ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
MEMANCING HENDRIK



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"By, aku mau bicara," kata Rudi saat Ebby dan Andre sudah keluar. Tentu Andre lebih dulu karena dia sudah mandi, hanya perlu ganti baju saja.



"Aaah, tadinya aku mau topless saja sepanjang malam. Hanya ditutup kimono handuk. Sekarang aku harus pakai kaos karena ada tamu," ceracau Andre dengan kesal. Lalu dia keluar kamar, Ebby baru saja masuk kamar mandi.



"Ada apa Rud?" Tanya Ebby yang sudah fresh, sebelum mandi tadi Ebby membeli makanan tambahan lagi.



"Kemarin Hendrik berkali-kali datang ke tempatku. Dia ingin proyek kita diteruskan tapi aku ragu."



"Aku tahu dari Dave dan kamu bawa Hendrik adalah pelaku yang menciderai kamu sehingga terluka,"  jelas Rudi. 



"Kamu bisa bayangkan manusia munafik seperti itu minta bekerja sama denganmu?" tanya Ebby.



"Jelas-jelas dia melukai diriku, Dave dan Rudolf, tapi dia tidak malu mendatangi Dave berkali-kali. Apa dia pantas kita beri kesempatan?" tanya Ebby geram.



"Itulah yang aku bingung. Dia bilang dia tidak tahu apa-apa soal kecelakaan itu By." Stella melengkapi keterangan Rudi.



"Aku saksi hidup loh dia lihat temannya menghajar Dave habis-habisan dan seorang temannya melukaiku. Dia yang menarik Rudolf lalu dengan enteng dia bilang tidak tahu apa-apa?" Tentu saja Ebby tambah geram.



"Versi dia, dia hanya datang bersama dua orang temannya yang sedang bermasalah dengan Rudolf, By. Lalu dua temannya itu ingin mencelakai Rudolf, dan Hendrik yang mencegah agar Rudolf tak disakiti. Begitu By."



"Kalau seperti itu seharusnya kan dia mencegah dari awal saat mobil memalangi taksi yang aku tumpangi. Dia tak melakukannya. Kenapa dia membiarkannya?"



"Dia bilang dia menyelamatkan Rudolf dengan menarik supaya tidak dilukai oleh dua temannya itu."



"Kalau begitu suruh dia temui aku. Kita geret dua temannya ke polisi. Dia tahu siapa temannya. Ayo kita lakukan kalau memang dia tidak ada sangkut pautnya dengan tindak kejahatan dua temannya itu," kata Andre.



"Sejak kamu bilang aku harus hati-hati dengan Hendrik saat kita di rumah sakit Berlin itu aku jadi takut,"  ujar Stella.



"Kalian jangan main-main dengan yang mencelakai Rudolf dan Dave,  karena mereka sekarang sedang dipantau oleh mafia. Nanti kalian bisa terkena imbasnya" kata Andre.



'*Mafia? Apakah papaku di belakang semua ini? Papa pasti ingin membelaku dan tak rela aku tersakiti*,' batin Ebby.



'*Tugas ko Andre kali ini adalah mencari hubungan antara Hendrik dan Dave, artinya pasti papa akan bertindak lebih jauh lagi*.'



"Baiklah kalau memang seperti itu. Aku selalu mengikuti saranmu dan tak akan bertindak gegabah," kata Rudi.



"Lebih baik kita cari aman lah. Enggak usah ngikutin proyek yang dipegang oleh Hendrik karena setahuku Hendrik sekarang sudah hancur perusahaannya tidak bersisa sedikit pun."



"Kalau kerjasama kalian juga kena imbasnya, kalian mau apa?" kata Andre.



"Ya udah sih. Kita cuma mau bicara itu. Bahwa Hendrik terus mendekati aku dan Stella," Rudi melaporkan semuanya. Saat itu pengantar makanan datang.




"Besok aku akan menemui Dave," kata Andre.



"Aku ikut ya Ko," pinta Ebby.



"Tidak aku akan bertemu berdua, ada hal secret yang tak boleh bocor pada siapa pun.  Kamu lebih baik urus kantormu di sini dengan Stella dan Rudi ya Babe."



"Please percaya pada aku. Tak pernah ada perempuan lain,"  Andre bicara dengan bahasa Indonesia agar Stella dan Rudi tak mengerti.



"Baiklah," jawab Ebby sambil mengambilkan Andre lasagna. Ebby tahu dia tak boleh membantah Andre dalam soal pekerjaan ini karena ini adalah tugas dari papanya.



Semua lanjut makan dengan santai.


\*\*\*



"Kalau gitu kami pamit ya nDre. Aku cuma mau bilang itu aja, karena barusan sebelum aku kesini, Hendrik juga telepon menanyakan apakah Stella sudah kembali dari Australia." Rudi memberi info soal aktivitas Hendrik.



"Kalau begitu kamu bilang saja hari ini Stella kembali." Saran Andre.  



"Oke." 



"Katakan pada Hendrik Stella kembali bersama Ebby," lanjut Andre lagi.



"Kenapa aku dikasih tahu datang kesini?" Ebby tak mengerti mengapa Andre malah menyuruh Rudi memberitahu Hendrik mengenai keberadaannya.



"Kau tenang saja nanti semua akan diproses oleh pengawal papamu. Jadi beritahu aja seperti itu. Bahwa Stella kembali bersama Ebby."



"Baiklah aku akan telepon dia nanti malam seakan-akan Stella baru datang."



"Lalu kalau dia minta pertemuan, lakukan pertemuan di tempat terbuka siang hari," kata Andre.



"Mulai besok kalian berdua akan dijaga kemana pun kalian berada," Andre sekarang sudah seperti anggota mafia saja. Rupanya dia sekarang menjadi tangan kanannya Gunawan secara tidak resmi.



Tak lama Stella dan Rudi pun kembali ke apartemen  mereka.


\*\*"



"Jadi aku harus bagaimana Ko?" tanya Ebby.



"Kalau dia hubungi kamu, janjian aja, nanti kasih tahu aku dimana dan jam berapa kalian janjian."



"Aku besok akan janjian dengan Dave, sekarang kita tidur aja yuk," di mulut sih Andre ngajak tidur, tapi ada kenyataannya mereka tak langsung tidur karena Andre menunggu saat ini sejak di Australia. Setelah tercapai maksudny akhirnya mereka pun tidur.


\*\*\*


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY