
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Lalu aku kembali bertemu dengan Ebby di Paris. Saat itu Ebby sedang didekati mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh S2 dan bekerja sampingan jadi driver taksi."
"Saat itu aku mulai merasakan keanehan. Ini bukan bualanku. Orangnya ada di sini kalian bisa tanya kalau tak percaya."
"Saat itu aku merasa Ebby cemburu pada aku. Pada siapa pun yang dekat dengan aku. Padahal kami tak ada hubungan apa pun," kata Andre serius.
"Benar. Aku cemburu kalau Andre bertemu klien atau rekanan perempuan, bahkan aku cemburu saat dia dengan keluarganya yang sedang menunggu suaminya."
"Pokoknya aku benci. Aku cemburu. Kalian ingat waktu Claudia memperkenalkan temannya."
"Andre ketemu siapa pun aku tuh marah. Aku tak ngerti pokoknya itu yang aku rasakan."
"Lalu kami kembali bertemu di Berlin. Pada saat itu jujur aku yang mengikuti Ebby. Tapi aku memang ada keperluan juga di Paris aku habis menjual perusahaanku yang di Paris karena tak tahan dicemburui dengan Claire rekananku."
"Aku ingin mundur. Aku tak mau mengejar mimpi karena tak mungkin aku menikahi perempuan yang pernah dicintai oleh anakku."
"Dari beberapa kali pembicaraan antara aku dan papaku juga Hengky, mereka bilang kalau memang jodoh aku Ebby mereka nggak keberatan."
"Itu Hengky ucapkan sendiri langsung kepadaku. Begitu pun papaku karena kita tidak bisa menghapus garis Tuhan."
"Di Berlin aku berniat mundur, makanya aku mau pulang duluan. Kamu ingat kita malam perpisahan itu perpisahan dan aku sudah punya tiket."
"Tapi Tuhan berkehendak lain. Aku melihat Ebby tak berdaya. Saat itu aku merasa putus napas. Aku tak berdaya. Dan aku berjanji akan mengejar cintanya!"
"Pantas saat itu aku melihat kamu menangis saat memangku Ebby."
"Saat itu rasanya aku ingin bertukar posisi, biarlah aku yang terluka. Aku putus asa membayangkan dia akan meninggalkanku," jawab Andre.
"Iya kah? Stella mengapa kamu nggak cerita sama aku?"
"Aku enggak tahu aku pikir kalian nggak ada apa-apa."
"Tadi sudah aku katakan, saat itu awal aku memastikan diri akan memperjuangan cinta Ebby."
"Kenyataan kan?" Goda Andre.
"Benar begitu By?" Tanya Dave memastikan.
"Yah itu kenyataannya. Aku yang anak kecil masih gadis dan lebih kaya dari dia, tapi aku yang takut dia tinggal."
"Bisa bayangin beli makan aja dia perginya sama papaku, aku marah."
"Nah itu, kecuali aku pergi dengan Stella. Bolehlah dia cemburu."
"Waktu dia pergi seharian sama Ruddy itu aku sudah nggak kuat pengen nyusul," kata Ebby jujur.
"Wow," kata Ruddy.
"Itulah kenyataannya."
"Begitu kami tiba di Indonesia aku langsung bicara pada Papanya bawa aku akan serius pada Ebby."
"Jadi aku mohon kalian jangan salah tangkap. Aku takut kalian mendengar cerita di resepsi nanti. Mungkin ada satu dua yang akan bicara dengan bahasa Inggris dan kalian mengerti aku tak mau kalian teman-teman baik Ebby salah persepsi terhadap kami," jelas Andre.
"Itu mengapa kami menikah setelah anak kami," kata Ebby.
"Karena aku tak mau dibilang Andre merebut aku dari Hengky. Aku tak mau nanti dibilang Hengky menikah karena pelarian ditinggal aku."
"Oke sampai sini jelas nggak?"
"Jelas sangat jelas katanya kalian sahabat-sahabat kami kami nggak akan pernah berpikiran buruk soal kalian."
"Oke sampai situ. Yang berikutnya adalah kita menunggu satu orang tamu yang aku yakin kalian kenal."
"Sekarang dia sudah dengan pribadi yang baru aku ingin kita melupakan semua masa lalu. Kita mulai semua dari awal."
"Itu dia orangnya datang!" Dari depan masuk seorang lelaki tampan.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY!