ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
PAGI NAN MENENANGKAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



"Enak kok cuma kalau nggak terbiasa memang agak aneh."



"Makan nasi itu harus ditambah lauk. Ini ada RENDANG namanya. Bahan dasarnya yang ini daging sapi. Bisa pakai bahan dasar lain. Rasanya agak pedas karena menggunakan banyak cabe." Andre menerangkan menu yang terhidang.



"Dan dia banyak menggunakan santan kelapa. Masaknya agak lama agak daging empuk dan bumbu meresap kuah tak tersisa."



"Begitu kah?"



"Kalian coba aja pasti suka," kata Andre lagi.



"Kalau yang ini memang kalian sudah biasa kan beef teriyaki cuma Mamaku lebih suka banyak paprikanya. Walau kata orang Indonesia paprika tidak pedas, tapi sekarang mama sedang tidak dibolehkan maka dibawa ke sini semua."



"Yang ini disebut OPOR. Opor itu ayam dimasak dengan kuah santan."



"Santan lagi?" tanya Dave.



"Orang Indonesia biasa masak dengan santan," jelas Andre.



"Kalian pasti biasa ya dengan pastel tutup berbahan dasar kentang. Kalian makan itu saja kalau tidak suka nasi."



"Ini apa Ndre?"



"Orang Indonesia menyebut SAMBAL GORENG KENTANG, bahan dasarnya kentang yang di goreng dicampur dengan hati sapi dan juga KRECEK, yaitu kulit sapi yang diolah jadi kerupuk."



"Sambal goreng kentang juga pedas karena banyak cabenya dan dia pastinya menggunakan santan juga."



Rupanya Stella memanaskan menu  masakan Indonesia yang Meylan bawakan. Bukan menu yang dari Sekar. 



"Kamu hangatkan makanan yang dari mama Meylan. Itu makanan kami di Indonesia," Kata Andre.



"Seharusnya kalian panaskan juga makanan yang dari mama Sekar. Itu banyak noodle, kalian tentu, terbiasa dengan noodle karena hampir sama dengan pasta."



"Biar saja. Biarkan kami menikmati makanan asli Indonesia. Makanan yang dari mama Sekar untuk santap malam saja," ujar Stella.



Andre lalu minta sopir yang mengantarkan kopernya mencari obat china guna pencegahan dan pengobatan diare.



Andre juga menyuruh membeli obat kimia. Nanti akan dia berikan pada ketiga tamunya dengan waktu minum diberi interval.



Andre tak ingin teman-temannya sakit perut saat pemberkatan nikahnya di gereja besok.


\*\*\*



Sekar dan Gunawan mengantar Ebby sehabis mereka doa pagi. 



"Sudah siap?" tanya Sekar.



"Sudah Nyonya," pegawai yang menyiapkan sarapan lapor dia telah menyiapkan semua perintah nyonyanya.



"Kamu bawa apa Ma?" Tanya Gunawan.



"Aku bawa sarapan kita di sana semuanya termasuk sarapan buat Andre dan team." balas Sekar.



"Oh oke. Semua tamu di rumah kamu sudah kasih tahu?"



"Sejak semalam aku sudah kasih tau nainai dan waipo juga yang lain bahwa kita pergi antar Ebby ke lokasi rias pengantin."



"Aku sudah kasih tau tentang sarapan mereka semua di rumah. Dan nanti jam 10-an kita pulang sebelum berangkat jam dua siang buat jemput Ebby jalan ke gereja.".



"Baiklah kalau kamu sudah bilang ke semua di rumah. Aku nggak enak kalau kita tinggalkan mereka tanpa pemberitahuan pada mereka.



"Enggak mungkin aku enggak kasih tau para tamu. Sejak semalam aku udah bilang akan pergi sampai sekitar jam 10 koq." 


\*\*\*



Di apartemen sendiri Andre tumben bangun kesiangan, biasanya dia  jam 04.00 pagi sudah berdoa. Kemarin malam dia tidak bisa tidur dan semalam baru dia plong.



Malam ini dia tidur sangat lelap, setengah lima dia baru bangun. Andre langsung berdoa sendirian lalu bersiap.



Andre mendengar pintu depan sudah terbuka. Ternyata Ebby dan papa mamanya sudah tiba. Untung Andre sudah rapi.




"Saya biasanya jam 04.00 pagi sudah berdoa ini kesiangan saya setengah lima baru bangun dan lanjut berdoa," kata Andre.



Dalam hati Gunawan memuji rupanya Andre rajin doa pagi.



Andre melihat Sekar sudah di ruang makan bersama Ebby. 



Ebby langsung berlari menghampiri Andre dan memeluknya. Andre mencium kening Ebby, dia sangat plong sangat senang dan sangat bahagia karena ternyata Gunawan menepati janjinya mengantarkan Ebby pagi ini. Pagi ini adalah pagi yang menenangkan. Tak ada lagi kegalauan



"Yang lain belum bangun?" Sekar bertanya sambil mengatur emja buat sarapan.



"Enggak tahu aku ke luar kamar setelah selesai berdoa. Jadi belum tahu mereka sudah bangun atau belum."



"Kalau mereka dengar ada aktivitas pasti pada keluar," ucap Gunawan.



Tak lama Stella keluar masih dengan pakaian tidur. 



"Wah sudah rame.  Sorry ya aku baru bangun."



"Santai saja, karena kami terbiasa bangun jam 04.00 pagi," kata Sekar.



"Oh gitu Tante?"



"Iya sudah biasa bangun jam 04.00 lalu berdoa, baru mulai aktivitas itu kegiatan rutin kami," kata Sekar lagi.



Jam 06.00 pagi mereka semua sudah mulai bersiap sarapan.



"Kemarin siang kami mencoba menu Indonesia. Sangat pedas tapi nikmat."



"Maksudmu gimana Dave?" Tanya Ebby.



"Kemarin siang Dave dan Stella juga Ruddy makan nasi dengan opor ayam dan rendang." Jelas Andre.



"Wah kalian makan rendang dan opor?" tanya Sekar.



"Iya mama Meylan bawakan opor dan rendang juga nasi dan sambal goreng ati,  jadi mereka makan menu itu. Mereka bingung makanannya banyak santan," kata Andre.



"Makanan nya enak, rasa bumbunya pedas. Tidak biasa buat kami tapi enak lalu gurih juga. Mungkin karena banyak santannya."



"Semalam kami langsung minum obat karena takut perut kami berontak nanti malah tidak bisa ikut acara di gereja."



"Mereka langsung aku kasih pil anti diare dari leluhur, lalu malam aku kasih obat kimia juga anti diare," kata Andre.



"Iyalah perut mereka kan nggak terbiasa dengan santan dan cabe harus diberi antisipasi seperti itu,"  kata Gunawan.



"Lho kok ada obat itu?" tanya Sekar.



"Aku langsung belikan nyuruh sopir yang kirim baju dari rumah," jelas Andre.



"Oh bagus kalau begitu, jadi nggak akan mungkin mereka sakit saat acara di gereja nanti."



"Ebby kamu lihat perlengkapannya Andre dulu mumpung masih pagi. Kalau ada yang kurang bisa langsung minta ambil di rumah atau di rumahnya Andre," kata Sekar.



"Ya Ma habis ini aku lihat," jawab Ebby.  Mereka sudah selesai makan sejak tadi dan Ebby sedang membereskan meja makan.



"Sudah biar aku saja yang menyelesaikan,"  kata Stella. Dave sedang mencuci piring.



Mereka memang kerja sama karena nggak masukin orang buat membantu.



"Oke aku tinggal ya."



Ebby masuk ke kamar terbesar di apartemen, dia lihat semuanya sudah lengkap.



"Lengkap Ma."



"Syukurlah."


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama ISMA ISMAWATI


dengan judul novel MENGEJAR CINTA FATIMAH ya