ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
URUTAN AMPLOP



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Isi amplop pertama ini adalah dasar mengapa saya bisa menemukan Gift dari Maura untuk kalian semua."



"Tanpa isi amplop pertama, gift dari Maura tak akan kalian tahu. Sekarang silakan buka amplop pertama." Andre memandu mereka semua.



Lucas, Arthur dan Irene antusias, apa yang membuat gift Maura bisa terlacak setelah puluhan tahun kematiannya?



Pada amplop pertama dilihat copy-an hasil pemeriksaan kesuburan Andre yang ternyata sulit punya anak dan hampir dikatakan mandul.



"Perhatikan tanggal saya periksa lab yaitu dua bulan lalu. Kenapa saya beritahu hasil lab kesehatan kesuburan saya? Karena nanti akan berhubungan dengan amplop kedua ketiga dan keempat."



"Waktu itu istri saya ngotot ke dokter bahwa tidak mungkin saya mandul tidak mungkin saya infertil karena saya punya Aheng."



"Istri saya ngotot bahwa dialah yang mandul karena dia belum hamil juga, tapi dokter bilang tidak ada kesalahan dengan hasil pemeriksaan saya." Irene, Lukas dan Arthur bingung memang apa perlunya Andre memperlihatkan hal itu pemeriksaan itu?



"Semoga isi amplop pertama jelas. Berdasarkan isi amplop pertama, saya dan istri bingung bagaimana bisa ada Aheng di pernikahan saya dan Maura?"



"Maura itu adalah perempuan yang santun, dia masih virgin saat kami berhubungan suami istri pertama kali."



"Dan setahu saya Maura tidak pernah selingkuh sehingga saya bingung anak siapa Aheng?"



"Kalau Maura gadis manis dan tidak selingkuh dan kamu bilang dia masih virgin waktu berhubungan pertama dengan Maura kenapa kamu test Aheng anak siapa?" Sela Yohana atau Yoce. 



"Saya dan istri harus memastikan kalau perkiraan dokter yang menyebut saya mandul adalah salah dan Aheng benar anak saya." Jelas Andre.



"Kalau ternyata diagnose dokter benar saya mandul, lalu Aheng anak siapa kalau tidak saya test?" kata Andre ngotot pada Yoce.



"Kenapa Anda ngotot? Anak saya hanya memperlihatkan bukti bahwa dia mandul dan ada Aheng dalam pernikahannya dengan Maura." Herman ikut bersuara mendesak Yoce.



"Kami harus tahu kebenarannya karena ini ada hubungannya dengan nama besar NUGROHO," kata Herman lagi.



"Saya punya nama besar keturunan," kata Herman.



 Lukas menyikut istrinya supaya diam.



"Saya lanjutkan. Maka itu saya test dan hasilnya ada di amplop kedua. Silakan buka amplop dengan kode 2." Andre mempersilakan semua membuka amplop kedua yang berisi hasil test DNA antara Aheng dan Andre.




"Jelas disini Maura menyimpan rahasia teramat besar. Dia menyembunyikan hal ini sampai dia meninggal!"



"Berkaitan dengan nama besar marga, maka saya beritahu fakta ini pada papa saya. Dengan berat hati saya beritahu papa kalau dalam diri Aheng tak ada darah Nugroho sama sekali."



"Sama seperti anda, papa saya juga tak percaya kenyataan ini."



"Papa saya mengajak saya mencari peninggalan Maura yang bisa membongkar rahasia jati diri Aheng!" 



"Kami mencari bukti itu. Saya dan papa saya yang mencari bukti, istri saya pergi dengan mama saya jadi istri saya di sini tidak ada peran menemukan bukti anak siapa Aheng."



"Hampir seharian saya dan papa berkutat dengan barang bekas di gudang."



"Puji Tuhan kerja keras kami membuahkan hasil. Silakan buka amplop ketiga. Itulah gift dari Maura untuk kalian semua. Gift yang dia sembunyikan dengan rapat sendirian."



Semua antusias melihat isi amplop ketiga yang membuat semua penasaran.



Disana terlihat copy tulisan Maura yang memberitahukan bahwa dia mendapat pelecehan dari papanya diruang makan.



"Tidak mungkin, ini tidak mungkin," pekik Irene sambil menggeleng tak percaya.



"Apa itu bukan tulisan Maura? Saya hanya mengcopy dari diary yang kami temukan kok,"  kata Andre.



Jeffry terbelalak menatap tulisan itu.



"Jangan menjerit dan jangan lari dulu, rumah ini sudah dijaga polisi. Kalian lihat dari sini polisi sudah berjaga sejak tadi sebelum kami datang." Jelas Andre tenang.



Arthur berdiri dan berjalan ke depan dia melihat barisan barikade polisi di depan rumah mereka. Jeffry pucat pasi.



"Saya ingat malam itu saya papa dan mama saya pergi karena lusanya saya harus berangkat kembali ke  Australia."



"Malam itu saya pamit pada opa dan oma saya tapi Maura tak mau ikut. Setelah saya pulang Maura tidak menceritakan pada saya sampai dia meninggal tidak pernah dia cerita bahwa dia dilecehkan papanya sendiri.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED