
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Daddy harus pergi." bisik Andre pada Hengky dan Patty di panggung pengantin.
"Kenapa Dadd?" Hengky tak percaya acara belum selesai Andre harus pamit. Walau tak terlalu mempengaruhi suasana pesta, tapi setidaknya dia sedih.
"Ebby pergi gara-gara Claudia." Jelas Andre.
"Siapa yang menghancurkan perusahaan orang tua Claudia dan Charles?" Hengky penasaran karena tadi Claudia ada disebelahnya saat tau pabrik papanya hancur disusul terjun bebasnya saham milik Charles tunangan Claudia.
"Daddy nggak tahu. Sepertinya bukan hanya milik keluarga Claudia tapi juga usaha Charles dan perempuan itu yang namanya Margaretha juga hancur." Jelas Andre. Padahal Hengky belum bercerita masalah Charles, rupanya Andre sudah tahu lebih dulu.
"Ya tadi Margaretha ke sini menghampiri Claudia yang sedang minta tolong padaku agar aku bisa membujuk Daddy saat dia tahu ada yang menghancurkan perusahaan Charles."
"Aku juga tahu gudang milik orang tua Claudia hancur tak lama dari terjun bebasnya saham Charles," Hengky memberitahu Andre kalau Claudia minta tolong padanya.
"Margaretha memberitahu Claudia orang tuanya dituduh korupsi sehingga orang tuanya ditangkap maka Margaretha langsung ngajak kalau dia pulang."
"Siapa pun yang membuat masalah dengan Daddy dan Ebby akan hancur. Siapa pun itu."
"Tak peduli dia saudara dekat sekali pun."
"Bahkan anak sekali pun akan dihancurkan bila menyakiti hati Ebby. Ingat itu," kata Andre dengan nada dendam.
Patricia tahu karakter seperti itu dia akan mewanti-wanti mama dan papanya jangan sampai bermasalah dengan Andre kalau tak ingin hidupnya hancur.
Patty tahu yang suka cari permasalahan adalah mamanya yang suka nyerempet-rempet bahaya. Jadi Patty akan memperingatkan mamanya untuk menjauh dari Andre.
Terlebih ini sudah diultimatum oleh Andre siapa pun itu tak peduli anak akan dihancurkan. Tak menunggu hitungan jam seperti yang dilakukan pada Claudia sepupunya sendiri.
Belum satu jam semuanya hancur padahal di Berlin loh bukan di Jakarta.
Jauh disana bisa langsung dieksekusi bagaimana yang satu kota dengan Andre?
Patty merinding membayangkan semua itu.
"Kalau kalian membela laudia atau Margaretha, kalian sama saja menggali kapak perang dengan Daddy. Kamu tahu sejak kamu kecil Daddy sabar menghadapi Claudia. Tapi kesabaran itu sudah habis. Waktunya Daddy bergerak!"
\*\*\*
"Mama sama Papa tolong temani Hengky dulu ya. Aku cari menantu kalian. Aku janji dia akan kembali jadi Mama harus tenang."
"Belum tentu dia nggak marah sama kamu," tangkis l Meylan sengit. Dia ketakutan bila Ebby *mutung*.
"Ebby jelas-jeals melihat perempuan itu menciummu."
"Perempuan itu menciumku, tapi aku nggak ngapa-ngapain kan? Dan ada saksinya Ko Gunawan. Jadi Papa sama Mama tenang aja. Aku dan Ko Gunawan akan pergi membujuknya."
"Ternyata dia keluar dari hotel dengan menyamar."
"Papa bilang apa, kemampuannya dia itu di atas rata-rata." Herman bukan orang bodoh, dia tahu siapa Ebby.
"Iya Pa, aku minta tolong Papa dan Mama dampingi Hengky dulu ya. Dan kasih tahu semuanya siapa pun yang bermasalah denganku atau Ebby akan hancur tanpa peduli siapa. Aku tak mau ada keluarga yang menyalahkan aku dan membela Claudia."
"Sejak dulu Claudia sudah menganggapku sampah yang tak laku di obral sekali pun. Tiap kesempatan dia tawarkan aku entah dengan iming-iming apa. Sekarang waktunya aku balas dendam lada Claudia."
"Asal Papa dan Mama tahu, dia sudah hancur, sudah dan yang bikin bukan aku."
"Papa bisa cek. Baru aku nyuruh orang, tapi ternyata orang itu bilang yang aku minta hancurkan tadi sudah hancur lebih dulu."
"Begitu pun bisnisnya Charles. Rupanya yang menghancurkan ini nggak main-main dan aku yakin bukan Ko Gunawan karena Ko Gunawan saat itu bersama aku."
"Apa bukan Ebby pelakunya?" tanya Meylan.
"Kemungkinan iya Ma."
"Aku yakin Ebby bisa melakukan semua itu. Selama ini rupanya dia hanya diam-diam saja, bersikap seakan tidak mengerti kehidupan mafia."
"Padahal dia lah Putri mahkota dari Gunawan. Aku yakin dia punya kemampuan di atas aku," kata Andre.
"Ya sudah Mama dan Papa akan temani Hengky. Kalau ada orang bertanya aku bilang kalian pergi karena ada urusan mendadak."
"Bilang aja kami pergi ke Singapura dengan mendadak." Andre memutuskan beritahu saja kemana dia pergi.
"Oke, memang kamu mau ke Singapura?"
"Sepertinya gitu. Koko Gunawan tadi sudah bilang aku suruh ambil paspor dulu karena kemungkinan Ebby ada di Singapura."
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY !