
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.
“Jadi kita dipanggil apa Dadd?” tanya Ebby sambil menciumi Gilbert cucu pertama mereka.
“Apa maunya? Grandpa? Kan belum ada yang pakai itu,” usul Andre.
“Enggak ah, pasaran. Yang beda dong,” tolak Ebby.
“Jadi apa dong? Udah Daddy aja lah.”
“Yang nggak mungkin orang dia bukan anak kita. Kok enak aja ngakuin anak orang,” protes Ebby.
“Lalu apa dong panggilannya?”
“Apa ya? Gimana kalau GRANDDY, beda dari yang lain.
“Haduh kok gitu,” Andre baru dengar nih. Yang dia tahu hanya candy.
“Ya biarin lah.”
“Jadi kamu GRANDMY?” tanya Andre.
“Iya dong.”
“Oke deh, suka-suka Grandmy ya sayang,” kata Andre pada cucunya. Mereka menciumi cucunya dan minta di foto bertiga. Andre tentu saja sudah terbiasa menggendong bayi walau sekarang agak kaku karena sudah terlalu lama sejak bayinya Aheng dulu.
“Nanti ajarin aku ya Dadd, cara gendong baby,” pinta Ebby.
“Pasti terbiasa kok. Kita akan bisa sendiri, kita belajar dari kebiasaan aja,” kata Andre.
Dia menciumnya cucunya, Gilbert Stefanus dengan penuh kelembutan.
“Hidungnya kaya Aheng banget,” Meylan memberi komentar tentang cicit pertamanya itu.
“Ya iyalah, dia kan anak aku.Oma gimana sih?” kata Aheng sambil terus mengusap-ngusap tangan Patty.
“Ih seneng banget ya kamu udah punya baby,” ujar Ebby.
“Kamu enggak usah tanya sakitnya karena semua orang ngelahirin itu pasti sakit kata Sekar.
“Zaman sekarang mah gampang Ma, aku udah tahu kalau sakitnya kayak apa. Aku lihat tutorial video-video melahirkan itu. Aku bisa tahu kok gimana sakitnya dan efek kalau aku njerit bagi simpanan tenagaku. Makanya tadi Koko bilang nggak usah ke sini karena takut aku stres, sebenarnya nggak perlu, aku sudah ngeliatin prosesnya kok. Jadi aku nggak takut dan nggak akan kaget lagi,” ujar Ebby.
“Serius kamu nyari tahu hal itu?” Andrre malah tak menduga istrinya lebih siap dari perkiraannya.
“Setidaknya bayang-bayangnya udah. Jadi nggak perlu takut, aku malah pengen cepet melahirkan dan merasakan sensasi itu,” sahut Ebby.
“Eh nggak boleh ngomong gitu, nanti jadi cepat ngelahirin beneran sebelum waktunya.” Sekar walau produk masa kini tapi masalah kepercayaan dia sangat kuat.
“Eh jangan lahir sebelum waktunya. Maksud aku, aku pengen cepet punya bayinya. Tapi ya tentu dengan kondisi yang seharusnya 2 bulan lagi jangan dipercepat tiba-tiba,” jawab Ebby.
“Kasihan baby bila lahir sebelum waktunya.”
“Aku tadi bawain kamu jus loh Patt, kamu minum deh.”
“Juice apa Mom?”
“Tadi aku bawa juice mangga dan juIce apa tadi Dadd?”
“Juice mangga dan juice sirsak,” jawab Andre.
“Tapi yang untukt aku, tadi aku minta bikinkan juice strawberry.”
“Ih kebayang asemnya Mom. Tapi pasti seger,” Patty bisa membayangkan kesegaran juice strawberry yang Ebby ceritakan.
“Aku tadi minta tambah madu. Semua no sugar added koq. Kan dibuat di rumah jadi semua pakai madu. Terlebih buat bumil dan busui,’ jawab Sekar. Meylan melihat ketulusan Sekar pada anak dan menantunya, Tak ada pembedaan dari ibu itu.
“Pasti enak banget. Mau mau mau,” pinta Patty.
“Yang juice strawberry, aku tadi cuma bawa dua, kalau yang lain banyak. Karena aku pikir yang strawberry hanya buatku,” jawab Ebby.
“Lho ada dua koq dibilang CUMA Mom?”
“Oh gitu, tapi koq hamilnya nggak gemuk banget. Beda banget ama aku ya Pi?” ucap Patty pada papi baru. Aheng dan Patty sepakat pakai sebutan papi dan mami agar membedakan dengan opa dan oma agar Gilbert nanti tak bingung.
“Ha ha ha, Prince memang rakus kayak daddynya,” kelakar Ebby.
“Kok Daddy, yang jadi terdakwa? Daddy sekarang makan banyak karena terbawa situasi lingkungan aja,” semua tergelak mendengar Andre bisa berkelit. Semua tahu Andre memang jadi super gembul sejak Ebby hamil. Kadang tengah malam pun dia akan ke dapur cari makanan berat bukan cemilan.
Saat itu orang tua Patty baru datang. Tak hanya Andre yang bingung, semua yang hadir disana juga bingung kok mereka baru datang padahal kan dikabarin dari sebelum Patty berangkat ke rumah sakit. Setengah hari lalu dan mereka datang 2 jam setelah cucu mereka lahir.
“Maaf kami terlambat, tadi ada kepentingan dulu sebentar.”
“Oh nggak apa-apa,” kata Meylan datar. Dia sudah biasa menghadapi sikap besannya yang satu ini.
‘*Rupanya kelahiran cucu masih bisa dikalahkan ‘kepentingan sebentar sampai setengah hari*,’ lanjut Meylan dalam hatinya.
Andai semua tahu kepentingan apa yang membuat mama Patty tak bisa segera lari begitu mendengar Patty akan melahirkan.
Untuk mamanya Patty, keluarga Aheng memang tak perlu dia dekati karena diancam Patty kalau keluarga mertuanya jangan didekati dengan niat tak jelas. Itu membuat mama Patty malas bergaul dengan keluarga Aheng karena tak bisa dimintai dana seperti kedua besannya yang lain dari kakak-kakak Patty. Dua besannya yang lain hobby ngajak makan dan shopping tanpa dia mengeluarkan uang.
Meylan merasakan perbedaan mama Patty, Irene dan Sekar. Sebagai besan Sekar setiap ada acara apa pun tanpa diundang dia pasti hadir. Seperti saat ini pada saat kelahiran anaknya Aheng, dia tetap datang tanpa diundang. Padahal untuk urusan tali persaudaraan tak ada hubungan apa pun antara Sekar dan Patty atau Aheng.
\*\*\*
“Oh …oh ….”
“Terus Babe, terus jangan berhenti,” desah Andre berbisik di telinga Ebby dengan lembut.
“Daddy uh uh uh.”
“Yes honey, Yes Babe, ayo terus terus terus hampir selesai. Jangan berhenti di tengah. Ayo,” desah Andre.
“Hampir Babe, makin kuat, ayo Babe makin kuat.”
“Uuh ah uh.”
“Terus Babe,” ucap Andre.
“Owaaaaaaaaaaaaaaaaaaa … owaaaaaaaa,” tuntas sudah perjuangan Ebby menghadirkan pangeran kecil Nugroho.
“I love you Babe kamu memang perempuan hebat,” kata Andre. Sejak awal Andre mendampingi kelahiran putra mahkota mereka. Bayi yang benar-benar keturunan Nugroho tapi pemilik seluruh kerajaan bisnis Susanto. Harta milik Sekar dan Gunawan Susanto!
Ebby langsung terkulai lemas, Andre terus memeluk istrinya walau saat dokter melakukan jahitan di jalan lahir yang biasanya tak boleh ditemani, tapi dokter mana yang berani melarang menantu pemilik rumah sakit ini?
Ebby melahirkan di rumah sakit internasional milik Sekar. Di luar ruang bersalin keluarga besar menanti khabar kelahiran dengan penuh harap cemas. Ada Sekar, Gunawan juga Meylan tentunya juga Herman dan Aheng.
Patty tak bisa ikut karena Gilbert kecil sedang rewel habis imunisasi. Dalam rapat keluarga besar laki-laki Nugroho akhirnya Gilbert boleh menggunakan nama besar Nugroho. Karena kelahiran Aheng bukan kecurangan Andre mau pun Herman.
“Puji Tuhan cucu kita lahir juga,” kata Sekar sambil memeluk Meylan dengan terharu.
“Semoga Ebby-nya sehat,” ucap Meylan membalas pelukan besannya.
“Benar terlebih dia ingin jadi mesin tetas,” Sekar memberitahu apa yang Ebby ingin lakukan selanjutnya.
“Apa maksudmu?” tanya Meylan bingung.
“Ebby tak ingin menunda lama dia hanya ingin enam bulan kosong habis itu produksi lagi anak kedua. Dia mau cepet punya baby berikutnya, setelah ASI eksklusif selesai.”
“Alasannya usia Andre. Setelah 3 anak dia akan selesai produksi. Habis itu mereka tinggal menjaga dan membesarkan anak-anak.”
“Ya ampun segitunya,” Meylan tak percaya niatan Ebby.
“Iya itu sudah planning jangka pendek Ebby dan kita wajib mendukungnya. Sejak sekarang kita jaga cucu-cucu dengan cermat karena Ebby ingin hamil lagi.”
“Semoga aja Aheng dan Patty enggak berpikir begitu. Bagaimana aku mengawasi 2 cucu kita secara adil?” meylan tak ingin dibilang berat sebelah tak memperhatikan cucunya dari Ebby.
“Ebby belum cerita masalah ini pada Andre. Aku yakin Andre akan menolak dan bersikeras cukup 1 anak. Tapi Ebby tak mau. Dia ingin banyak anak,” bisik sekar karena melihat Andre keluar untuk mengabari kalau Ebby akan di pindah ke ruang rawat super VVIP khusus untuk keluarga Gunawan Susanto.
“Kita kan bisa gantian walau anak Aheng sekali pun tetep aja itu cucu aku,” kata Sekar. Meylan tak percaya punya besan sebaik itu. Bahkan mama kandungnya Patty sejak kelahiran cucunya baru satu kali datang ke rumah untuk menengok cucu, padahal Meylan sendiri yang bukan cucuk kandung saja tiap hari tidak melihat Gilbert adalah suatu kehampaan seperti sayur sop tanpa kuah.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA DITOLAK, DUKUN SANTET BERTINDAK
Kali ini ceritanya ada bau-bau mistis yaaa
Biar enggak bosen