
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Saat Ebby tidur Andre bergegas pulang ke hotel. Andre butuh mandi dan berganti pakaian karena bajunya penuh darah Ebby.
Andre juga akan mengambil baju bersih ganti untuk persiapan dia menginap di rumah sakit.
"Tunggu sebentar Pak, saya hanya ambil baju ganti . Saya harus kembali ke rumah sakit," Andre meminta sopir taksi menunggunya. Dia malas ganti kendaraan.
"Baik nggak apa apa Sir," sang sopir mengerti Andre terlalu lelah, karena tadi sepanjang perjalanan Andre tidur. Makanya dia malas ganti taksi karena mungkin malas menjelaskan akan kemana.
"Kamu dari mana?" tanya Ruddy melihat Andre baru saja turun taksi.
"Aku mandi dan ganti baju di hotel karena bajuku penuh darah dan kotor. Aku juga ambil satu pasang baju ganti," balas Andre.
"Aku juga habis ganti dan mengambil baju bersih Stella. Walau bajuku tidak penuh darah tapi kan kami belum mandi."
"Kalau Stella bajunya ada sedikit darah sàat membantu kamu memindahkan Ebby ke taksi," Ruddy dan Andre berjalan bersisian. Ruang rawat Ebby sebelahan dengan Dave agr memudahkan Ruddy, Stella dan Andre saling mengontrol kedua pasien itu.
\*\*\*
Ini sarapan buat kalian," Stella membelikan kopi dan sandwich untuk Ruddy dan Andre.
Dia hafal kesukaan Andre, jadi tak akan ada masalah dengan rasa yang dia beli. Sandwich yang dibeli pun lima buah karena dua lelaki itu tak akan kenyang bila hanya makan satu tangkep sandwich saja.
Mereka duduk di depan ruang rawat Ebby.
"Bagaimana kondisi Dave? Aku belum nengok karena mengurus Ebby dan lari pulang ke hotel," Andre memang belum istirahat sama sekali.
"Sudah membaik dia lukanya tak ada yang parah di luar. Cuma dokter akan lihat scanning otaknya hari ini. Kayaknya juga apa organ hatinya bermasalah akibat pukulan semalam. Jadi memang di luar lukanya nggak terlalu parah cuma luka dalamnya yang lebih berbahaya," kata Stella.
"Mengerikan ya," kata Andre sambil memakan sandwichnya.
"Iya tapi semoga semuanya tidak apa-apa." Sahut Ruddy.
"Ebby sendiri bagaimana?" tanya Stella?
"Dia sudah sadar sejak semalam. Pagi ini aku keluar karena dia sedang dimandikan oleh perawat."
"Kalau kamu sempat ambilkan aja bajunya di hotel," saran Andre.
"Enggak apa apa dia kan masih pakai baju rumah sakit," kata Stella.
"Hotel kalian dimana dan nomor kamar berapa biar nanti orang tua Ebby langsung aku arahkan ke hotel itu saja," Andre ingat, mungkin Sekar dan Gunawan bisa mengambilkan baju ganti untuk Ebby.
'*Kalau bisa bawakan baju untuk Ebby, usahakan yang mudah digunakan karena tangannya diinfus dan ditranfusi. Mungkin kemeja lebih mudah daripada kaos atau t-shirt*.'
'*Ini nama hotel dan nomor kamar Ebby*,' Andre mengirim pesan untuk Gunawan. Ponsel Gunawan belum aktif karena sedang dalam penerbangan.
\*\*\*
"Ada apa dengan Ebby?" tanya Patricia pada Hengky.
"Temannya juga parah," sahut Hengky.
"Jadi daddy membatalkan jadwal kepulangannya."
"Untung om Andre lewat ya?" Kata Patricia.
"Daddy dan teman-temannya lewat jalan itu karena itu memang jalan pulang menuju hotel mereka," sahut Hengky.
\*\*\*
Setelah sarapan Andre masuk ke kamar Dave, dia ingin menyapa temannya Ebby. Dia ingin tahu cerita versi Dave.
Sementara Stella dan Ruddy masuk ke ruang rawat Ebby.
"Hai Ebby, bagaimana kabarmu?" kata Stella sambil mencium pipi gadis itu yang sudah segar sehabis mandi.
"Stella, terima kasih ya bantuannya," ucap Ebby tulus.
"Bantuan apa? Semua itu Andre yang lakukan. Bahkan saking paniknya saat menuliskan data yang petugas katakan : ini suaminya dia langsung jawab iya!"
"Ketika isi formulir Andre kalang kabut sendiri karena takut kamu menduga dia sengaja. Padahal dia tidak sengaja, saking panik saja. Aku saksinya."
"Andre sangat panik. Bajunya semalam penuh darah karena dia menggendong kamu."
"Andre nggak cerita apa apa tuh," jawab Ebby. Gadis ini sampai lupa nggak bilang Om. Entah karena terbawa perkataan Stella yang teman dekat Andre atau mungkin ada hal lain. Enggak tahu juga.
"Mungkin dia nggak mau kamu merasa berhutang budi padanya." Ruddy mencoba mencari alasan apa yang membuat Andre tak bercerita pada Ebby.
"Bisa jadi dia tak ingin kamu menganggap dia sombong karena mengakui semua yang dia lakukan."
"Tapi yang aku tahu, dia memelukmu dengan sangat ketakutan dan aku lihat ada air di sudut matanya ketika melihat kondisimu. Dia juga yang panik menanyakan ada para perawat apa stock darah untukmu cukup apa enggak." Stella memberitahu apa yang dia lihat.
"Aku mendengar dia menghubungi kedua orang tuamu jadi orang tuamu," Ruddy memberitahu apa yang dia dengar semalam.
"Jadi orsng tuaku sudah tahu?" Ebby malah tak ingat untuk memberitahu kedua orang tuanya. Andre juga tak cerita kalau dia sudah menghubungi mereka.
"Sudah lah Andre langsung mengatakan pada ayahmu. Andre tak berani bilang pada Ibumu. Aku dengar Andre bilang pada ayahmu kalau dia takut ibumu tidak kuat menerima kabar tentangmu."
"Andre menunggu sampai ayahmu datang. Bahkan Andre juga sudah minta maaf pada ayahmu karena dia menandatangani surat operasi yang memang harus segera dilakukan." Jelas Ruddy.
"Saat Andre mengurus kamu, aku sedang sibuk mengurus Dave," Stella memberi tahu soal dia yang tidak bisa membantu Ebby.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.
