
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Wooow, dia sudah sampai Bunaken aja," Hengky terkejut melihat postingan media sosial Ebby beserta keluarganya sedang berada di Bunaken.
"Kenapa Heng?" Andre merespon anaknya yang terlihat sedang kaget melihat sesuatu.
Mereka sedang minum teh sore di teras belakang.
"Ini lho Dadd, aku lihat Ebby sedang ada di Bunaken," Hengky memperlihatkan ponselnya pada Andre.
"Oh, bersama papa dan mamanya juga ya," Kata Oma Meylani. Ada yang panggil oma dengan nama Meylan, ada yang panggil Lanny, atau malah ada yang panggil Lenny. Suka-suka yang panggil lah.
"Iya Oma. Mereka pergi bertiga ke Bunaken. Aku lihat sih kayaknya baru sampai tadi pagi, karena Ebby bilang, Akhirnya sampai juga di Bunaken pagi ini!"
"Berarti kan baru sampai dia saat menulis itu," oma sudah tahu cerita pertemuan Hengky dan Ebby yang berakhir manis.
Bukan manis karena mereka rujuk. Tapi manis karena tak ada dendam dan amarah lagi antara mereka.
'*Beratnya aku ngejar dia ke Jakarta dia malah ke Bunaken*,' batin Andre.
'*Tak apalah, paling lama mereka liburan satu minggu. Aku kerja aja lah*,' Andre mencoba berpikir santai.
Hengky terus melihat media sosialnya. Tak sengaja dia melihat media sosialnya Sensya dan Bertha yang posting minta doa karena pamannya mantan Kepala Sekolah SMA tempat dia dulu sekolah sedang sakit.
"Oma, Oma tahu kepala sekolahku waktu SMA? Dulu Oma kan sering ngobrol sama dia kalau bertemu.di gereja."
"Iya, ada apa?" tanya Oma.
"Dia lagi sakit parah," sahut Hengky.
"Kamu tahu dari mana. Di Gereja tak ada pengumuman apa pun," kata Herman.
"Ini Opa. Shensya dan Bertha adiknya Carol bikin postingan bahwa kepala sekolah sedang sakit dan minta doa." Hengky memperlihatkan postingan Sensya di ponselnya.
"Loh memang dia keluarga nya Carol?" Meylanie penasaran..
Kalau soal lain Andre tak akan banyak bertanya pada Hengky. Kalau soal Ebby dia akan memperhatikan.
"Opa ingat site manager yang teman SMA aku itu?" Hengky mencoba mengingatkan Herman pada sosok Patricia.
"Iya kenapa dengan dia?" Tanya Herman.
"Namanya Patricia Opa, dia cerita dihajar oleh Carol karena dia bilang suka sama aku," jelas Hengky.
"Apa?" Meylanie kaget mendapat cerita baru lagi soal Carol.
"Benar Oma. Aku baru tahu kemarin. Jadi waktu itu aku sedang main volley. Teman-teman perempuan kan pada bilang suka Dave, suka Bram, suka Nick gitu. Enggak ada yang suka aku."
"Patricia nggak tahu bahwa ngomong suka aku itu adalah pantangan di sekolah jadi dia bilang aku sih suka Hengky!"
"Maksudnya Patricia karena kasihan sama aku nggak ada yang suka."
"Ternyata dua hari kemudian dia dihajar oleh Carol Oma. Rambutnya dipotong pendek dan roknya juga digunting-gunting oleh Carol."
"Ya ampun," Herman tak percaya ada perempuan begitu terobsesi ada cucunya.
"Satu sekolah itu tahu '*peraturan tak tertulis*' itu Opa. Makanya aku waktu di SMA itu nggak ada yang suka karena setiap ada orang suka sama aku langsung dihajar oleh Carol."
"Aku baru tahu kemarin minggu lalu dari Patricia. Jadi Patricia sebenarnya nggak suka juga sama aku. Cuma karena saat itu aku nggak ada yang milih ya dia milih aku. Gitu loh Opa, Oma," jelas Hengky.
"Rasanya Opa pengen bikin Carol jadi bubur diulek-ulek sampai lembut," Herman kesal sekali pada Carol. Rupanya dia berani berkelakuan begitu karena kepala sekolah adalah pamannya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR ya.
