ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
BOLEH BERANGKAT ASAL SAMA AKU



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Masih mau ke mana?" tanya Andre lembut.



"Belanjanya sih sudah selesai. Mama masih mau jalan?" tanya Ebby.



"Enggak Mama udah cukup lelah, udah kenyang pula.  Tinggal waktunya Mama istirahat, tidur siang," jawab Meylan.



"Mama pulang sama Koko aja ya, aku pulang sendiri," usul Ebby.



"Enggak," kata Andre cepat.



"Terus gimana?" 



"Sini kunci mobilmu,"  tanpa membantah Ebby memberikan kunci mobilnya.



Seorang ajudan Andre datang setelah dia beri kode untuk mendekat.



"Antar ke rumahnya pak Gunawan. Bilang Ebby sedang bersama saya."



"Baik Tuan."



"Ko ini nggak bisa dianterin ke mobil?" Tanya Ebby sambil melihat banyak barang belanjaan mereka kali ini. 



Andre memberi isyarat lagi dan sekarang datang orang lain untuk membawa barang belanjaan semuanya.



"Masukkan ke mobil kalian aja." Perintah Andre.



"Baik Tuan," kata pegawai itu.



"Kalau jalan bawa berapa asisten Ko?" tanya Ebby seakan dia bukan dari kalangan pengusaha kelas atas yang terbiasa dengan pengawalan."



"Dalam kota gini sih bisa banyak. Kalau keluar kota paling maksimal empat,  kalau keluar negeri nggak bawa. Di sana ada juga sih satu dua orang yang selalu ready. Enggak  seberapa dengan pengawal papamu kan?" 



"Iyalah pasti," sahut Ebby.



"Itu lihat pengawalmu aja lebih menyebar dari pengawalku," bisik Andre.



"Serius?" Tanya Ebby tak percaya.



"Aku lihat ada enam, entah yang tak aku lihat," jawab Andre.



"Habis lamaran Hengky aku harus berangkat ke Australia ya *Babe*," Andre memberitahu rencana perjalanannya. 



"Ada apa?" 



"Ada reunian. Mungkin Stella juga datang."



"Berapa lama?" 



"Acara reuninya tiga hari tapi mungkin aku di sana satu minggu atau mungkin bisa lebih."



"Kalau aku nggak izinin berangkat gimana?"



"Kalau nyonya enggak kasih izin ya nggak berangkat lah. Gampang kan?" 



"Apa sedemikian penting pertemuan besok itu?" Selidik Ebby.



"Bukan penting sih cuma sangat penting!"



"Kenapa sangat penting?"



"Karena di situ akan buka jaringan kerja baru. Kalau cuma sekedar reuni buat apa aku datang."



"Maksudmu jaringan kerja baru? Kamu akan buka kantor lagi di luar negeri seperti ketika kamu di Paris?"



"Aku mau buka di Bali dan teman-teman ingin menjadi investor karena proyeknya di Bali. Bali itu adalah tujuan utama turis dari Australia." Jelas Andre.



"Bagaimana kalau aku izinin tapi aku ikut?" Ebby memberi penawaran.



"Kalau kamu dapat izin dari mama dan papamu nggak apa-apa. Aku nggak mau kamu bohong izin ke Paris tapi kamu ikut aku ke Aussie.  Kamu harus jujur bahwa kamu ngikutin aku."



"Kapan aku bisa bohong dari pengawasan Gunawan sang ketua mafia itu?" Bisik Ebby.



"Ya sudah kalau kamu dapat izin oke, khabari aku agar bisa pesan tiket dan kamar hotel." Andre menyatakan sikap mengizinkan Ebby ikut secara legal. Dia tak mau bermasalah dengan Gunawan bila Ebby berbohong.



"Bagaimana dengan pakaian? Apa ada dress code?" 



"Hari pertama dresscodenya pakaian daerah dari masing-masing negara. Hari kedua dresscode nya atasan putih dan bawah blue jeans karena akan acara out door, Kalau hari ketiga bebas karena party, tentu dengan baju formal party," jelas Andre.



"Aku akan siapkan semuanya." Jawab Ebby.




"Kita couple baju daerahnya. Lalu putihnya itu apa harus t-shirt?"



"Enggak, diundangan hanya ditulis putih polos saja."



"Aku akan bawakan kamu baju koko putih polos dengan sulaman yang nyaman dipakai. Aku enggak mau kamu pakai t-shirt."



"Kenapa?" 



"Kamu terlihat seksi kalau pakai t-shirt. Aku enggak rela kamu mejeng badanmu itu." Andre hanya nyengir mendengar kekasihnya bicara dengan kesal seperti itu.


\*\*\*



"Bisa Ma?" Tanya Ebby lembut sambil membantu Meylan berdiri dari kursi rodanya.



"Bisa, tenang aja," jawab Meylan.



Perlahan Andre dan Ebby membantu Meylan naik ke mobil.



Meylan memang tidak ada gangguan di kaki sehingga bisa lah berdiri dan pindah ke mobil pelan-pelan. Yang penting harus pelan-pelan agar tak terantuk. 



Andre melipat kursi roda.



"Aku duduk depan sama Koko ya Ma." pamit Ebby.



"Antar aku dulu ya," pinta Ebby.



"Kamu enggak ke rumah dulu?" Tanya Andre.



"Enggak, aku janjian sama orang yang mau bikin hantaran. Kalau ke rumahmu dulu bisa nyangkut sampai malam."



"Mama nggak apa apa ya Ma ke rumah Koko Gun dulu?"



"Enggak apa apa Mama senang bertemu dengan Sekar. Nanti turun Mama nggak usah dibawain kursi roda. Kan enggak jalan banyak. Jalan pelan-pelan dan duduk aja kan di sana. Enggak kemana-mana."



"Oke."


\*\*\*



"Oma udah sehat? Enggak pakai kursi lagi?" Sekar takjub melihat perkembangan kesehatan oma Meylan.



"Sudah bisa sedikit-sedikit jalan. Tapi masih tak berani frontal," jawab Meylan dengan senyum manisnya.



"Hebat banget obat yang dari Sinshe kamu itu Sekar. Cuma kalau jauh atau lama masih pakai kursi roda. Kursi ada kok di mobil.  Tadi kami habis belanja hantarannya Hengky."



"Hengky mau nikah?"



"Iya dia akan menikah satu bulan lagi. Besok lima hari lagi kan lamaran. Tadi Ebby yang menemani aku belanja dan hari ini dia ada janji dengan orang yang akan mengatur hantaran."



"Oh iya? Pantes tadi ada kiriman dari Patricia. Isinya  apa Mama nggak buka By."



"Iya Ma itu barang hantaran,  dia baru beli make up aja jadi akan aku gabuns emuanya untuk melengkapi yang hari kami beli."



"Malam ini habis maghrib nanti aku janjian dengan orang yang akan membantu untuk membuat hantarannya."



"Ini taruh di mana ya Mbak?" kata pengawal Andre yang membawakan belanjaan Ebby.



"Taruh di sini aja nggak apa apa."



"Masih ada lagi?"



"Masih di mobil sebentar saya ambil." 



"Koq bukan kamu sih yang bawain?"



"Aku jagain mama, takut kenapa-napa karena nggak pakai kursi roda," bisik Andre di telinganya Ebby.



"Iya ngerti," Ebby langsung memisahkan baju dan sepatu Meylan yang akan dipakai esok Sabtu. Tadi mereka belanja baju senada untuk digunakan hari Sabtu nanti.


\*\*\*



"Kok cepet-cepet sih Oma?" Sekar mengantar Meylan ke depan.



"Aku harus istirahat terlebih akan sibuk di akhir minggu. Harus sangat fresh. Yang penting aku sudah antar Ebby, karena tadi mobilnya  diantar oleh pegawai Andre."



"Iya aku kaget juga tadi saat ada yang antar mobil Ebby."



"Tadi pegawai Andre bilang Ebby lagi antar Oma dan dia bersama Andre, jadi aku tenang."



Dari sikap Sekar terhadap Andre, Meylan tahu kalau Andre dan Ebby sudah terbuka pada orang tua Ebby. Meylan tenang, cinta anaknya tak mengalami hambatan.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR