ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
BELANJA HANTARAN UNTUK LAMARANNYA MANTAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Kamu yakin dia suka?" Meylan bertanya pada Ebby soal pilihan warna.



"Suka atau enggak suka, ini pemberian kita Ma. Tapi kan ini sesuai dengan selera yang aku bisa perkirakan dari beberapa kali pertemuan dengan Patty. Dan semua merk terbaik yang kita pilih. Bukan pilih yang abal-abal."



"Kalau soal warna,  ini semua warna kesukaan Hengky. Kalau dia nggak suka ya kelewatan."



"Oh iya, kamu tahu ya kesukaannya Hengky." Meylan baru ingat kalau Ebby kenal Hengky lama.



"He he, ya tahu lah Ma, jadi kalau dia komplain warna kasih tau aja itu warna kesukaan Hengky. Mudah kan Ma."



"Sepertinya sudah selesai semua Ma. Masih ada yang mau di cari enggak?" Tanya Ebby.



"Kayaknya sudah deh, kamu bilang make up mereka sudah punya kan?" Meylan mengingat apa lagi yang harus dia siapkan. Terlebih ini bukan hantaran pernikahan, jadi hanya sekedar bawaan saja.



"Ok, lusa aku antar ke rumah Mama sudah dalam kemasan hantaran ya. Nanti malam orang dari jasa rias hantaran akan datang ke rumahku," Ebby sudah mengontak orang dari jasa hantaran untuk merangkai di rumahnya.



"Iya santai aja atau kamu antar di hari H juga nggak apa-apa," jawab Meylan santai.



"Enggak Ma, nanti Hengky enggak tenang kalau hantaran belum aku kirim. Dia akan mengira aku sabotase atau apa."



"Biar bagaimana pun dalam hati kecilnya masih ada kecemasan aku belum rela dia berpindah ke Patty."



"Aku usahakan lusa sampai ke rumah Mama. Aku tunggu kiriman dari Patty. Biar aku rangkai sekalian. Katanya dia sudah beli alat make up yang akan dikirim ke alamatku."


\*\*\*



"Lagi di mana?" tanya Andre.



"Baru mau makan siang sama Mama," jawab Ebby.



"Dimana?" 



"Mall Taman Anggrek."



"Tungguin aku ikut makan siang  bareng." Pinta Andre.



"Enggak usah, kami udah mau pulang kok," tampik Ebby.



"Sudah tungguin aku. Aku udah on the way, kok udah deket." Balas Andre.



"Kamu barusan tanya aku dimana, koq bisa bilang udah deket. Aneh kan?" Ebby paling keqi ama Andre yang suka bikin kejutan gini.



"Coba tengok kiri." Pinta Andre. Ebby  kaget karena Andre sudah ada di pintu mall.



"Kamu tanya siapa posisi aku?"



"Sudah matiin telepon!"



"Ih nyebelin!" 



"Mama kasih tau Andre posisi kita?"  tanya Ebby pada Meylan.



"Dari tadi dia ada. Sejak kita masuk mall. Dari tadi dia ngawasin kita dari jauh," jelas Meylan.




"Enggak tahu, Mama pikir kamu kasih tahu dia."



"Enggak Ma, barusan dia telepon baru aku tahu."



"Sejak kita datang Mama sudah lihat bayangannya Andre."



"Ya ampun aku, malah enggak tahu."



"Ayo kita makan aja. Sudah sini aku yang mendorong kursi mama." Andre yang telah berdiri disebelah Ebby minta dia yang mendorong kursi roda Meylan.



"Mama bilang udah lihat Koko dari tadi," ucap Ebby. Dari kita datang disini mama udah lihat Koko. Aku nggak suka ya digituin," protes Ebby dengan kesal.



"Iya benar, sejak tadi aku awasin kalian." Andre menjawab tannpa rasa bersalah.



"Kalau iya kenapa sih nggak nyamperin dari tadi? Kenapa harus ngawasin dari jauh!"



"Aku takut kamu nggak nyaman aja belanja ada aku." Andre memberi alasan mengenai tindakannya.



"Enggak gitu juga lah." Ebby ngambek dengan mulut manyun.



"Kalian nggak usah ribut, ayok kita makan," kata Meylin.



"Koko nyebelin Ma," rajuk Ebby. Meylan kaget mendengar kata-kata KOKO dari mulut Ebby.



'*Berarti mereka sudah lebih jauh dari yang aku duga*.'



Mereka pun makan di Chinese food Resto.



"Ini enak loh Ma," Ebby menyorong piringnya agar Meylan mencicipi menu yang dia pesan.



"Masa sih?"



"Coba in lah Ma." Meylan mengambil satu sendok dari piring Ebby.



"Iya By bener enak," puji Meylan.



"Masih kalah enak sama yang di Berlin Ma," kata Andre serius, dia mengambil satu sendok dari piring Ebby buat dia cicipi.



"Wah bener Ma.  Waktu di Berlin Koko nggak sengaja ketemu sama rumah makan Chinese. Kokinya memang asli dari Taiwan. Enak banget masakannya."



"Aku aja yang sakit suka koq sama masakan dia." Ebby cerita masakan chinese di Berlin. 



"Kamu kan sakit di pinggang Babe, bukan sakit di mulut.  Ya selera makan tetep aja enak rasanya.  Karena lidahmu nggak berubah selera," Andre mengingat luka di pinggang Ebby yang kemarin dia lihat saat di kantornya.



"Iya sih tapi enak banget yang dibeliin itu," kata Ebby.



"Tapi ini lumayan kok *Babe*,"   Andre mengambil satu sendok dan menyuapi Ebby tanpa malu di depan mamanya.



"Iya ini lumayan kok." Meylan melihat interaksi keduanya. Meylan yakin hubungan Ebby dan Andre bukan seperti dulu lagi saat masih jadi tunangannya Hengky.



Meylan bersyukur bahwa harapannya agar Ebby menjadi anggota keluarganya akan semakin ya terealisasi.  Tinggal menunggu tanggapan Hengky dan Herman nanti malam saat dia bicara.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING