ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
AMPLOP BERPITA GOLD



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Hari ini sejak siang Ebby dan Patty sudah ada di rumah Meylan. Keduanya kerja setengah hari karena nanti malam akan ada tamu untuk makan malam.



Sesungguhnya alasan utama mereka memang sudah janjian mau bikin black forest tart untuk mereka, bukan buat tamu.



Meylan membuat kue dibantu oleh dua putrinya tentu sangat senang, karena keduanya sama-sama dianggap putri daripada dianggap cucu mantu.



"Jadi satu loyang mau kamu bawa pulang?" tanya Meylan bingung. Masalahnya Ebby hanya berdua Andre dan anaknya tak terlalu suka kue manis. 



Kalau dibawa pulang ke rumah Sekar enggak jadi masalah karena disana juga banyak pembantu yang bisa disuruh menghabiskan kue.



"Iya mau aku mau bawa pulang satu loyang full,"  kata Ebby memastikan.



"Satu loyang makan di sini lah."



"Ya ampun masa kamu satu loyang sendiri?"



"Enggak apa-apa lah Ma."



"Andre itu nggak terlalu suka loh." Meylan menjelaskan pada Ebby, takut menantunya belum hafal kebiasaan anaknya.



"Aku tahu Koko enggak terlalu suka, tapi aku bisa habisin sendiri.  Tapi koko pasti suka kok. Mama tenang aja. Yang penting banyak rhum-nya."



"Mau di kasih wine aja atau gimana?" kata Meylan menawarkan Ebby.



"Enggak Ma, jangan."



"Aku mau yang rhum aja."



"Apa sih bedanya pakai wine sama rhum?"  tanya Patty serius.



"Bedalah. Kalau wine kan memang asli. Kadar alkohol tinggi, kalau rhum kan hanya sekedar perasa aja."



"Kalau wine walau pun dalam jumlah sedikit nanti nggak baik buat baby."



"Wine walau jumlahnya hanya sedikit terus juga sudah diolah nggak baik."



"Aku nggak mau nanti baby kenapa-kenapa. Jadi mendingan kita pakai rhum aja," Ebby merinci perbedaan penggunaan bahan kue.



Meylan malah nggak berpikir ke situ.



"Hai Babe," sapa Andre, dia memeluk dan mencium istrinya di depan Patty dan Meylan yang sedang menunggu hasil bakaran kue mereka.



"Kok pulang cepet," tanya Ebby balas memeluk suaminya.



"Kangen," jawab Andre.



Melan yang mendengar itu tersenyum bahagia.  Dulu Meylan menyaksikan rumah tangga Andre dan Maura tak pernah ada moment mesra seperti ini walau masih pengantin baru sekali pun dan keduanya masih sangat muda seharusnya sedang menggebu.



Andre memang sangat menyayangi Hengky sejak di perut tapi tidak ada moment mesranya.



Andre menjaga Maura dengan sangat baik, tapi tak memperlihatkan sikap kasih sayang seperti yang diberikan pada Ebby.



Berapa kali Meylan melihat di setiap kesempatan bila melewati Ebby, Andre akan mencium pipi atau mengusap lengan atau apalah pokoknya ada touch pada Ebby.



Hal yang tidak pernah Meylan lihat ketika berumah tangga dengan Maura dulu.



"Ma aku pamit sebentar ya. Aku mau siapin baju ganti Koko. Aku nggak mikir dia pulang cepet jadi belum aku siapin baju gantinya," kata Ebby pamit pada Meylan.



"Ya," jawab Meylan. Dia melihat Ebby dan Andre jalan berdampingan sambil lengan Andre ada di pinggang belakang Ebby. Mereka menuju kamarnya Andre di rumah ini.



"Siap bikin kejutan?" tanya Andre.



"Siaplah" jawab Ebby.



"Kita bikin pas minum teh sore aja." bisik Andre.




"Kayaknya mereka juga akan pulang cepet deh tadi aku sih bilang sama papa. Papa bilang udah on the way tapi kok belum sampai ya? Padahal saat telepon  aku masih di kantor."



"Papa sudah on the way duluan, tapi disuruh Mama tadi aku dengar mama telepon Papa."



"Oh pantes."



"Bagaimana dengan Aheng?"



"Aku nggak tahu. Aku nggak hubungin dia. Tapi aku yakinlah Aheng juga pasti diminta papa untuk pulang cepat."


\*\*\*



"Ih, dalam rangka apa mama bikin black forest?" Herman melihat ada black forest tart di meja teras belakang.



"Enggak ada yang ulang tahun kan?" tanya Herman lagi.



Herman melihat snack sore ini adalah black forest.



"Ada yang request minta black forest kayak orang ngidam aja."



"Dia special request banyak rhum dan blueberry nya."



Andre dan Ebby tersenyum simpul.



"Enak Opa kalau ada yang minta seperti ini. Kan kita yang dapat nikmatnya," kata Aheng sambil mengambil potongan besar.



Aheng sangat suka black forest, tak seperti Andre.



"Iya sih sering-sering aja ada orang ngidam begini," jawab Herman.



"Opa suka banget. Apalagi ini banyak blueberry," Herman dan Hengky sangat senang dengan snack sore ini.



Patty melihat suaminya sangat suka dengan tart ini, dia membawakan  teh panas buat Aheng. Bukan karena kesadaran, tapi tadi Aheng minta.



"Jadi gimana Heng? Kamu udah siap buat nanti malam?"  tanya Andre.



"Enggak ada yang perlu disiapin Dadd. Tinggal terima tamu. Lalu dengarkan aja apa yang mereka ingin katakan."



"Kalau mereka nggak tahu aku adalah anak Jeffry seharusnya mereka tetap merengkuhku, karena aku adalah anak Maura."



"Tapi apa yang mereka lakukan? Mereka membuangku kan? Mereka menuduhku  penyebab Maura meninggal. Memang aku penyebab Maura sakit?"



Dari ungkapan ini semua tahu bahwa Aheng pasti akan menendang Jeffry. 



Mungkin Aheng akan mengaku Jeffry itu ayahnya tapi tidak berhubungan apa pun dengan lelaki itu.



"Kalau gitu biar enggak bete aku kasih Mama kejutan aja."



"Apa itu?" kata Herman.



"Koko," Ebby meminta Andre yang memberikan kejutannya.



"Kok aku?" tolak Andre. 



"Kan kejutannya dari kamu."



"Ya udah deh aku kasih hadiah kejutan buat mama sama papa," Ebby memberikan amplop putih polos tanpa logo yang diberi pita gold.



Meylan membukanya lalu tanpa sadar amplop itu dia buang lalu dia memeluk Ebby dengan terisak.



"Koq dibuang?" Tanya Herman bengong melihat istrinya malah bertangisan dengan Ebby.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED