ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
PANENNYA CLAUDIA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Aku tak percaya akibat perbuatanku bertahun-tahun, kali ini dapat aku panen. Walau panen dalam hal buruk. Bagaimana bila papa dan mama serta Charles tahu penyebab hancurnya mereka adalah karena kelakuanku?"



"Bagaimana aku harus mempertanggung jawabkan semua ini?" Claudia bicara sendiri dalam taksi yang dia tumpangi ke rumah Margaretha. Selama di Indonesia memang dia menginap di rumah adik kelasnya dulu.



"Kalau Charles terpuruk sedang orang tuaku juga terpuruk, siapa yang akan membantu?"



"Kalau orang tuaku tidak hancur dan Charles terpuruk, pasti papa dan mama bisa menolong. Begitu pun kalau papa terpuruk dan Charles tak hancur, Charles yang akan menolong."



"Rupanya yang menghancurkan aku, ingin aku terkubur tak bisa bangkit sehingga keduanya dihancurkan." 



Sementara Margaretha tak percaya kalau dia akan jadi pengemis karena papanya ditangkap sebagai koruptor. Dia tak bisa lagi bergaya sosialita dan tak bisa lagi berteman dengan kawan gengs nya yang pasti akan mengucilkan anak koruptor seperti dirinya. ( Baca sepenggal kisah tentang Margaretha di kisah baru yanktie berjudul WE ARE HAVING A BABY BOY ! ) 


\*\*\*


Andre dan Gunawan tiba di pusat ruang CCTV. Sebagai pemilik gedung tak sulit  bagi Gunawan meminta agar dia bisa masuk ruangan itu dan melihat semuanya.



Ternyata keluarga Patricia menyewa gedung yang dimiliki oleh Gunawan tanpa mereka tahu, sehingga tak ada diskon khusus dari orang tua Ebby.



Semua yang menguruskan  keluarga Patty bukan keluarga Andre.



"Eh ada perlu apa Tuan?" Tanya kepala keamanan gedung.



"Saya mau lihat kondisi CCTV sejak pagi tadi," kata Gunawan.



"Tadi menantu saya sudah melihat tapi dia nggak jeli."




'*Menantu? Jadi ternyata bapak ini adalah suaminya Nona Ebby? Wah untung aku tadi sopan*,' kata kepala security yang menangani CCTV dalam hatinya.



"Stop. Pause disitu!'



"Ndre,  kamu nggak lihat ini? Lihat postur tubuhnya ini.  Ini bukan penjaga.  Kamu lihat tuh. Masa kamu nggak kenal?"



"Kamu bukan sehari dua hari tidur sama dia. Masa nggak tahu ini postur tubuhnya siapa."  Andre kaget melihat postur tubuh yang di pause oleh penjaga CCTV, Andre bukan kaget oleh kata-kata Gunawan yang mengatakan dia sudah tidur berhari-hari dengan Ebby.



"Jadi dia keluar Pa?" tanpa sadar Andre menyebut Gunawan dengan panggilan papa.



"Iya, sudah jelaskan? Kamu gimana sih. Masa nggak lihat."



"Aku merasa dia masih di dalam, maka  aku lihat di kamar nggak ada, aku enggak mikir dia sudah pergi."



"Dia tak bawa dompet. Ponsel dan dompetnya ada di aku," jelas Andre.



"Buat Ebby, buat bayar taksi atau apa pun dia bisa ambil dimana pun. Sekarang kita lihat dulu dia naik taksi apa biar bisa kita lacak ke perusahaan taksi Ebby pergi kemana." Gunawan memastikan, kalau sehat Ebby tak kurang akal. Dia tetap bisa pergi tanpa bawa dompet dan ponsel.



"Kamu urus dulu pernikahan Hengky,  biar aku dan Sekar yang urus Ebby." Gunawan menyuruh Andre konsen pada acara pernikahan anaknya saja.



"Enggak bisa Ko. Aku akan pamit ke Hengky.  Biar Hengky yang urus bersama Papa aja. Aku ikut Koko cari Ebby." Andre membantah Gunawan. Dia tak mau Ebby marah padanya lalu dia bernasib sama  seperti Hengky. Dicampakkan oleh Ebby. Dia tak sanggup bila harus gagal memili Ebby. Lebih baik kalah tender milyaran daripada ditendang Ebby.



"Baiklah kamu pamit dulu pada anakmu dan kedua orang tuamu," Gunawan mengerti galaunya hati Andre.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY!