ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
BERANGKAT KE PENGUNGSIAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



"Kami pamit dulu ya By."



"Terima kasih ya. Tadi alamat apartemen dan passwordnya sudah ada di Andre dari mama. Tapi ini buat kalian pegang karena aku yakin mama enggak akan kasih tahu password sembarangan," Ebby memberikan kartu masuk apartemen orang tuanya pada Stella.



"Stella ini buat isi kulkas apartemen. Ini makan siang dan ini makan malam tinggal kalian panaskan di microwave saja," Sekar memberikan satu tas besar makanan dan minuman pada Ruddy tapi bicara pada Stella.



"Dari sana bawa aja minuman, mungkin ini kurang."



"Cukup Tante. Kalau kurang biar kami belanja," jawab Stella.



"Ya siapa tahu kurang," jawab Sekar.



"Nanti gimana Andre saja Tante," jawab Ruddy.



"Kalian tolong perhatikan persiapannya Andre,  baik baju mau pun sepatunya," pinta Ebby pada kedua sahabatnya itu.



"Oke nanti aku akan katakan pada Andre," kata Ruddy.



"Terima kasih ya Rud, kalian sudah sangat membantu aku." Ebby sangat merasa terbantu oleh kehadiran Ruddy dan Stella.



"Sama-sama. Mama papamu juga sudah menolong kami banyak kok waktu di Berlin," ujar Ruddy.



"Alah itu nggak usah dipikirin," kata Ebby.



"Bagimu mungkin nggak usah dipikirin, tapi bagi kami beda," ujar Stella.



"Ya udah kami pamit ya,"  mereka berdua pun pamit dengan diantar mobil Sekar.



"Nanti kalian nggak usah ganti mobil, pakai mobil itu aja sekalian ke apartemen."



"Jadi nggak akan nyasar. Walau tadi Tante sudah kirim alamat apartemennya ke Andre,"  kata Sekar.



"Ya gitu aja, biar nggak repot-repot juga." Ebby menguatkan perkataan mamanya.



"Pakai itu aja sama Dave dan Andre, lebih aman karena mobilnya anti peluru," kata Sekar.


\*\*\*



Dave dan Andre sudah siap saat Ruddy dan Stella datang.



"Andre kata mamanya Ebby kita nggak usah ganti mobil. Suruh pakai itu aja karena lebih aman dan sudah anti peluru," kata Ruddy.




Andre minta pegawainya memindahkan barang yang tadi dia siapkan ke mobil Sekar. 



"Jangan ada yang tertinggal atau kepalamu lepas dari leher," ancam Andre.



"Ndre, Ebby bilang sepatu dan semua perlengkapan jangan ada yang tertinggal. Nanti repot," Ruddy menyampaikan pesan Ebby.



"Tadi aku sudah lihat sih. Kayaknya nggak ada yang ketinggalan, tapi coba cek sekali lagi," ujar Dave.



"Benar, lebih baik kita cek saja sekali lagi," kata Ruddy.



Andre dan Dave mengecek semua yang ada dalam kamar Andre apa ada yang tertinggal. Lalu mereka mengecek mobil Andre, takutnya saat pemindahan barang ada yang tidak terbawa.



"Paling tidak kalau pakai mobil itu kita nggak repot cari alamat Ndre," kata Dave.



"Iya sih karena sopirnya kan udah tahu apartemennya."



"Passwordnya sudah kan?" kata Dave.



"Sudah. Tadi mama Sekar sudah kasih tahu password."



"Tapi dibawakan kunci juga kok buat kita-kita yang nggak tahu passwordnya." kata Stella.



"Pa, Ma aku berangkat dulu ya," Andre pamit pada Meylan dan Herman.



"Iya hati-hati Ndre.



"Heng, Daddy duluan ya," Andre pun pamit pada putranya. Patty sedang istirahat di kamarnya.



"Iya Dadd, hati-hati."



Hengky sudah plong melihat daddynya sudah tidak sedih seperti semalam.



Beban di pundak Hengky juga terasa lepas karena Andre sudah mendapat solusi ketakutannya kehilangan Ebby menjelang pernikahan seperti yang dia alami dulu.



Hengky merasa sakit bila ingat kegagalannya. Bukan sakit hati pada Ebby. Tapi lebih karena malu yang harus dia tanggung saat saat belum ada clarifikasi dari dirinya.



Semua sakit hilang ketika dia bisa klarifikasi dan mereka memposting kebersamaan saat pertemuan pertama sejak tragedi video itu.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama AISY ARBIA


dengan judul novel MERTUA DURJANA ya