ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
I LOVE YOU TOO



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Pak, ada tamu," ucap sekretaris Andre di kantornya. Bukan kantor papanya.



"Siapa?" Tanya Andre dengan mimik mulut tanpa suara karena dia sedang zoom meeting.



"Nona Febbrianti," jawab sekretaris itu.



"Suruh tunggu sebentar saya …."



Belum juga selesai Andre bicara Ebby sudah masuk dan sekretaris hanya menatap terpaku sampai dia sadar Andre memberi isyarat untuk keluar.



Tanpa permisi Ebby duduk di sebelah kursinya Andre.



Saat itu Andre sedang zoom meeting sehingga semua lawan bicaranya langsung melihat kehadiran Ebby disisi Andre.



Andre terus menyelesaikan meetingnya. Di seberang Ebby melihat yang menjadi rekanan dari Andre ada beberapa orang lainnya selain mantan istri Steve.



"Oke saya rasa sampai situ. Sekali lagi saya tekankan, saya sudah serah terima sejak bulan lalu. Jadi saya tidak ada hubungan apa pun dengan perusahaan."



"Misalkan ada kendala di lapangan dan itu terjadi sesudah saya serah terima, kalian sudah tidak bisa meminta pertanggungjawaban saya dong. Saya sudah kirim bukti serah terima perusahaan ke email anda. Jadi jelas semua bukan tanggung jawab saya. Silakan kalian berhubungan dengan pihak terkait." Andre dengan tegas menolak tuntutan rekanan pada dirinya.



Siang ini Andre mendapati ada  beberapa rekanan yang komplain masalah perusahaan dan itu adalah hasil kinerjanya tentang istri Steve yang memang tak bisa kerja. Selama ini Andre menopangnya. Tapi lama kelamaan dia tak mau lagi diperbudak perempuan itu.


\*\*\*



"Ada apa?" tanya Andre.



"Aku nggak boleh ke sini?"



"Bukan nggak boleh, aku tanya ada apa. Masa datang enggak ada niat, kan enggak mungkin."



"Cuma mau ke sini aja," jawab Ebby.



"Oh ya udah kalau memang cuma mau ke sini," Andre pun matikan daya laptopnya lalu dia tutup.



"Kenapa masih berhubungan dengan perempuan itu?" Ebby bahkan tak mau menyebut nama Claire, nama teman hidupnya Steve.



"Aku enggak berhubungan dengan dia secara langsung. Aku enggak mau namaku rusak karena dibilang hit and run."



"Ada rekanan menteror aku dan minta pertanggung jawabanku karena proyek enggak ada yang benar. Maka aku langsung kirim bukti serah terima perusahaan lewat email."



"Kenapa komplain di lempar ke kamu?"



"Claire rupanya tidak memberitahu kepada semua rekanan nya bahwa aku mundur. Semua rekanan itu hanya percaya pada kredibilitas namaku, mereka ya komplain kirim email ke aku," jelas Andre.



"Kenapa sih nanyain Claire? Kami jauh enggak bisa ngapa-ngapin. Enggak usah cemburu sama yang enggak pernah ada di hatiku," ucap Andre.



"Aku nggak cemburu," sanggah Ebby ketus.



"Kalau nggak cemburu kenapa ngomel? Kalau cemburu bilang aja.  Wajar kan namanya orang cinta itu cemburu?"



"Siapa yang cinta?" Ebby tetap tak mau mengakui perasaannya.



"Kamu kesini karena tau Hengky mau nikahkan?"



"Tadinya aku mau ngomong, aku mau ke kantormu. Tapi kamu sudah datang ya aku ngomong sekarang aja."



"Aku ingin saat pernikahannya Hengky kamu yang jadi pendampingku!"



"Bisa?"



"Bisa!" Tanpa pikir panjang Ebby langsung bilang bisa.



"Tapi status kamu di situ adalah calon istriku, siap kamu?"



"Iya enggak apa apa."



"Kamu nggak takut sama papa?"



"Karena bila ada orang tanya, aku akan jawab kamu calon istri aku gitu boleh ya?"



"Nggak apa-apa."



"Aku ngomong sama papa kamu kalau aku serius ya."



Ebby diam.



"Enggak siapkan?"




"Ya udah aku akan bilang pada papamu,  kita mau serius,"ulang Andre lagi.



"Kok tiba-tiba ngomong serius tiba-tiba minta jadi pendamping sebagai calon istri,  kamu nggak pernah ungkapin cinta," protes Ebby.



"Buat apa aku ungkapin cinta  kalau perasaan kita udah sama?"



"Ya udah kalau gitu aku nggak mau kalau kamu nggak cinta aku."



"Tuh kan kayak gitu,\* rajuk Andre.



"Kamu juga sih!" 



"Aku harus bilang romantis gitu kayak anak-anak? Apa aku masih pantas bilang kayak gitu?" Andre tak percaya diri bersikap lebay. Dia tak sadar yang dihadàpinya gadis yang setengah umurnya!



"Ya tapi setidaknya ngungkapin lah," 



"Lho, khan aku udah bilang dari sejak kita di Paris!"



"Enggak pernah tuh!"



"Oh berarti aku waktu itu mimpi!" kata Andre santai.



Ebby pun mencubit perut Andre gemas.



"Sakit *Babe*,"kata  Andre.



"Lagian sih," Ebby bersungut dengan mulut manyun.



"Ya udah deh," Andre pun memegang kedua pipi Ebby. Andre menatap mata Ebby dalam.



"I love you," tanpa aba-aba Andre langsung mengecup lembut bibir Ebby. 



Tak disangka Ebby membalas, sehingga akhirnya bukan kecupan yang terjadi, melainkan ciuman panjang yang mereka lakukan.



Andre pun memeluk gadis itu setelah ciuman berakhir. 



"I love you too," kata Ebby di telinganya Andre.


\*\*\*



"Kamu sudah makan?" Tanya Andre, tangannya masih memeluk tubuh kekasihnya.  



"Siang tadi udah sama Hengky," jawab Ebby jujur.



"Cie pacaran," goda Andre.



"Tuh kan bikin kesel aja, dia minta ketemu cuma bilang bahwa dia akan nikah." 



"Oh gitu. Kirain belum makan mau aku ajak makan." 



"Kamu belum?" Tanya Ebby. Sekarang sudah sore dan Andre belum makan.



"Belum lah orang meeting kok dari tadi."



"Ya udah, ayo makan," ajak Ebby.



"Enggak usah lah. Nanti aja sekalian makan malam," Andre malas beranjak karena dia sedang mendekap Ebby.



"Enggak bisa gitu. Harus makan"  maka Ebby memesan di cafe kantornya Andre.



"Kok pesannya satu?"



"Kan aku udah makan," Ebby langsung mengambil sendok dan menyuapi Andre. Tanpa protes Andre pun makan disuapin Ebiby.



"Kamu cicipin dong masa nggak cicipin."



"Aku masih kenyang."



"Ya cicipin aja."



"Enggak mau."



"Kenapa nggak mau?"



"Aku masih kenyang." Andre pun menghabiskan makanan yang dipesan Ebby itu.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING