
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Andre mencari info di Jakarta mengenai keberadaan Gunawan Susanto. Pegawainya bilang Gunawan dan istrinya terbang ke Aussie. Andre tahu tujuan memang sering di samarkan.
Yang pasti saat ini Gunawan tak ada di Indonesia. Artinya kemungkinan besar yang dia lihat dua hari lalu benar Gunawan dan istrinya.
Hari ini Andre sedang ada pertemuan dengan klien saat dia melihat Gunawan berbincang dengan Ebby dan seorang lelaki yang pernah Andre lihat makan bertiga dengan Ebby.
'*Apa dia calon suami Ebby sehingga dikenalkan pada papanya*?' Andre hanya memikirkan jodoh Hengky yang tak mungkin lagi bisa kembali karena Ebby sudah mengatakan tak mungkin bersama dengan lelaki yang dia lihat secara live sedang berzina!
Andre ingat saat itu Ebby mengatakan tak masalah bila tak melihat secara live atau lawan mainnya adalah pasangan legal bukan zina.
Andre menepis soal Ebby, di kembali serius dengan para kliennya.
Saat Ebby akan keluar dari cafe itu, Ebby melihat Andre yang sedang serius bicara dengan empat orang dihadapannya dan mereka semua menatap laptop masing-masing.
Ebby dan Gunawan baru saja bicara proyek dengan Dave.
Andre tak melihat kapan Ebby pergi. Dia baru ingat tadi ada Ebby saat semua rekanannya pulang. Andre langsung menghubungi Hengky putranya.
Saat itu di Paris baru pk 15.07 artinya di Jakarta sekitar jam sembilan malam lewat.
Andre tahu jam segitu Hengky belum tidur tapi mamanya sudah masuk kamar.
"Sudah hampir setengah tahun pernikahanmu dengan Ebby gagal! Bagaimana sikapmu sekarang? Langkah apa yang akan kamu tempuh?" Tanya Andre setelah mereka saling bertanya khabar. Andre juga bertanya bagaimana khabar kedua orang tuanya.
"Aku ingin bertemu dengan Ebby, Ingin minta maaf."
"Aku tahu tidak akan mungkin lagi bisa bersatu dengannya sehingga aku tak berharap untuk kami bisa bersatu lagi. Aku hanya ingin meminta maaf secara langsung saja."
"Kalau nanti di depan aku bertemu dengan jodohku aku akan menikah."
"Untuk kembali dengan Ebby itu tak mungkin," kata Hengky dengan besar hati.
"Bagaimana bila saudara dekatmu menikah dengan Ebby?" Tanya Andre.
"Aku rela Dadd karena memang Ebby sudah pasti bukan jodohku. Aku tak akan dendam pada siapa pun yang akan jadi jodohnya. Aku hanya dendam pada Carol. Sampai kapan pun tak akan pernah ada maaf untuk Carol." Ada nada dendam teramat dalam di suara Hengky saat mengatakan tak ada maaf untuk Carol.
"Daddy pun ingin sekali ketemu Carol," ucap Andre geram.
"Mau diapain memangnya kalau bertemu dia?" tanya Hengky penasaran.
"Pengen di ulek sama sambalnya oma," jawab Andre kesal.
"Kamu dapat info dari mana?" Andre penasaran karena ketinggalan info.
"Ada bocoran, saat perusahaan Alberto diambil alih Gunawan, nilai penaltynya sangat besar. Walau Alberto jual semua harta tak akan bisa membayar semuanya. Maka Gunawan kasih penawaran, penalty cukup dibayar dengan perusahan \+ kebebasan Carol. Tak perlu ditambah apa pun. Tak perlu jual rumah dan mobil."
"Tujuan Gunawan memang hanya perusahaan agar Alberto sedikit minus **dan** Carol!"
"Gunawan tak butuh yang lainnya. Sekarang dimana pun Carol berada dia sudah berada dalam genggaman Raja Rimba!"
"Gunawan waktu itu hanya memberi waktu satu jam pada Alberto untuk memutuskan apakah memberikan Carol atau membayar semuanya secara cash dalam waktu 1 x 24 jam Dadd."
"Ya tentu aja orang tua Carol mending milih kebebasan mereka berempat daripada membela Carol."
"Siapa aja koq berempat?" tanya Andre. Dia benar-benar tak update info ini.
"Alberto, istrinya dan dua adik Carol."
"Lalu apa sampai sekarang belum ketahuan di mana Carol berada?" Andre penasaran.
"Sepertinya Gunawan sudah tahu kok. Cuma memang dibiarkan dulu. Mereka sengaja me-liar-kan Carol sampai nanti tinggal diciduk bila waktunya siap. Gunawan seperti main layangan. Mereka tarik ulur agar layangan semakin tinggi. Begitu sudah tinggi, maka benang ditarik kencang agar layangan putus. Tentu sangat menyakitkan bila terjatuh dari ketinggian."
"Daddy kapan kembali?" Tanya Hengky.
"Entahlah Daddy masih belum selesai di sini." Andre menutup buku jurnal miliknya.
"Oh okelah tapi nggak ada kesulitan kan Dadd?" Walau tak begitu paham dengan bidang kerja perusahaan ayahnya, tentu Hengky memikirkan bila sang daddy ada kesulitan.
Hengky bergerak di perusahaan kakeknya yaitu pengembang perumahan. Beda dengan perusahaan Andre.
"Enggak. Enggak ada kesulitan," balas Andre.
"Besok pagi kasih salam buat oma dan opa ya?"
"Akan aku bilangin ke oma dan opa," sahut Hengky. Lalu Andre pun menutup sambungan telepon mereka. Andre bersiap kembali ke apartemennya.
'*Syukurlah kalau Hengky sudah sadar bahwa dia tak akan mungkin kembali dengan Ebby*.'
'*Walau bukan kesalahan Hengky tapi memang Hengky sadar diri, tak mungkin dia mendapat kesempatan kedua daei Ebby*.' Andre agak lega mendengar pemikiran putranya tadi. Jadi kalau sebentar lagi tersiar khabar pernikahan Ebby dengan lelaki yang tadi sudah bicara dengan papanya Ebby, maka Andre yakin Hengky tak akan terpuruk lagi seperti saat pertama kehilangan Ebby.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.