ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
BUTUH WAKTU SPECIAL BUAT MENGHANTAM CLAIRE



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, Yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



Claire menutup kepalanya dengan menggunakan hoodie. Dia juga mengenakan kaca mata hitam dan masker sehingga tak ada yang mengenali. 



Claire harus segera mencari tempat aman sebelum semua bisa dia atasi. Dia mencari penginapan kecil dekat rumah sakit. Setelah menaruh barang dia membuka ponsel miliknya.



Claire kaget di ponselnya banyak panggilan tak terjawab juga ada banyak banyak pesan untuk membooking dirinya.



Harga saham perusahaan Steven yang dikelola Claire pun terjun bebas tak bisa dipertahankan lagi.



Claire benar-benar hancur saat ini. Claire tak menyangka perempuan kecil istri Andre itu tak bisa dia lawan. Dia pikir anak kecil itu hanya ingin merebut hartanya Andre saja.



Sejak di Paris, Claire sudah berkenalan dengan Ebby. Andre memperkenalkan sebagai istrinya, tapi Claire tidak tahu Ebby adalah pengusaha.



Claire pikir Ebby adalah mahasiswa yang memang kerja di perusahaan Andre buat cari tambahan biaya hidup.


\*\*\*



Harga saham semakin tak tertolong. Terjun bebas tanpa bisa dikatrol lagi. 



Claire mencoba segera menjual perusahaan mumpung masih bisa, tapi tak ada satu pun pengusaha yang tertarik.



Claire cepat memasang iklan dan berjanji akan segera melepas berapa pun harga yang diminta oleh calon pembeli.



Semakin lama ditahan akan semakin bahaya.



Akhirnya Claire bisa menjual semua saham kepemilikan perusahaannya pada seorang pengusaha tidak terkenal.



Pengusaha itu tidak datang, hanya diwakilkan pengacaranya saja.



Claire tidak memperhatikan lagi siapa pembelinya yang penting pembayaran sudah terjadi.



Claire langsung tanda tangan.



Saat ini dia aman. Karena perusahaannya masih bisa terjual. Kalau sampai titik NOL tentu dia tak akan dapat apa pun.



Kedua orang tuanya sudah sangat syok melihat kelakuannya itu. Padahal dia tidak menjual diri.



Tapi semua tak bisa dibantah kenyataannya dia mengiklankan diri seperti itu.



Claire sudah take down berkali-kali tapi iklan itu tak bisa hilang begitu saja.



Malah makin meluas. Claire benar-benar terjun ketitik nadir.


\*\*\*



"Aku punya hadiah untukmu," bisik Ebby pada suaminya 



Andre sudah mempersiapkan sarapan mereka,  sedang Ebby bersih-bersih apartemen juga memasukkan baju kotor ke plastik besar laundry.



Mereka membuat kesepakatan semua pekerjaan rumah dilakukan berdua.




Andre memilih mengerjakan semua sendiri selama dia masih mampu.



"Hadiah apa Babe?"



"Ini aku sudah membeli perusahaan Steven kembali."



"Aku tahu perusahaan ini adalah cikal bakal semua usahamu." Ebby memperlihatkan email dari pengacaranya di Paris, perihal pembelian perusahaan yang sempat dikuasai Claire saat Andre mundur sebagai partner perempuan itu.



"Buat apa?" kata Andre tak mengerti mengapa Ebby memberi hadiah itu untuknya.



"Aku tahu perusahaan ini punya nilai sejarah sebagai perusahaan pertamamu dan Steve. Kita bisa kembalikan domisili perusahaan ke Australia atau digabung dengan perusahaanmu yang  akan kamu rintis di Bali," jawab Ebby.



"Kamu memang penuh kejutan," kata Andre. Dia tak menyangka istrinya sangat jeli dengan hal sensitif seperti itu.



"Lebih baik perusahaan itu kita pindah ke Bali aja biar lebih mudah pengawasannya. Kalau ke Australia buang waktunya juga terlalu lama untuk bolak balik."



"Itu sangat membuang waktu. Terlalu lama,  lebih baik di Bali aja." Andre tak ingin pergi lama dari rumah terlebih bila mengingat nanti ada anak-anak dari Ebby.



"Oke aku setuju," jawab Ebby.



"Besok kita urus semuanya untuk pindah ke Bali."



"Kapan mau berangkat ke Paris?"



"Ya terserah kamu mau berangkat kapan? Yang penting dua bulan lagi aku akan ke Australia mengurus proyek yang kemarin." jelas Andre.



"Aku izinkan kalau aku belum ada baby. Kalau aku udah ada baby semua pending!" Jawab Ebby possessive.



"Loh kenapa?" tanya Andre.



"Kan kalau kehamilan muda aku nggak bisa terbang," jawab Ebby cepat. Andre mengerti kalau Ebby tak mengizinkan dia pergi sendiri.



"Loh yang pergi kan aku kenapa kalau kamu enggak bisa terbang jadi ke pending?" Andre menggoda Ebby seakan tak mengerti maksud perkataan istrinya.



"Kamu nggak boleh pergi kemana pun sendirian," jawab Ebby tegas.



"Oke Boss ," kata Andre sepakat.



'*Rupanya ini mengapa Ebby butuh waktu spesial untuk mengolah Claire. Tak mau dia sambi. Karena kalau disambi dia nggak merasakan kepuasan seperti sekarang*.'



'*Setelah semua urusan pernikahan mereka selesai baru Ebby menangani Claire*.'



'*Istriku benar-benar perempuan yang hebat*,'  kata Andre dalam hatinya. Mereka pun sarapan bersama.


Untuk penggemarnya mas Sonny dan caca Adelia di novel berjudul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE



baca sequel tentang Mukti, Vio dan Komang di cerita baru berjudul CINTA TANPA SPASI yaaaaa