
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Lusa bisa datang kan?" Tanya Alan di group chating mereka.
"Harus datanglah, aku sudah bayar buat kita berlima," Dave memberitahu dia yang ambil absen dan membayar kontribusi reuni SMA mereka yang akan dilaksanakan lusa.
"Iya, aku siap datang kok," Hengky pun menjawab kalau dia sudah memastikan datang esok lusa.
"Kita semua harus datang," balas Nick.
"Aku baru tiba di Jakarta paginya, sore kalian misscall terus menerus sampai aku bangun ya," pinta Charles yang sekarang tinggal di Berlin. Dia datang khusus untuk acara reuni saja.
"Siap," balas Alan.
"Selain Charlez, yang lain langsung ketemu di TKP aja, biar gue jemput Charles." Bram mengambil tanggung jawab menjemput sahabat mereka daripada sudah mahal-mahal terbang ke Indonesia buat reuni, eh sampai Jakarta enggak jadi datang karena ketiduran.
"Oke langsung ketemu aja di tempat reuni," kata Hengky.
Sejak kejadian kegagaalan pernikahan Hengky heboh di media sosial semua teman SMA sudah tahu kelakuan Carol.
Semua teman, baik perempuan atau lelaki bersimpati pada Hengky setelah ada bantahan dari pihak Hengky. Tiada lagi yang menghujat Hengky.
Semua malah membully Carol. Mereka tahu walau tak bereaksi tapi Carol membaca postingan itu. Carol menjadi *silent reader* karena malu.
\*\*\*
Akhirnya hari reuni pun terjadi. Tak hanya di media sosial. Hari ini secara langsung Hengky banyak mendapat simpati dari teman-teman baik perempuan mau pun lelaki.
"Lalu bagaimana hubunganmu dengan Ebby?" tanya beberapa orang teman yang penasaran.
"Kami sesekali masih berkomunikasi. Dia baik dan memaafkanku. Mungkin nanti dalam satu atau dua bulan ini dia janji mau pulang ke Indonesia," Hengky memberitahu dia dan Ebby tak saling dendam.
"Memang dia di mana?" Beberapa teman Hengky bertanya posisi Ebby saat ini.
"Aku tidak tahu dimana kepastian dia berada. Dia tak mau memberitahu. Tapi yang pasti kami masih berkomunikasi karena aku dengan dia sebenarnya masih sama-sama saling cinta."
"Memang dia tidak bisa menerima aku lagi. Tapi dia sudah memaafkanku kok," kata Hengky.
Sebagai teman satu genks Alan, Dave, Nick, Bram, dan Charles tahu bahwa Ebby dan Hengky tak punya rasa dendam lagi. Mereka mengacungi dua jempol untuk Ebby yang dengan besar hati memaafkan pria yang telah "mengkhianati" nya.
"Kebodohanmu satu Heng," kata Herman seorang teman cukup akrab dengan Hengky tapi tak masuk genks.
"Kamu tidak percaya intuisi perempuan," jelas Herman setelah mendengar Ebby berkali-kali memperingatkan Hengky bahwa Carol tidak jujur pada mereka.
"Benar. Aku tak berpikir soal itu. Aku pikir Ebby bicara seperti itu karena dia cemburu melihat kedekatan aku dan Carol," Hengky membenarkan pendapat Herman bahwa memang Carol itu ingin memiliki dirinya.
"Tak akan mungkin kamu akan lepas setelah dapat hadiah gratis itu. Karena itulah awal bencana yang sebenarnya!"
"Nanti satu bulan sejak kamu menikah dia akan memberitahu Ebby kalau dia hamil anakmu! Itu tujuan utamanya!"
"Dengan alasan anak, bagaimana kamu mau membuangnya? Dan aku yakin Ebby langsung mundur saat tahu suaminya punya anak dari perempuan lain."
"Opaku juga bilang begitu abis itu, kalau tidak ketahuan dia pasti akan jebak kehamilan. Mau tidak mau kan aku harus bertanggung jawab dan rumah tangga aku hancur juga." Balas Hengky.
"Makanya sampai kapan pun dan dimana pun dendamku pada Carol nggak akan bisa lepas," jawab Hengky.
"Carol akan cari kesempatan untuk jadi milikmu dengan bilang hamil anakmu. Walau bukan hamil anakmu sebenarnya."
"Mungkin dia akan cari orang lain supaya dia hamil sehingga bisa menjebak. Yang penting kamu pernah tidur dengan dia jadi tak ada alasan kamu menolaknya."
"Perempuan licik seperti itu pasti nggak akan pernah puas." Herman bisa memprediksi hal itu. Mana mungkin kan ngasih gratis dengan alasan cinta?
"Dia itu bukan cinta. Dia itu hanya Obsesi aja," Budi seorang teman lain memberi pendapat.
Mereka pun terus ngobrol dengan aneka topik.
\*\*\*
"Dave, itu bukannya Patricia ya?," kata Bram.
"Iya itu Patricia," jawab Charles.
"Heng, Patricia itu naksir kamu. Kamunya aja cuek," kata Alan yang masih pengantin baru. Di reuni ini memang tidak dianjurkan membawa pasangan bila tak ingin terjadi salah paham. Karena akan banyak permainan lucu untuk memeriahkan reuni yang mungkin bisa membuat pasangan kita cemburu.
"Ngaco ah," tangkis Hengky.
"Serius dia dulu naksir kamu, cuma karena kamunya dekat dengan Carol jadi dia nggak berani. Mungkin saat itu Carol sudah mengancamnya," Bram menduga hal yang selama ini tak pernah mereka pikirkan.
"Iya mungkin juga. Karena waktu SMA nggak ada yang bisa deketin Hengky kan? Padahal Hengky ganteng, kaya, pinter dan ramah pada siapa aja. Masa enggak ada yang nyantol?" Ujar Dave.
"Aku baru sadar loh," Hengky membenarkan pemikiran Bram dan Dave.
"Bener ya, waktu SMA nggak ada temen perempuan dari sekolah yang berani dekat aku. Aku pacaran dengan Ebby selepas SMA karena kami rekan di gereja dan tidak satu kampus. Di kampus saat itu ada Carol walau tidak satu jurusan. Di kampus pun aku tak punya pacar," kata Hengky lagi.
"Berarti sejak SMA Hengky memiliki bodyguard tersembunyi," cetus Alan.
Semua tertawa.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.