ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
GARIS TUHAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Aku boleh tanya?" Pagi ini saat sarapan Patricia bertanya pada Hengky.



"Kenapa?"



"Apa panggilan sayangmu buat Ebby?"



"Kenapa sih? Aku sama dia udah nggak ada sangkut paut lagi." Jawab Hengky.



"Ya ada akibatnya lah. Aku nggak mau panggilan yang pernah kamu kasih buat dia itu kamu kasihin buat aku.  Bukan apa-apa, aku enggak mau kalau bayang-bayang dia terlintas saat kamu sebut aku dengan panggilan yang sama."



"Enggak akan! Biar bagaimana pun dia dulu pernah memenuhi isi hatiku. Tapi aku pastikan nggak akan mencuat lagi."



"Itu sejarah hidup yang tak pernah bisa dihapus siapa pun."



"Iya makanya, justru itu aku nggak ingin sebutanku sama dengan dia."



"Oke aku nggak akan panggil kamu *honey* atau *babe* karena itu panggilan yang biasa untuk dia," dengan jujur Hengky menjawab Patricia.



Pagi ini mereka sudah mulai bekerja dengan hubungan yang beda, tetap aja kalau untuk kerja Hengky mau pun Patricia benar-benar profesional.



"Kalau lokasi ini, aku nggak rekomendasiin deh Pat,"  tolak Hengky melihat lahan datar yang mereka kunjungi hari ini.



"Menurutku ini bisa Heng," Patricia malah bilang itu bisa.



"Enggak bisa lah, nggak masuk di biaya opersional. Lihat tuh tanahnya itu nggak bisa pakai pondasi biasa. Kita akan kesulitan di fondasi. Nanti malahan cost nya terlalu besar," Hengky menjabarkan alasan mengapa dia tak merekomendasikan lahan di depan mereka itu.



"Iya sih emang tekstur lahan enggak bisa dengan fondasi biasa ya," Patricia menyadari dia kurang teliti melihat lahan landai dan indah.



"Nah itu, jadi jangan hanya landainya bisa tapi kita akan besar di biaya pondasi," Hengky ingin mengacak-acak puncak kepala Patty. Tapi gadis itu pakai topi lapangan.



"Gimana kalau kita bikin dua alternatif. Kita kasih tahu kalau ini digunakan maka butuh biaya pondasi seperti ini, Tapi kalau pakai lahan lain kita kasih rincian biaya seperti apa." Usul Patty.



"Oh oke,  itu bagus kalau kita punya compare seperti itu. Aku senang itu," kata Hengky.



"Ya udah ayo kita buat perhitungan untuk dua lahan yang berbeda dengan rincian yang benar.


\*\*\*



"Aheng dan Patty sudah jadian," kata Andre pada Herman dan Meylan di meja makan malam ini.




"Tadi Aheng laporan pekerjaannya. Aku tanya, apa dia sudah menggunakan waktu yang aku kasih buat dia menyatakan cintanya? Dia bilang kerjaan besok selesai dan mereka sudah jadian dua hari lalu," kata Andre.



"Baguslah paling tidak mereka bekerja profesional walau pun pacaran," kata Herman.



"Iya Patricia mau pun Hengky sama-sama profesional kalau dalam bekerja." Puji Andre terhadap sikap kerja putra kandungnya itu.



"Mama belum bisa nerima Patricia. Walau Mama tidak menolaknya." Meylan mengatakan apa yang ada dalam hatinya. Mereka biasa terbuka dalam segala hal.



"Kenapa Ma?" tanya Andre.



"Aku masih lebih sreg dengan Ebby." Jawab Meylan



"Apa pun yang terjadi, kita nggak bisa narik garis tangan yang telah dituliskan Tuhan. Ebby dan Hengky tak bisa bersatu."



"Mungkin dengan jalan Carol pembatalan Tuhan terjadi. Tapi kalau tak ada jalan Carol, kalau Tuhan bilang tak jodoh bisa dengan jalan lainnya. Pasti ada jalan itu."



"Itu sudah ketentuanNya. Entah bagaimana pun pasti ada jalan buat pernikahan itu batal."



"Kalau memang jalannya mereka harus kembali lagi ya bakal kembali Ma."



"Jadi kita ikuti aja alurnya," kata Herman dengan bijaksana.



"Aku setuju dengan Papa, aku juga setuju dengan Mama," Andre memberi pendapatnya.



"Kamu tuh plin plan deh," kata Meylan.



"Maksud aku, aku setuju dengan Papa, semua itu adalah garis tangan yang Tuhan telah tetapkan. Tapi aku setuju dengan Mama yaitu aku suka kalau Hengky dengan Ebby. Tapi mau bagaimana lagi?" Andre menjelaskan apa yang dimaksud dengan kata-katanya .



"Mama dan Papa selalu minta aku buat cari pengganti Maura kan? Gimana kalau aku sekarang mulai mencari pengganti Maura apa nggak terlambat?" tanya Andre.



"Enggak akan pernah ada kata terlambat. Kalau memang kamu menemukan sosok yang tepat dekati  aja," perintah Meylan.



"Aku takut Ma. Karena calon aku ini orang yang tidak tepat buat kita semua.  Jadi aku belum berani memberitahu kalian."



"Tak ada orang yang tak tepat. Apa pun jalanmu, kita balik lagi :  *kalau itu sudah garis Tuhan mau kita bilang apa walau mungkin Papa dan Mama tidak suka tapi itu sudah garis Tuhan kita tak bisa menolaknya*," kata Meylan.



"Baiklah aku akan meyakini diriku sendiri. Walau terus terang aku juga merasa ini akan berat kedepannya bukan buat aku karena buat laki-laki itu biasa, tapi berat buat perempuan itu,"kata Andre.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER