ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
BUKAN KAMU, TAPI KITA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



Sore ini sehabis pulang dari Monas rombongan langsung pulang ke rumah Gunawan.



Ebby dan rombongan makan malam dengan keluarga besar Gunawan dan Sekar.



Tadi pagi dirumah Herman, Andre sudah mengambil satu koper baju untuk dibawa ke Bali. Selain dia juga membawa laptop kerjanya.



"Jadi kamu mau ke Bali?"



"Ya Pa, Ebby mau cari lokasi kerja di Bali, jadi ya sudah aku ikut. Kebetulan aku memang punya proyek di Bali dengan teman-teman kuliahku."



"Kalian nggak bulan madu?"



"Bulan madu bisa anytime kami lakukan. Sekarang karena timnya sedang full lebih baik mereka langsung kerja dulu."



"Honeymoon anytime bisa kami lakukan kok," kata Andre tanpa beban pada Herman tadi pagi.



Sekarang giliran Ebby yang pamit pada Sekar dan Gunawan.



"Kamu harusnya bulan madu, ini malah mau cari lokasi pekerjaanmu," protes Sekar.



"Santai aja Ma, aku bisa bulan madu kapan aja. Memang kami mau ke mana sih bulan madu?"



"Sama aja kan? Mungkin nanti kalau musim salju aku dan Andre mau ke Fujiyama. Kita belum pernah ke Japan berdua."



"Tempat lain kayaknya sama deh.  Sekarang karena kebetulan semuanya sedang komplit aku mendingan kerja aja," kata Ebby.



"Tapi kamu sekarang sudah punya suami. Enggak bisa gitu dong. Kamu enggak bisa mentingin urusanmu," nasihat Sekar.



"Koko punya proyek di Bali dengan enam temannya yang sudah dibahas saat di Aussie dulu. Jadi selama aku kerja dia juga akan kerja."



"Aku enggak akan nomor dua in dia koq Ma."


\*\*\*



"Jadi kalian mau berangkat ke Bali besok?"



"Iya, tadinya mau berangkat ke Bali lusa,  tapi akhirnya kami pikir besok aja kami mau ke Balinya,"  kata Andre pada Gunawan di ruang tengah.



"Sudah beli tiket belum?"



"Belum Pa, tunggu kepastian Ebby dulu baru aku akan pesan tiket."




"Baik Pa." Andre tak bisa membantah kalau Gunawan telah memutuskan seperti itu. 



Sekar langsung memerintahkan yang bagian mengurus pesawat pribadinya, minta disiapkan untuk penerbangan ke Bali untuk besok pagi.



Setelah tiga puluh menit Sekar mendapat kepastian dapat izin penerbangan jam 10.00 pagi esok hari.



"Kalian bisa berangkat ke Bali jam 10.00 besok pagi," ujar Sekar pada Ebby dan Andre di ruang keluarga.



"Oke, jam 08.00 kami akan meluncur ke bandara. Sehabis sarapanlah kami akan siap berangkat ke bandara," kata Andre.


\*\*\*



Rudolf, Dave, Stella dan Ruddy tak percaya selama ini Ebby selalu naik penerbangan umum, padahal orang tua-nya punya dua pesawat pribadi.



"Kan lebih enak sama-sama, rame-rame dengan penumpang lain," kata Ebby menerangkan mengapa dia tak pernah ingin menggunakan pesawat pribadi bila bepergian seorang diri.



Ebby naik pesawat pribadi bila bersama kedua orangtuanya saja.



"Ya kayak gini kan rame-rame By," ujar Stella.



"Enggak lah. Biasanya aku kan kemana-mana sendiri. Jadi aku lebih senang naik pesawat umum," kata Ebby sambil bersandar memeluk Andre yang sudah lelap sejak tadi .



Pertempuran malam tadi rupanya melelahkan Andre. 



Ebby ingat semalam Andre bertanya :



"Babe, apa kamu beneran siap punya baby?"



"Kalau aku enggak siap, ngapain aku nikah? Kalau aku enggak siap sebelum menikah aku bicara kalau aku mau nikah asal enggak punya anak, gitu prinsipku."



"Aku enggak mau suamiku ngarep punya anak sementara aku enggak."



"Aku bisa digorok mama dan papa bila menunda mereka punya cucu. Mereka ingin banyak keturunan dari aku."



"Kalau aku enggak bermasalah, satu tahun sejak anak pertama lahir, aku akan program anak kedua. Dan begitu lagi tahun berikut sehingga minimal aku punya tiga anak," jawab Ebby semalam.



"Bukan kamu yang punya tiga Babe, KITA!" Andre menjelaskan ada kesalahan dari pernyatàan Ebby tadi.  



Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED