
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Serius Ko?" Andre tak percaya mendengar apa yang Gunawan ceritakan.
"Makanya harus kita lacak bener karena yang ada di data info seperti itu tapi kan mereka satu tim." Ungkap Gunawan.
"Kayaknya nggak mungkin," bantah Andre sambil menggeleng.
"Enggak ada kata nggak mungkin dan seperti yang Ebby bilang, Ini kan bukan masalah bisnis," Gunawan mengingatkan Andre yang diceritakan untuk mereka.
Akhirnya mereka sampai ke tempat yang tertera di info detektifnya Gunawan.
"Ada yang bisa saya bantu?" Sapa seorang gadis yang cukup cantik. Gadis itu adalah Monica. Dia artis banyak product nya Ebby.
"Saya Papanya Ebby," sapa Gunawan.
"Oh Hai Om ," Kata Monica.
"Bisa bicara sebentar?" Pinta Gunawan.
"Silakan Om, silakan," Monica ramah menjawab permintaan Gunawan.
"Saya mau bertanya apa kamu lihat Rudolf, Ebby, Dave dan Hendrik?" Tanya Gunawan.
"Saya nggak tahu Om sejak dari Bali itu saya nggak ikutan mereka," kata Monica.
"Tapi anda ada di Berlin. Bukankah anda biasanya di Paris?" tanya Andre.
"Oh enggak, domisili asli saya di sini. Saya memang di sini bukan di Paris. Waktu itu saya ke Paris karena dibawa oleh Hendrik."
"Saya adalah BA ( brand ambassador ) produknya Ebby. Bila ada pekerjaan saya akan ke Paris karena kantor Ebby ada disana. Tapi hari-hari saya kembali kesini." Jelas Monica.
"Minggu lalu Ebby dan team ada pekerjaan di Berlin. Apa anda tidak bertemu dengan Ebby?"
"Saya tidak termasuk.dalam team Ebby. Saya bekerja buat perusahaan Ebby, bukan buat team."
"Kemarin anda ikut di Sibolga padahal bukan termasuk team?" tanya Andre.
"Benar saya ikut saat perjalanan ke Sibolga. Tapi saya tidak bekerja. Saya ikut hanya sebagai sepupu Hendrik. Dia bilang saya dibutuhkan untuk jadi teman bicara Ebby." Rinci Monica.
"Hendrik sedang mendekati Ebby, tapi dia malu. Jadi saya diminta untuk selalu ngobrol dengan Ebby. Hendrik malu mendekati Ebby secara langsung."
"Wah sayang sekali ya, padahal saya senang Ebby bisa dengan Hendrik," pancing Gunawan.
"Oh ya Om?"
"Iya saya senang dengan etos kerja Hendrik. Tapi kalau sifatnya saya belum kenal," jujur Gunawan mengatakan kalau dia belum kenal Hendrik.
"Walau belum pernah bertemu dengan Hendrik saya setidaknya bisa melihat gambaran motivasi kerja dirinya. Dia orang yang sangat pekerja keras. Saya suka orang-orang seperti dia." Gunawan tidak bohong. Dia memang suka dengan orang yang punya etos kerja istimewa.
"Sejak kecil dia memang bekerja keras, dia memang nggak pernah pacaran Om. Baru sekarang dia naksir seorang gadis yaitu Ebby."
"Jadi anda nggak tahu ya di mana Rudolf, Ebby dan Dave?"
"Enggak tahu Om," jawab Monica.
"Minggu lalu saya berkenalan dengan Hendrik saat dia ngopi bersama Dave dan Rudolf serta Ebby," Andre memang baru berkenalan dengan Hendrik saat itu.
"Maka saya bingung koq anda tidak tahu. Saya pikir anda masuk team."
"Menurut Dave, mereka ada proyek di sini dengan Hendrik makanya kami cari dia. Karena sekarang kok semua tak bisa dihubungi kecuali Ruddy dan Stella istrinya."
"Jadi Anda juga nggak tahu ya di mana Hendrik?"
"Belum Om saya belum tahu di mana Hendrik berada."
"Baiklah kabari aja, eh nggak nggak bukan dikabari kamu bilang aja ke Hendrik kalau saya mencari dia. Nomor telepon saya bisa dicari di ponselnya Rudolf. Bilang gitu aja."
"Hendrik bisa punya ponselnya Rudolf. Saya yakin dia bisa atau dia tanya ke Rudolf."
"Oh gitu ya. Om Baiklah Om,"
"Terima kasih nanti saya kasih tahu ke Hendrik."
"Ya terima kasih," kata Gunawan.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR ya.
