggak pedes," Ebby memberikan satu piring kecil makaroni panggang.
"Makasih ya By," jawab Meylan sambil menerima piring yang diberikan calon menantunya itu. Dari jauh Andre melihat Ebby sedang mengurusi Meylan.
'*Istri idamanku*,' kata Andre dalam hatinya sambil tersenyum. Sayang Andre tak sadar sebelahnya ada seorang perempuan yang memandangnya dengan penuh nafsu dan menyalah artikan senyum Andre itu.
Ebby menengok pada Andre tepat saat perempuan itu sedang mencium pipi mendekati ujung bibir
Andre dengan mesranya.
Andre kaget dicium oleh seorang perempuan. Rupanya perempuan itu adalah teman dari Claudia sepupu Andre.
"Apa-apaan kamu bitchh!" Jerit Andre saat dia dicium oleh Rita atau Margaretha. Sayang saat itu Ebi sudah tidak melihat bentakan itu.
Andre langsung marah dan tanpa sadar bicara cukup keras sehingga orang-orang disekitarnya mendengar amarah Andre itu.
Gunawan papa Ebby melihat itu. Dia saksi saat Claudia memperkenalkan temannya itu pada Andre tapi Andre tak peduli.
"Andre, kenapa kasar begitu sih?" Protes Claudia.
"Kamu sudah terlalu merendahkan aku Klo ( Claudia ). Sejak dulu kau jajakan aku pada semua temanmu seakan aku sangat rendahan dan tak laku apda siapa pun."
"Cukup pengertian.dan maafku selama ini untukmu. Saat ini aku sudah berada di tepi jurang. Aku akan mendorongmu lebih dulu sebelum kau terjatuh!" Ancam Andre.
Andre tahu, jurang tengah menanti untuk menelannya. Persis seperti saat Hengky ketahuan selingkuh!
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU