ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
SERANGAN MEYLAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Apa kabar?" tanya Irene pada Meylan sekedar basa basi.



"Aku baik, sangat baik," balas Meylan. Tak ada cipika cipiki saat pertemuan kedua mantan besan itu. Meylan memang mulai membenci Irene saat Irene membenci Aheng dan mengatakan kalau Aheng anak pembawa sial.



"Aku dengar kamu waktu itu hampir lumpuh karena ketabrak motor di pasar? Selamat ya bisa pulih kembali." Ucap Irene memberi attensi.



"Wow hebat ya? Kamu dengar aku celaka dan hampir lumpuh. Tapi kamu nggak peduli dan datang menjenguk sekedar memberi simpati? Padahal aku lama terbaring di rumah sakit."



"Seperti itu attensi seorang sahabat atau mungkin bekas saudara karena pernah menjadi besan?" dengan sinis Meylan mengirim *tendangan maut* pada Irene.



Irene langsung diam mendengar jawaban Meylan seperti itu. Masalahnya jawaban itu didengar oleh anak-anak dan menantunya.



Kakak-kakaknya Maura rupanya datang bersama istri mereka.



"Silakan masuk," kata kakak tertua Maura. Mereka berharap akan ada gift spesial dari Maura, karena terlihat Andre membawa map plastik berisi banyak amplop.



"Ayo silakan duduk," kata Arthur, kakak Maura pertama.



Kakak Maura nomor dua namanya Lukas.



Istri Arthur bernama Pauline, dia perempuan mandiri dan tegas tapi tak banyak bicara. Andre hafal karakter kakak iparnya ini.



Istri Lucas namanya Yohana atau dipanggil Yoce. Perempuan yang tak mau cape, hanya senang makan dan hura-hura.



"Apa kita makan malam dulu," ajak Yoce.



"Saya sudah katakan pada kak Arthur dan kak Lucas, minta pertemuan diadakan malam sesudah jam makan malam," kata Andre menjawab ajakan Yoce.



"Karena saya tidak ingin makan malam di sini." Tuan rumah diam.



Irene juga kaget, bila tamu menerima tawaran Yoce, apa yang akan dihidangkan? Karena mereka tak siap buat menjamu makan malam.



"Kita langsung bicara saja. Jadi kalau kalian mau makan malam silakan. Kami tunggu kalian selesai makan malam agar tidak sakit karena terlambat makan," kata Andre dengan tegas.



Semua diam mendengar kata-kata Andre itu. Yoce juga tadi cuma basa-basi mereka memang belum menyiapkan makan malam. Mereka hanya menyiapkan teh dan kopi serta sedikit snack basah.



"Ke mana Pak Jeffry?" tanya Herman yang tak melihat Jeffry.




Tuan rumah menangkap ada nada tak suka dari semua tamunya.



"Saya tidak akan memulai kalau belum lengkap," kata Andre.



"Karena saya minta semuanya mendengar semua pesan yang  Maura simpan selama ini," kata Andre lagi.



"Ada kok, ada. Dia baru ganti pakaian karena barusan celananya tersiram tumpahan air," balas Irene. 



"Oke saya tunggu," kata Herman.



Tak lama terlihat Jeffry masuk ke ruang tamu.



"Baik. Mari kita mulai. Saya tak ingin buang waktu untuk berbasa basi," kata Andre.



"Tujuan kami kesini malam ini adalah menyampaikan GIFT atau hadiah dari Maura buat kalian semua. Saya mohon maaf sudah berpuluh tahun saya baru tahu kalau Maura menyembunyikan ini dari saya. Sehingga saya tidak tahu."



"Kalau tidak ada kejadian penting dua bulan lalu, gift ini tidak akan terbuka. Hadiah ini tidak akan terbuka."



"Saya mohon maaf atas keterlambatan ini, kalau saja saat itu saya tahu saat masih ada Maura tentu tidak akan seperti ini kejadiannya."



"Sehabis ini saya akan memberikan amplop pada kalian masing-masing. Perhatikan ketentuannya." 



"Amplop ini saya berikan masing-masing untuk tante Irene, untuk Om Jeffry untuk kak Arthur dan untuk kak Lukas."



"Jadi ada 4 yang saya bawa. Ini adalah hadiah dari Maura. Di dalam amplop itu ada amplop kecil bertuliskan angka."



"Kalian dipersilakan membuka sesuai dengan angka di amplop tersebut."



"Tapi sebelumnya saya akan bacakan narasinya pada saat amplop itu dibuka. Jadi jangan buka amplop berikutnya sebelum saya bacakan narasi karena kalian nggak akan ngerti apa pun," jelas Andre.



Andre memberikan 4 amplop itu pada Lukas Arthur, Irene dan Jeffry.



"Sekarang kita buka amplop pertama. Maaf maksud saya, kita pegang amplop pertama dulu. Jangan dibuka jangan diintip karena kalian akan pingsan kalau tidak tahu apa artinya."



"Pegang saja dulu amplop pertama!"


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND