
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Gunawan mengajak Andre ke lokasi lain yaitu ke sebuah perkantoran, setelah bertemu dengan Monica.
"Hai Gun," sapa seorang di lobby yang menyambut mereka.
"Halo," lalu orang tersebut ternyata Mister Smith mengajak Gunawan dan Andre ke ruangannya.
"Aku nggak punya waktu banyak jadi aku nggak bisa basa-basi." Ucap Gunawan.
"Kenapa?" Smith bertanya cepat. Gunawan mengeluarkan kertas dari saku celananya. Tiga lembar folio yang dia lipat menjadi 6 bagian.
"ini berkasnya, Aku mau hancurkan dia tanpa sisa." Smith membuka lipatan itu.
"itu adalah datanya orang yang melukai Rudolf dan dia menyukai Adelia hanya menyukainya bukan menyukai dalam arti dia suka atau sayang atau cinta pada Ebby tapi hanya ingin sebagai tameng."
"Aku kasih waktu 2 x 24 jam."
"Jangan segitu lah. 5 x 24 jam dia akan musnah," pinta Smith
"2 x 24 jam harus hangus!" Ulang Gunawan.
"Kamu sejak dulu kalau nawar nggak kira-kira,"
"Masih bagus aku nggak minta 1 x 24 jam," kata Gunawan.
"Oh ya aku berterima kasih Carol sudah hancur."
'*Aku sudah tahu yang bikin Carol hancur dia*,' pikir Andre.
"Jadi aku tunggu ya 2 x 24 jam hasilnya sudah terlihat."
"Siap."
"Besok pagi atau besok siang aku kembali ke Indonesia. Aku tunggu email kamu."
"Baiklah," ujar Smith.
Gunawan pun pamit pada Smith.
"Kok yang waktu kita hubungi itu yang pakai bahasa Hokkian. Bukan ini kan?" Tanya Andre.
"David," kata Gunawan.
"Iya kan David."
"David itu anak buahnya Smith. Kalau memang perintahnya eksekusi lapangan langsung biasanya ke David. Kalau Smith itu lebih focus menghancurkan berkas seperti saat ini. Kalau ada perlu aku bisa menghubungi yang mana aku butuhkan."
"Semuanya itu gampang. Smith yang atur tapi kalau untuk gerakan kecil-kecil memang langsung ke David karena dia komandannya."
"Oh gitu, hebat jaringannya ya Ko," Andre memuji jaring kerja Smith dan David.
"Yah itulah. Awalnya aku nggak ikutan urusan bawah tanah seperti ini. Aku mulai berurusan dengan mereka saat Sekar diculik ketika kami baru menikah. Tepatnya tiga bulan sejak menikah."
"Dengan bantuan sinshe dan juga obat tradisional serta akupuntur akhirnya Sekar bisa berovulasi kembali."
"Tapi sulit menjadi anak sehingga kami melakukan bayi tabung dengan embrio yang bibitnya dari kami berdua."
"Kalau tidak akupuntur dan obat dari Sinshe, Sekar nggak bisa punya telur sendiri sehingga mungkin bayinya bukan bayi milik Sekar dan aku. Tapi milik aku dengan telur lain misalnya atau memang sama sekali bukan punya kami berdua."
"Puji Tuhan Sekar bisa sehingga bayi tabung yang kami miliki memang 100% milik kami. Sebelum Ebby, Sekar dua kali hamil tapi keguguran."
"Dia hamil dengan bayi tabung juga tapi keguguran padahal waktu itu yang kami tanam adalah embrio laki-laki."
"Maka di bayi yang ketiga kami tidak memilih. Dokter memilih acak dari bank embrio yang Sekar punya."
"Jadilah Ebby."
"Oh begitu," Andre sadar untuk mendapat Ebby perlu perlu perjuangan sangat berat.
"Ada obat tertentu yang bisa membuat wanita mandul selamanya. Itu perbuatan seorang musuhnya Sekar bukan musuhku!"
"Itulah awal aku kenal dengan mafia. Aku hancurkan dia sampai ke tulang sumsumnya. Sampai sekarang dia sudah tidak bisa bangkit."
"Anak cucunya pun begitu mulai mau bikin usaha selalu aku bumi hanguskan. Aku tidak akan membiarkan keluarganya atau keturunannya punya usaha sekecil apa pun."
"Sejak itu aku dan Sekar punya rasa dendam yang dulu tidak pernah kami miliki sama sekali, dulu kami berjalan lurus. Tapi sejak Sekar disakiti kami punya rasa itu. Walau kami tidak sebar pada orang lain kecuali pada orang yang telah merusak Sekar saja."
"Tapi kalau kami didahului seperti kemarin Ebby dilukai oleh Carol, ya aku hancurkan."
"Aku tidak dendam pada Alberto. Alberto hanya aku sentil aja, kalau aku marah dia akan habis, sama dengan orang yang menikam Sekar. Tapi tidak, aku hanya bertumpu pada Carol saja."
"Jadi prinsipku Aku tidak mau mendahului, tapi begitu aku di cubit, aku akan hancurkan."
"Kalau kemarin Hengky tidak punya bukti bahwa dia tidak bersalah, Hengky pun akan aku habisi tapi tidak denganmu dan Herman itu prinsipku."
"Tapi untuk Hengky dan semua keturunan nanti itu tidak akan termaafkan."
"Untung Hengky punya bukti, Ya aman," Gunawan dengan santainya bercerita. Andre hanya bergidik, dia bisa membayangkan bagaimana kejamnya Gunawan di balik topeng manisnya.
"Kemarin di Paris ada mahasiswa Indonesia dari Bandung suka pada Ebby."
"Aku suka padanya nya karena etos kerjanya baik tapi ternyata dia punya tunangan. Penghianat seperti itu aku sentil dia sedikit. Aku beritahu tunangannya bahwa pria tersebut selingkuh di Paris."
"Tunangannya langsung memutuskan pertunangan mereka."
'*Ya ampun. Sampai segitunya dia memproteksi Ebby. Aku tahu siapa pria itu*.' batin Andre.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.
