ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
KALAU TELEPON ENGGAK LIHAT WAJAH KAMU



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Kirim email ini sekarang juga,"  perintah Andre pada sekretarisnya.



Tanpa banyak cakap sang sekretaris segera mengirim corat-coret Andre dan data lampiran dari Hengky. Dia terbiasa mendapat perintah dari Andre dengan tulisan *sak karepe* boss nya. Jadi dia mengerti dan bisa mengerjakan apa maunya sang bos.



Setelah selesai diketik dengan rapi dan diteliti kebenaran penulisannya email segera dia kirim.



"*Done* Pak," lapor sang sekretaris pada Andre.



"Terima kasih," kata Andre. Andre langsung menghubungi Ebby.



"Kenapa?" Tanya Ebby pelan.



"Tolong buka email dan segera jawab. Kita harus bertemu sebelum berangkat ke Australia, karena habis dari Aussie kan kita ke Paris."



"Itu mungkin bisa satu bulan lebih. Kalau sudah mulai pembicaraan duluan,  kan kita bisa memantau dari jauh progres pekerjaannya," Andre memberitahu alasannya minta Ebby membuka email segera.



"Oke aku akan buka, nanti aku akan segera jawab," Ebby setuju dengan pendapat Andre.



Andre dia langsung menutup pembicaraan. Memang kalau urusan pekerjaan Andre hanya bicara seperlunya.


\*\*\*



"Pak ini jawaban email dari Direktur Pemasaran di sana." Lapor sekretaris Andre. 



"Oke beritahu ini pada Hengky dan Patricia, karena mereka yang akan turun untuk proyek itu."



"Baik Pak akan saya beritahu kepada Pak Hengky dan Pak Patty eh  Bu Patty." 



"Ya segera karena kalau terlambat nanti mereka tidak bisa meeting tepat waktu." Andre langsung meninggalkan kantor papanya.



"Baik Pak."


\*\*\*



"Masuk,"  Hengky menjawab ketukan pintu ruang kerjanya.



"Maaf ganggu Pak." Walau Hengky masih muda tetap saja dia adalah anak dan cucu pemilik perusahaan. Sia dihormati oleh semua karyawan.



Belum lagi kemampuan kerja Hengky bukan kaleng-kaleng. Soal pekerjaan Herman, Andre dan Hengky memang tiada lawan.



"Kenapa?" tanya Hengky.



"Ini tadi Pak Andre menyuruh saya kirim email untuk  perusahaannya Nona Febbryanti,  lalu jawabannya langsung kami terima saat itu juga."



"Jawabannya adalah pertemuan akan diadakan besok jam 01.00 siang."



"Pak Andre bilang yang wajib datang adalah Pak Hengky dan Ibu Patricia." Lapor sekretaris Andre di Perusahaan Herman.



"Baik, besok saya dan Patricia sudah ada disana menjelang jam 01.00. Saya akan tepat waktu seperti biasa,"  kata Hengky.




"Oke terima kasih. Nanti urusan Patricia akan saya yang sampaikan langsung."



"Jadi saya nggak perlu ke tempatnya bu Patricia?"



"Enggak perlu, saya aja yang sampaikan." Hengky merasa biar dia saja yang memberitahu calon istrinya.



"Baik Pak.  Terima kasih. Selamat siang," kata sekretarisnya Andre.


\*\*\*



"Kenapa balik lagi?" tanya Patricia ketika Hengky masuk ruangannya.



"Aku dapat tugas dari daddy, besok kita jam 01.00 harus sudah ada di kantornya Ebby untuk membahas masalah proyek Bunaken."



"Oh gitu kok cepet?" 



"Orang begitu dikirim email dari sini aja, sana langsung jawab. Aku merasa ada sesuatu deh." 



"Aku nggak tahu pokoknya ya gitu tadi sekretarisnya daddy bilang langsung direspon, langsung di tentukan waktu gitu.  Biasanya kan email itu berproses dulu," kata Hengky.



"Oh ya udah berarti kita mau jalan jam berapa?" Patty langsung tanya untuk menentukan jam mereka akan berangkat.



"Itu jam 01.00 kita udah di sana, setidaknya kita berangkat jam 10.00 ya."



"Jam 10.00? Enggak akan kecepetan?"



"Enggak sih kita makan siang dulu jam 11.00.  Jam 12.00 selesai,  kita langsung on the way ke tempatnya Ebby. Jam 12.30 di sana."



"Oh gitu. Oke kalau gitu Jam 10-an lewat dikit lah ya."



"Pokoknya jam segitu jalan biar tepat waktu."



"Oke nggak masalah," kata Patricia.



"Ya udah aku balik lagi ya," pamit Hengky.



"Lagian kayak gitu bukan telepon aja sih." Protes Patty.



"Kalau telepon kan nggak lihat muka kamu," rayu Hengky.



"Tinggal video call,  repot amat. Lagi urusan pekerjaan mah pekerjaan aja nggak usah digabung-gabung dengan yang lain."



"Iya Iya pokoknya gitu, ya wis aku balik ya."



"Oke siap."


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE