ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
TAMPARAN EBBY LAGI BUAT CLAIRE



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Tanpa bisa dicegah Ebby langsung menghampiri Claire.



"Kamu nggak berani buka tutup kepalamu di dalam cafe seperti ini?" Tanya Ebby cukup keras membuat banyak pengunjung cafe memperhatikan dirinya.



"Bukankan bila melihat wajahmu malah jadi banyak pelanggan yang membeli jasamu?" kata Ebby lagi masih dengan suara cukup kencang.



"Percuma kamu pasang iklan besar-besaran kalau kamu menutup wajahmu seperti ini," kata-kata Ebby otomatis membuat semakin banyak yang melihat ke arahnya karena suara ini sangat kencang.



"Kalau memang sudah go publik ya sudah biarkan aja orang tahu kamu jualan. Kamu tiap hari kan kirim foto vulgar untuk suamiku di email," semua orang akhirnya tahu siapa yang dimaksud oleh Ebby. Suara dengung pengunjung mulai membuka aplikasi di ponselnya masing-masing untuk melihat iklan yang Ebby maksudkan karena Ebby telah memposting tentang email dari Claire pada suaminya dan semua rekan Claire di mention.



"Silakan yang butuh perempuang ja-lang ini, nomor ponsel dan emailnya sudah terpampang luas koq," Ebby meninggalkan Claire yang tak bisa marah. Claire langsung meninggalkan cafe itu terburu-buru.



Sedang Ebby berjalan santai kembali ke mejanya.



"Kamu belum puas ngabisin dia?" kata Stella.



"Aku nggak pernah puas. Dia terlalu bandel. Kalau saat aku suruh berhenti dia berhenti, aku nggak akan sekejam ini."



"Sudah beberapa kali aku bilang, berhenti sebelum aku bertindak, tapi sepertinya dia sengaja mencubit ku. Setiap hari dia tetap kirim foto-foto vulgar."



"Bila itu terjadi pada kamu. Ada perempuan yang setiap hari bahkan bisa satu hari dua kali mengirimi Ruddy foto vulgar mengajaknya main di ranjang, apa kamu akan diam saja? Kita sama-sama perempuan Stella."



"Lalu kamu dengan sabar sudah peringatkan perempuan itu, tapi perempuan itu tak mau mengindahkan teguranmu. Apa kamu akan diam saja?" tanya Ebby.



"Iya sih aku juga pasti marah." Jawab Stella mendengar perumpamaan yang Ebby berikan.



"Itulah alasan kemarahanku," kata Ebby. Aku nggak pernah kok bertindak buruk sebelum aku dikerjain."



"Aku hanya melakukan perlawanan bila diserang. Waktu William dia bilang aku selingkuh bla bla bla dengan Hengky segala macam."



"Aku langsung marah dan membalasnya."



"kamu ingat Rita dan Claudia di pernikahan Aheng? Kalau dia nggak bertindak macam-macam aku nggak ngapa-ngapain kok. Selama ini aku berteman baik dengan Claudia. Tapi begitu aku tahu dia ingin mencurangi Andre dengan menyodorkan perempuan pilihannya aku langsung balas."




"Enak aja aku kan sayang kamu," kata Dave.



"Kalau orang lain bilang sayang di depan aku, aku juga nggak apa-apa. Tapi kalau sebaliknya bisa gawat." goda Andre.



"Dave sayangnya memang sebelum ada kamu, dan sayangnya Dave bukan ingin menjadi kekasihku," Ebby membela diri.



"Banyak yang sayang ke aku sebelum ada kamu, apa boleh?" tanya Andre.



"Enggak. Ya nggak boleh. Sayang ke kamu niatnya beda dengan sayangnya Rudolf, Ruddy dan Dave padaku," tolak Ebby.



"Ha ha ha, aku ngerti Babe, tenang aja," kata Andre.



"Aku cuma ingetin istri aku aja. Tapi memang Claire terlalu kelewatan. Aku aja yang laki-laki ji-jik melihat foto-foto seperti itu."



"Dia sudah tak ada harga dirinya sama sekali," kata Andre.



"Seperti yang tadi Ebby bilang dia nggak pernah nyubit kalau nggak dicubit duluan. Dia nggak pernah tempeleng kalau nggak ditempeleng duluan."



"Hendrik sudah terlalu kelewatan dia menikam Rudolf dan juga kalian semua secara enggak langsung." ujar Andre mengenai semua tindakan istrinya.



"Soal Claire, kalau aku mau aku bisa kerjain dia jauh hari sebelum pernikahanku. Tapi aku nggak mau karena aku butuh waktu buat Claire yaitu aku butuh merebut perusahaannya." Ebby kembali bicara.



"Kalau aku balas dendam saat aku sedang konsentrasi ke pernikahanku nanti hasilnya jadi enggak spectakular seperti sekarang."



"Begitu pernikahan selesai, ternyata dia masih aja kirim email. Saat kita di Bali aja dia masih kirim-kirim padahal pesta pernikahanku kan semua pengusaha bisa lihat di televisi."



"Bukan dia tidak mengerti aku menikah, Andre mengirim undangan ke beberapa rekanan termasuk dia."



"Jadi dia tahu dong aku ini istri Andre. Tapi dia tak peduli. Apa orang seperti itu bisa kita kasih toleransi?"



'*Rupanya Claire memang  memang mengajak perang Ebby. Wajar kalau Ebby naik darah*.' batin Stella.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED