ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
OVULASI TEST



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



"Jadi Ebby ikut ke Australia itu karena dia takut kamu sendirian?"



"Benar. Dia memagari gerakku. Tapi enggak mau dipagari," lapor Andre.



"Yeee, aku kan setia," sanggah Ebby. Mereka telah tiba di ruang makan.



"Mama, ini Rudolf. Dia belakangan datang dan tidak menginap disini. Dia di asrama papanya Ebby," Andre memperkenalkan Rudolf pada Meylan. Sekalian mengumumkan dimana Rudolf tinggal. Lelaki itu dalam pengawasan ketat Gunawan.



Ebby mengambilkan Andre makan. 



"Mama mau ini?" Ebby menyodorkan beef yakiniku pada Meylan.



"Mama mau yang itu saja," Meylan menunjuk beef teriyaki.



"Kali ini enggak boleh. Karena teriyakinya pakai banyak paprika." Tolak Ebby.



Stella melihat Ebby berhasil menolak permintaan mertuanya dengan lembut.



"Sekarang mama punya bodyguard," Andre mengumumkan dengan senyum.



"Aku lakukan karena aku sayang Mama. Kamu tu ngebiarin Mama makan semua bukan artinya kita sayang, karena akan berpengaruh pada kesehatan Mama," Meylan tersenyum mendengar alibi Ebby.



Semua membenarkan pendapat Ebby. 



"Aku masih penasaran soal kamu ikut ke Australia."



"Ha ha ha, aku pamit akan ada reuni. Aku cuma kasih tau enggak ngajak," jawab Andre.



"Aku langsung ultimatum. Aku ikut atau enggak boleh berangkat," jawab Ebby.



"Apa kamu punya rasa suka sebelum kalian jadian?" Tanya Ruddy. Untuk orang Eropa keterbukaan hal yang biasa.



"Aku bertemu dengan Andre itu bisa dihitung jari walau aku lama berhubungan dengan Aheng. Dia lebih lama di Paris atau di mana entah aku tak tahu saat itu."



"Dan aku tak punya rasa suka, tapi aku segan dan takut selayaknya pada seorang calon mertua."



"Bagaimana denganmu Ndre?" Rudolf yang sekarang bertanya.



"Aku? Kalian mau dengan penilaianku saat dia berhubungan dengan Aheng?"



"Dia jarang bicara denganku, kalau bertemu tak berani menatapku atau pada papaku. Kami bicara seperlunya. Aku menganggap dia gadis yang baik, tahu sopan santun, tidak neko-neko. Hanya itu. Karena aku tak pernah ngobrol dengannya."



"Kami mulai ngobrol sejak aku merengek minta dia bertemu dengan anakku dan memaafkan Aheng karena anakku tak bersalah."



"Jadi seperti itu?"



"Sejak di Paris aku memandang Andre sebagai sosok yang baru aku kenal. Bukan sebagai calon mertua lagi. Saat itulah aku mulai jatuh cinta, karena dia gigih memperjuangkan Aheng."



"Kegigihan dan rasa cintanya ada Aheng membuat pandanganku padanya berubah. Aku jatuh cinta pada sosok dewasa yang penuh cinta pada keluarganya itu."



Meylan baru tahu bagaimana perjuangan Andre buat Aheng. Sebelumnya Meylan hanya tahu perjuangan Andre membuat Aheng punya waktu dengan Patty di Bunaken. 



"Kita kasih kado apa buat mommy dan daddy?" Patty bertanya pada suaminya yang masih sibuk dengan berkasnya. Sekarang ruangan Andre sedang di renovasi untuk dijadikan ruang kerja Aheng dan Patty. 



Nanti ruang kerja Aheng akan diubah tapi entah buat apa. Mereka belum memikirkannya.



Itu sebabnya Aheng sedang mulai membereskan berkas di ruangannya.



Sedang ruang kerja Patty sebagai site manager tak akan diubah. 



"Bagusnya apa Yank? Kado buat orang yang sudah memiliki semuanya itu tentu membingungkan."



"Bagaimana kalau ini?" Patty memberi amplop pada Aheng.



Aheng membukanya, ada dua plastik klip disana.



Aheng membelalakkan matanya. Bagaimana mungkin Patty melakukan hal itu?



"Bagaimana bisa?"



"Kamu curiga padaku?" Tanya Patty takut.



"Enggak Yank. Tapi aku sungguh enggak nyangka aja."



"Ingat Deborah sepupuku yang dokter kandungan si Banyuwangi?"



"Dia menghitung saat kita menikah aku sedang masa subur. Dia memeriksa dengan alat ini saat hari kita berangkat ke gereja." Patty menyerahkan amplop hijau kecil berisi ovutest



"Lho itu bukan alat test kehamilan Yank?"



"Bedalah. Alat test kesuburan dan test pack beda."



"Ovulasi test digunakan untuk mendeteksi hormon *Luteinizing Hormone* pada wanita untuk mengetahui kapan masa suburnya."



"Sedang kamu tahu kan kalau test pack berguna untuk mendeteksi *Human Chorionic Gonadotropin* pada wanita yang diproduksi selama kehamilan berlangsung."



"Pagi itu aku tahu sedang ovulasi. Jadi Deborah bilang kemungkinan kalau benihmu subur aku akan langsung hamil. Itu sebabnya delapan hari kemudian aku test dengan alat yang sensitivitasnya tinggi."



"Deborah bilang cek setelah tujuh hari, lalu ulangi lagi tujuh hari kemudian."



"Ini hasil test pertama. Disitu aku sudah dapat hasil positif, tapi aku sabar. Aku tunggu sampai periode kedua test." Patty menunjuk plastik klip test pertama.



"Dan ini test kedua."



"Tapi saat itu aku takut kalau kamu mengira aku hamil duluan. Kita baru nikah dua minggu lalu aku kasih hasil test pack ini tentu akan membuatmu curiga."



"Maka aku akan menunggu sampai satu bulan pernikahan kita nanti aja."



"Tapi setiap hari aku tak sabar ingin memberitahu kabar bahagia ini. Aku jadi bingung sendiri."


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama AYI


dengan judul novel CINTA GILA ya