
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Rudd, berikan nomor rekeningmu, aku akan membayar kamar Ebby," pinta Gunawan. Tadi Gunawan telah bertanya berapa sewa kamar per malam milik Ebby.
Tanpa curiga Ruddy memberikan nomor rekeningnya.
"Mengapa jumlah uang yang anda berikan banyak sekali?" Tanya Ruddy melihat notifikasi m-Banking di ponselnya.
"Bayarkan tiga kamar seluruhnya. Dan jangan protes," Sekar yang menjawab. Itu sebabnya tadi dia menanyakan kamar hotel Andre. Kalau mereka satu hotel akan sekalian dia bayari walau yang melakukan transaksi m-Banking adalah Gunawan.
"Aku akan membereskan kamarmu dan Ruddy akan membereskan kamar Dave. Nanti malam kami akan pindah kesini," ucap Stella.
"Kau bisa kembali esok pagi aja Stell, terlalu lelah bila tengah malam pindah. Besok kamar untukmu dan suamimu di homestay akan aku pesankan," Andre memberitahu Stella agar tak perlu terburu-buru.
"Benar yang Andre katakan. Besok pagi aja kalian kesini. Malam ini kalian istirahat dulu di hotel," tanpa sadar didepan kedua orang tuanya Ebby menyebut Andre tanpa embel-embel di depan namanya.
Sekar tentu menyadari hal itu. Sebagai orang Timur dia tahu anggah ungguh dan mengajarkan itu pada Ebby sejak putrinya mengerti sopan santun.
"Baiklah," jawab Stella. Stella keluar kamar, Ruddy sedang meminta kunci kamar pada Dave.
\*\*\*
"Ceritakan semuanya ke Papa. Papa enggak mau ada kebohongan. Kamu tahu itu sejak dulu," kata Gunawan pada Ebby saat Stella dan Ruddy sudah berangkat ke hotel.
Tadi saat masih ada Stella Gunawan dan Sekar juga sudah menengok Dave maka sekarang tinggal mereka berempat.
"Kemarin Ebby bilang mau cerita ke saya kalau ada Koko karena dia malas mengulang cerita yang sama. Berarti sekarang lah waktunya dia cerita semuanya," kata Andre.
"Aku nggak pernah bisa bohong sama Papa. Enggak usah Papa ancam seperti itu pun aku tahu berbohong pada Papa adalah perbuatan dosa besar," jawab Ebby.
"Ini memang bukan penculikan biasa Pa. Juga bukan persaingan bisnis seperti yang orang duga.
Ebby lalu menceritakan semuanya pada Gunawan, Sekar dan Andre tanpa ada yang ditutupi karena dia tahu menutupi sesuatu dari Gunawan akan berakibat buruk bagi dia.
"Papa akan selidiki agar segera ditemukan di mana keberadaan Rudolf," kata Gunawan setelah mendapat info kejelasan kasus yang menimpa Ebby.
Tanpa buang waktu Gunawan langsung bicara dengan bahasa Hokkian atau Hokkien pada orang diujung telepon.
Andre walau masih keturunan tapi tak mahir dengan bahasa Hokkian.
"Apa pekerjaan kalian masih lama di sini?" tanya Sekar.
"Hampir selesai Ma," jelas Ebby.
"Kalau gitu kita pulang segera. Kita minta rekomendasi pulang saja. Kita pulang ke Indonesia. Mama nggak mau kamu terlibat lagi dengan mereka. Selesai proyek ini selesai juga hubungan kalian." Sekar memberi ultimatum pada Ebby.
"Mama nggak suka kamu terbawa-bawa walau tidak sengaja," kata Sekar lagi.
"Tapi kami nggak ada perselisihan apa pun. Hubungan kami baik," protes Ebby.
"Walau pun begitu Mama nggak nggak bisa ngebayangin hal buruk terjadi sama kamu." Kalau sudah seperti ini Ebby tak akan bisa melawan. Ngotot pun enggak akan bisa karena sang papa tak akan bisa menolongnya.
"Begitu ada surat dari dokter bahwa kita aman buat bawa pulang Ebby, kita akan langsung pulang."
"Andre kamu ikut kami aja. Nanti soal polisi urusan saya," kata Gunawan.
Andre tak bisa menolak perintah dari Gunawan.
"Kita tunggu sampai Dave agak membaik Ma," pinta Ebby.
"Kamu selalu memikirkan orang lain tapi orang lain tak pernah memikirkan kita," protes Sekar.
"Ya kita tunggu Dave agak membaik saja," Gunawan sedikit melunak.
"Sambil menunggu rekomendasi dokter kapan kamu boleh pindah rumah sakit,' jawab Gunawan bijaksana dia tak mau menekan Ebby, tapi juga tak mau melihat pertentangan istri dan putrinya.
Gunawan bisa merasakan apa yang Sekar rasakan ketika mengetahui latar belakang masalah penculikan Rudolf. Sedang Ebby juga akan mereka gunakan sebagai boneka untuk menutupi suatu ketidak beresan.
Orang tua mana yang akan membiarkan putrinya celaka? Terlebih putri yang kehadirannya sangat sulit didapat seperti Ebby.
Yanktie jadi penasaran. Apa sih latar belakang penculikan Rudolf yang Ebby ceritakan lada Gunawan dan membuat Sekar murka? Ada yang oenasaran juga kayak Yanktie?
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya
