
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Gunawan dan Sekar mendatangi oma Meylani di rumah sakit sehabis Gunawan melakukan general check up.
Mereka menghibur sekalian membawa obat-obatan dari Sinshe mereka.
"Sabar aja Oma nggak lama kok. Dulu mama mertuaku juga patah kakinya dan itu lebih repot karena kaki kan dia pakai bergerak untuk menumpu badan. Ternyata cepat sembuh dengan obat-obat ini. Jadi Oma harus telaten ya," kata Gunawan.
Memang mertuanya atau mamanya Sekar pernah jatuh dan kakinya retak. Kalau kaki kan harus menumpu berat badan Makanya lebih lambat sembuh dibanding kasus oma Meylani saat ini.
Kalau punggung kan dia duduk jadi agak aman.
"Iya, Oma akan telateni minum obatnya," jawab Meylani dengan pelan.
'*Orang sebaik mereka tak bisa jadi satu dengan keluargaku. Padahal aku berharap mereka jadi keluargaku*,' batin Meilan Padahal dia senang dengan Gunawan dan Sekar yang sangat perhatian pada siapa pun tanpa memandang derajat harta.
"Ini calonmu Heng?" kata Sekar pada Hengky. Ini pertemuan kedua Sekar dengan Patricia.
Pertemuan pertama ketika oma baru masuk rumah sakit. Saat pulang Ebby bercerita kalau Patricia adalah calonnya Hengky.
"Bener Mah doain aja," jawab Hengky santai.
Patricia langsung kaget mendengar jawaban Hengky bahwa Hengky minta doa pada calon mertua yang gagal itu.
Patricia juga tidak menyangka Hengky mengatakan seperti itu karena selama ini Hengky nggak pernah bicara apa pun soal perasaan lelaki itu padanya.
"Enggak Tante tenang aja nggak kok. Kami cuma berteman karena kebetulan saya adalah site manager proyeknya Hengky." Jelas Patricia.
"Enggak apa apa. Bagus kalau kalian jadi. Ebby juga udah bilang kok bawa dia setuju Hengky sama kamu. Ebby pernah cerita sehabis tante bertemu denganmu pertama kali itu," Patricia kaget karena Ebby sudah tahu Hengky mengatakan akan mendekatinya.
"Semoga kalian berjodoh ya," kata Gunawan tulus.
"Kalau gitu Papah dan Mamah pulang dulu ya Heng, kami baru saja selesai general check up. Papah harus istirahat," Sekar pamit pada Hengky dan Patricia.
"Iya Mah. Terima kasih kunjungannya dan terima kasih obatnya buat Oma," jawab Hengky.
Meylan sendiri tak mengerti kalau Hengky sudah cerita pada Ebby akan minta Patricia. Meylani belum punya pandangan apa pun tentang Patrecia.
Meylani hanya tahu Patricia adalah site managernya Hengky. Meylani belum berpikir bahwa itu akan menjadi cucu menantunya.
Meylani juga tahu kasus perundungan Patricia oleh Carol. Meylani tahu kalau saat itu Patricia tidak menyukai Hengky. Hanya sekedar mengatakan suka karena saat itu tak ada yang menyukai Hengky.
"Oma ini diminum dulu yang dari mama Sekar yang untuk penyembuhan tulang. Karena nanti kan harus ada jeda dengan obat dokter. Paling tidak satu atau dua jam," kata Hengky.
"Ya Oma minum sekarang aja biar cepat sembuh," jawab Meylani.
Hengky pun menyediakan obat buat Meylan karena obat dokter dengan obat tradisional memang harus ada jeda agar tidak bertolak belakang.
"Habis itu kita lanjut makan ya Oma. Agar bisa tepat waktu minum obat dokternya," Hengky telaten mengurus omanya.
Sementara Patricia jadi kaku. Dia bingung sendiri. Mau ikut nimbrung takut dikira cari perhatian. Kalau enggak ikut dia gatel pengen ngebantu karena dia senang melakukan hal seperti itu.
Selain itu Patricia juga takut dikira malas. Serba salah kan?
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.
