ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
KENAKALAN ADIK KECIL



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Kamu tidur aja di situ," Andre ingat, malam itu Ebby menyuruh dia tidur di bed untuk penunggu pasien.



"Aku di sini aja," Andre tak mau tidur di bed. Dia memilih tidur sambil duduk disebelah ranjang Ebby.



"Badanmu sakit kalau tidur sambil duduk."



"Enggak apa apa, aku di sini aja." Mereka berdua sama-sama ngeyelnya.



Akhirnya Ebby membiarkan Andre untuk duduk di sebelah kasurnya. Ebby tidur miring dengan pinggang yang ada lukanya bagian atas.



Seperti biasa Andre memegang tangan Ebby dan mengusap kening Ebby sampai gadis itu tidur lalu dia pun ikut tidur.



"Ndre," sapa Ebby pelan. Ebby mulai menyebut nama Andre bukan memanggil OM lagi. Cepat sekali perubahan yang gadis itu lakukan. 



"Ndre," sapanya lagi sambil sedikit mengguncang jemari tangan Andre.



"Iya, butuh apa?" Andre sigap bertanya.



"Tidur sini aja," Ebby menepuk ranjang disebelah tubuhnya.



"Enggak usah, sudah kamu tidur saja," ucap Andre.



"Tidur sini atau enggak usah nungguin aku lagi," ancam Ebby.



Tak mau bila dilarang menunggui Ebby, maka Andre pun naik ke brankar. 



"Aku takut menyentuh lukamu," ucap Andre.



"Enggak. Sudah ayok tidur," ajak Ebby.



Lalu mereka pun terlelap karena semalam Andre hampir tak tidur.



Andre terbangun setelah cukup lama dia tertidur. Dilihatnya wajah damai Ebby dalam pelukannya.



Andre baru sadar sejak tadi dia tidur memeluk Ebby dengan erat. Dan Ebby tak merasakan sakit, artinya dia tak menyenggol luka bekas operasi Ebby.



Sejak saat itu mereka tak bisa bila tak tidur berpelukan.wp



Andre bergegas ke kamar mandi membawa baju gantinya dia langsung mandi karena ada yang muncrat di bawah saat dia tidur tadi.



Rupanya adik kecilnya Andre nggak tahan sehingga dia mimpi basah. 




Tak terbayang bila dia harus mengenakan celana basah akibat pistol airnya muncrat.



Sampai Andre selesai mandi Ebby masih belum bangun juga.


\*\*\*



Andre ingat saat itu orang tua Ebby datang dan menginap di homestay seberang rumah sakit.



Tadi Ebby baru bercerita kejadian sebenarnya motif penculikan  Rudolf yang ternyata obsesi cinta sejenis.



"Sudah sekarang kamu tidur,"  kata Sekar malam itu.



"Andre kamu balik ke hotel?" tanya Sekar pada Andre.



"Saya tunggu di sini aja nggak apa apa," jawab Andre.



Andre ingat saat itu dipandangnya mata Ebby, dia melihat pandangan menusuk Ebby seakan mengancam bila Andre akan meninggalkannya.



"Sudah nggak apa apa saya yang tunggu di sini deh. Kamu pulang aja ke hotel," ucap Sekar saat itu.



"Nggak apa apa kok. Sudah biarin saya aja yang jaga di sini. Cece sama Koko istirahat aja. Besok pagi-pagi sekali saya akan ke hotel buat check out sekalian ambil kamar untuk Stella dan Ruddy." Tolak Andre. 



"Kamar di depan saya yang urus aja," kata Gunawan.



"Malam ini pulang dari rumah sakit saya langsung akan pesankan kalian dua kamar," kala itu Gunawan memutuskan dia akan handle masalah home stay.



"Jadi kamu nggak apa apa jaga sini Ndre?" Sekar kembali memastikan.



"Iya Ce, Koko dan Cece istirahat aja," Andre menjawab pasti.


\*\*\*



Andre mematikan lampu ruangan yang besarnya lalu tinggal lampu kecil untuk tidur.



Andre sadar, terlalu lama dia mengembara mengingat awal cintanya dengan Ebby.



Dia bersihkan meja makan. Dia masukkan botol coke kembali ke kulkas dan dia cuci gelas yang dia pakai. Tinggal berdua, semua memang harus dikerjakan sendiri.



Andre membersihkan gigi dan wajah kembali. Lalu segera menyusul Ebby yang telah lama terlelap.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING