ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
HARAPAN PALSU



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Koq malah melamun?" Tanya Meylan.



 Ebby jadi ingat kejadian kemarin sore di kantor Andre.



"Enggak Oma, lucu aja ini kelinci. Aku jadi pengen punya."



"Enggak perlu kamu pelihara. Kalau kamu udah jadi istrinya Andre kan semua ini punya kamu."



"Ah Oma kasih harapan palsu aja ke aku."



"Ya nggak harapan palsu lah.  Kamu makanya serius sama Andre biar semuanya ini jadi milikmu." Jawab Meylan.



"Orang itu ngarepin jadi istri Andre karena hartanya, aku cuma ngarepin jadi pemilik kelinci ini ya Oma?" mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak.



"Kita jadi jalan?"  tanya Oma Meylan.



"Oke siapa takut."  kata Ebby.



"Kita harus tanya sama Hengky apa yang sudah dia beli biar enggak dobel," kata Ebby pada oma.



"Oma nggak mau, kamu aja yang tanya sama Hengky."



"Oke."



"Kenapa By?" Tanya Hengky yang kaget menerima telepon dari Ebby.



"Kamu dan Patty sudah beli apa aja buat lamaran? Jangan bilang kamu nggak tahu."



"Baru beli kosmetik aja belum yang lainnya," jawab Hengky.



"Bener-bener belum yang lainnya?"  tanya Ebby.



"Iya kenapa sih?"



"Ya udah nanti semuanya aku yang beli aja."



"Serius?"



"Iyalah aku serius, aku akan beli sama oma. Kamu terima beresnya aja semua sudah kemas dalam paket hantaran cantik."



"Aku nggak percaya. Kamu mau bantu aku seperti ini."



"Ya udah pokoknya kamu nggak usah beli apa-apa lagi. Kosmetik bawa ke rumah biar aku kemas. Dan bilang  sama Patricia kasih ukuran tubuhnya ke aku."



"Dia suruh chat aku."




"Ya udah kamu telepon dia dan katakan segera kirim ukurannya, Aku mau pergi sekarang sama Oma."



"Itulah Oma kalau sama kamu nurut."



"Udahlah Patricia juga akan dapat attensi kalau bisa dekati Oma, jangan kaku lah sama oma."



"Kamu tahu sendiri gimana kakunya Oma."



"Terima kasih saran dan bantuannya ya By."


\*\*\*



"Serius nggak apa apa?" tanya Patricia mengetahui Hengky telepon minta semua data dirinya dia kirimkan langsung ke nomornya Ebby.



"Enggak apa apa,  dia bawa Oma belanja," jawab Hengky.



"Oma mau pergi kalau sama Ebby." Protes Patty.



"Memang Oma itu terbiasa  belanja dengan Ebby."



"Oma bisa belanja?"



"Bisalah, paling Ebby akan dorong kursi rodanya."



"Kalau tahu gitu kan kemarin belanja sama aku," sesal Patty.



"Kamu nggak nanya Oma. Kamu nggak minta Oma saran. Mungkin itu sih kelemahanmu dekati Oma."



"Aku cuma  enggak enak lihat pandangan oma ke aku. Jadi aku takut mendekati Oma karena dia seperti tidak menerima aku," Patty memberi alasan tak berani dekati Meylan.



"Belajarlah dari Ebby cara mendekati oma. Jangan berpikir aku masih mencintai Ebby. Dia sudah tak punya rasa apa pun padaku, kamu tahu itu. Terbukti dia mau menolongmu membeli semua kebutuhan lamaran."



"Kalau masih cinta sama aku kan dia tak mau membelilan  kebutuhan lamaran kita."



"Iya aku tahu kebesaran hati Ebby. Aku bisa merasakan ketulusannya.  Dan kalau berkaitan dengan rasa  cemburu. Aku cemburu pada cinta oma ke Ebby."



"Susah kalau bahas perasaan  di hati Oma, pemenangnya pasti Ebby," kata Hengky.



"Sekarang ini nomor Ebby, kamu kirimkan semua yang dia butuhkan ya karena dia sedang on the way dengan Oma."



"Oh ya make up juga kirim ke alamat Ebby biar langsung di kemas jadi hantaran lamaran oleh Ebby."



"Oke." 


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR