ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
DARI KITA!



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Pa, Ma aku sama koko habis ini keluar dulu ya," kata Ebby pagi ini saat sedang sarapan.



"Kalian mau ke mana?" tanya Sekar



"Mau beli coklat sama keju Ma. Mama Meylan kan hobinya coklat dan keju jadi nanti aku mau bawain dia oleh-oleh coklat dan keju aja. Semalam sudah rewel minta aku cepat pulang."



"Wajar dia seperti itu, dia takut kehilangan kamu, lha kamu siang kemarin main kabur aja," jawab Gunawan.



"Iya Pa, udah nggak usah diungkit ya.  Jangan bikin aku kesel lagi," kata Ebby.



Andre dan Sekar tertawa melihat bagaimana keqinya Ebby dibilang kabur.



Tak lama Andre dan Ebby pun keluar dari mansionnya Gunawan. Andre membawa mobil sport koleksi Gunawan.


\*\*\*



"Mau cari apalagi?"



"Cari kado buat Hengky dan Patty."



"Dari kemarin tuh aku bingung mau kasih hadiah apa  buat mereka," jelas Andre.



"Kalau aku jadi kamu sih gampang hadiahnya." Ebby santai aja menanggapi kebingungan yang Andre hadapi.



"Apa *Babe*?"



"Kalau aku jadi kamu, kasih semua saham milik Koko di perusahaan papa Herman ke Hengky!"



"Loh kamu nggak apa apa kalau semua sahamku disana aku hadiahkan ke Hengky?" Andre malah bingung. Saat perempuan lain ingin hartanya, Ebby malah nyuruh kasih semua sahamnya ke orang lain.



Biasanya walau sudah kaya, tetap saja banyak yang malah ingin merebut harta orang lain.



"Apa-apa kenapa? Enggak apa-apa lah. Itu buat anak aku juga kok." 



"Nanti anak kita ada perusahaan kamu sendiri kan. Lalu ada dari perusahaan aku pribadi. Apa itu masih kurang?"



"Nanti anak kita juga akan dapat dari saham papaku kan? Ga perlu takut kalau soal anak kita kelak," Ebby malah sudah berpikir ke depan tentang jatah anak-anaknya kelak.



"Kalau kamu yang putuskan, aku nggak akan membantah *Babe*," kata Andre.



Awalnya Andre takut Ebby kecewa kalau saham miliknya yang diperusahaan Herman dikasihkan ke Hengky.  Ternyata Ebby yang menyarankan seperti itu. Jadi ya Andre enggak keberatan.



'*Kamu memang perempuan idaman*.'



"Sekarang aku yang bingung, aku mau beli buat Hengky sendiri nanti Patty mikir aku masih mengharap Hengky. Kalau aku beli buat Patty aja kan juga enggak enak karena kado buat pernikahan kan harusnya buat berdua," kata Ebby.




"Itu hadiah dari KITA, jangan pernah bilang itu hadiah dari aku,"  kata Andre.



"Berarti kita sekarang cuma cari oleh-oleh aja ya," Ebby merasakan kemarahan Andre. Dia langsung mengerti dan mengalihkan topik pembicaraan.



"Ya, kita cari oleh-oleh buat mereka, bukan hadiah pernikahan," kata Andre. Akhirnya mereka beli banyak barang mahal buat oleh-oleh semuanya.


\*\*\*



"Kita mau pulang kapan?" tanya Andre saat mereka makan siang di sebuah resto besar di Singapura.



"Maunya Koko kapan?"



"Aku ingin cepat pulang. Kan aku kemarin belum ngucapin selamat buat pernikahan Hengky, juga pengen cepet-cepet nyiapin lamaran  yang tiba-tiba dimajuin oleh calon istriku," ujar Andre sambil tersenyum kecil.



"Eh iya lamaran, kita sekalian belanja aja buat hantaran lamarannya. Gimana Ko?"



"Ya udah habis makan kita beli barang hantaran lamarannya,"  kata Andre dengan senang hati.



Akhirnya mereka pulang sudah hampir makan malam.



"Kalian dari mana aja?"  tanya Sekar.



"Tadi pas lagi makan siang kepikiran beli barang buat hantaran lamaran Ma. Jadi besok Mama nggak repot cari barang antaran lamarannya."



"Lho barang antaran lamaran kan bukan urusan Mama?" Jawab Sekar.



"Maksud aku mama Meylan. Nanti biar aku siapin. Kasihan kalau mama Meylan harus nyari barang," Ebby lupa tak menyebut mama siapa yang akan repot.



"Oh gitu."



"Ya kalau mama Meylan suruh belanja kan bingung enggak ada teman. Mendingan aku tadi ama koko langsung belanja hantaran lamaran. Nanti antaran pernikahannya baru aku pikir lagi," cetus Ebby.



"Kalian mau pulang kapan?" tanya Sekar.



"Kayaknya besok pagi kami pulang." Jawab Andre.



"Kalian duluan aja karena Mama sama papa mau antar nainai ke Tiongkok dulu."



"Semalam aku juga dengar kemarin nainai bilang lusa ada acara di Tiongkok."



"Iya makanya."



"Ya udah berarti kita bareng ke bandara besok pagi," kata Gunawan.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY !