
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Kalau gitu Papa juga setuju. Kita mau tempatin mereka ke mana Ma?"
"Ke apartemen kita yang terdekat dengan gereja aja Pa. Daripada kerumah kosong kita yang lain atau ke hotel. Apartemen itu siap huni. Paling kita isi kulkas aja. Kita bilang ke semua kerabat subuh Ebby memang dipindah disana biar semua enggak lihat riasannya sebelum tiba di gereja."
"Sejak subuh mereka sudah ada di sana atau kalau mau Andre ditemani Stella dan Dave serta Ruddy malam ini mulai ada di sana nggak apa-apa."
"Besok pagi-pagi Ebby bangun tidur kita antar ke sana dan penjagaan ketat di sana."
"MUA kita pindahkan suruh datang ke sana. Jadi mereka dandan untuk acara akad juga di sana."
"Nanti saat mau masuk ke gereja baru mereka dipisah," kata Sekar lagi.
"Oke gitu aja lebih baik." Gunawan setuju usul istrinya.
"Setuju Om. Jelas saya benar-benar nggak tega lihat Andre saat ini," kata Ruddy.
"Sekarang kalian bilang seperti itu ke Andre biar dia tenang." Perintah Gunawan.
"Enggak Om jangan saya. Lebih baik Om yang telepon Andre. Andre sudah benar-benar nervous, nggak baik kalau saya yang kasih tahu. Bisa jadi dia tetap tak percaya," kata Ruddy.
"Kalau Om yang bicara itu adalah suatu jaminan karena saya yakin nama besar Om nggak mau tercoret bila Ebby kabur." Sebenarnya disini Ruddy juga memaksa agar Gunawan menjamin Ebby tak kabur.
"Aku enggak bakal kabur," Ebby memotong kalimat Ruddy.
"Iya By, aku ngerti aku ngertiin kamu. Tapi Andre nggak ngerti. Dia punya trauma yang teramat sangat. Dia cinta mati sama kamu dan kamu pernah melakukan itu."
"Jadi dua hal itu membikin Andre terlalu paranoid," kata Ruddy.
"Iya aku ngerti kok." Jawab Ebby lirih.
"Ya sudah kalau gitu Papa yang telepon," kata Gunawan mengalah.
Gunawan langsung menghubungi Andre untuk menenangkan calon menantunya sekalian wakil gembong mafia yang dia pimpin. Ternyata diam-diam Gunawan sudah memberikan tongkat estafetnya ke Andre untuk nanti mendampingi Ebby dalam memimpin King mafia miliknya.
"Ya Pa," kata Andre menjawab panggilan telepon dari Gunawan.
"Papa mau bilang kalau Papa jamin Ebby nggak akan kabur. Biar kamu lebih tenang kita udah putusin kamu kalau mau bisa tidur sama Dave dan Stella serta Ruddy di apartemen dekat gereja tempat kalian akan menikah, mulai malam ini."
"Besok subuh-subuh Papa sama mama akan antar Ebby ke sana."
"Nanti Ebby dan kamu berganti pakaian dan dirias di sana. Kalau mau kamu bisa siapkan semua perbekalanmu untuk akad nikah besok sejak sekarang. Kami disini siapin perbekalannya Ebby."
"Ebby berangkatnya besok subuh sehabis kami doa pagi dini hari. Kalau berangkat sekarang tentu akan jadi perbincangan keluarga besar," kata Gunawan.
"Baik Pa terima kasih. Aku akan bersiap," jawab Andre dengan semangat.
"Sebentar lagi Stella dan Ruddy akan pulang dari sini. Kamu dan Dave bersiap saja. Begitu mereka datang kalian bisa langsung berangkat ke apartemen."
"Apartemen itu kosong paling kalian isi sama makanan sama minuman karena kulkas kosong tapi kondisinya bersih."
"Kamu bawa makanan untuk di apartemen saja buat prepare."
"Iya Pa. Terima kasih." Andre sudah plong mendapat jaminan bahwa Ebby tak akan kabur dari Gunawan. Ebby akan diantar ke apartemen itu besok pagi.
\*\*\*
"Kenapa Ndre?" kata Dave. Dia tak mengerti apa yang Andre bicarakan dalam bahasa Indonesia. Tapi dia langsung melihat perubahan di wajah sahabat barunya itu.
"Papanya Ebby sudah memutuskan dia menjamin bahwa Ebby tidak akan kabur."
"Stella sebentar lagi pulang sama Ruddy. Kita nginep di apartemen tempat Ebby dirias besok."
"Papa dan mama Ebby besok pagi akan antar Ebby ke apartemen itu."
"Kalau kamu mau ikut ya kamu bersiap. Kalau nggak kamu di sini sama mama dan papaku," jelas Andre dengan semangat.
Andre berjalan ke dapur minta bungkuskan makanan dan banyak minuman untuk dia bawa ke apartemen.
"Daddy mau ke mana?" tanya Hengky yang baru mendengar kata-kata itu.
"Daddy, Dave, Stella dan Ruddy akan mengungsi," kata Andre.
"Ngungsi ke mana?" tanya Meylan yang baru datang. Dia dilaporkan Andre minta dibungkuskan makanan dan minuman.
"Papa Gunawan bilang kami akan diungsikan ke apartemennya yang dekat Gereja. Besok subuh mereka yang antar Ebby ke apartemen."
"Papa Gunawan juga sudah berjanji kalau Ebby nggak akan kabur," Andre bicara dengan senang.
"Nah sekarang plong kan?" Herman langsung berkomentar mendengar Andre bicara dengan nada bahagia.
"Kalau aku nggak suruh Stella dan Ruddy kesana pasti nggak akan seperti ini. Aku yakin mereka disana berisik jadi bikin papa Gunawan dan mama Sekar atur strategi ini."
"Sekarang aku mau bersiap," Andre langsung menuju kamarnya. Dia menyiapkan semua yang akan dipakai untuk pernikahan di altar besok.
"Syukurlah kalau daddy sudah tenang," kata Hengky sambil memeluk bahu omanya.
"Iya Oma kepikiran sejak semalam." Meylan rupanya juga memikirkan kondisi Andre.
"Maafin aku ya Oma. Gara-gara kelakuanku, Ebby seperti itu." Hengky menyadari semua berasal dari perilakunya.
"Itu sudah jalan Tuhan. Hanya ya maklum saja daddymu ketakutan karena kan dia baru sekali ini jatuh cinta."
"Semoga daddy bahagia bersama mommy," jawab Hengky lagi.
"Amen."
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama ENI PUA
dengan judul novel CINTA KETUA GENG MOTOR ya