
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Cepat sembuh ya By," kata Sekar dia masih pakai kursi roda tapi sudah lebih baik.
"Terima kasih Oma. Oma juga cepat pulih tulangnya. Aku juga sudah mulai minum obat sinshe yang buat luka. Dalam dua hari biasanya langsung kering lho Oma," Ebby senang Oma datang membawakannya buah mangga matang.
Ebby langsung meminta pembantu untuk mengupasnya.dan menghidangkan untuk dirinya dan para tamu.
Saat itu Gunawan kebetulan belum berangkat kerja atau memang dia kerja dari rumah entahlah. Herman dan Gunawan bicara berdua di dekat Ebby.
"Bagaimana dengan bisnismu?" Gunawan.
"Semua berjalan baik. Dan aku lagi senang karena sepertinya Andre akan mulai serius di Indonesia." Jelas Herman.
"Kenapa?" Tanya Sekar sambil menyodorkan piring kecil berisi mangga kupas pada Gunawan dan Herman. Tadi Ebby dan Meylan sudah dia beri lebih dulu.
"Dia sudah menjual perusahaannya yang di Paris," sahut Herman senang. Ebby kaget mendengar itu. Dia ingat perusahaan itu sudah Andre rintis sejak dia kuliah di Australia dan dilanjut ketika Hengky berusia balita.
"Kemarin Andre juga sudah menjual apartemen dan semuanya yang di Paris jadi dia tidak akan bolak-balik Paris lagi. Sebelum ke Berlin dia menjual semua asetnya di Paris."
"Aku juga enggak tahu, mungkin dia mau buka di Berlin atau kota besar lain di mancanegara. Kemarin Meylan menyarankan dia nggak usah buka di luar negeri lagi dia fokus di Indonesia aja. Semoga dia mendengar."
"Mungkin dia sudah merasa nyaman di luar negeri karena sejak umur sembilan tahun kan dia tinggal di Singapore bukan di Indonesia."
"Dan perusahaannya yang di Paris dia buat sejak Hengky berusia tiga tahun."
'*Jadi dia tak akan lagi kembali ke Paris. Kalau aku kembali hidup di Paris, aku takkan pernah bertemu lagi karena pasti dia juga nggak akan kesana sebab perusahaannya sudah dia jual*,' pikir Ebby.
'*Wait! Aku hidup di Paris kan karena menghindar dari Hengky. Sekarang aku sudah tak butuh menghindarkan? Aku juga enggak perlu kembali ke sana kan*?' pikir Ebby lagi.
"Iya dan hari ini juga dia kayaknya lagi atur perjalanan buat ke Bunaken." Jelas Herman.
"Tadi sih dia bilang akan berangkat berdua dengan Patricia," kata Meglan ikut nimbrung.
"Kapan dia berangkat?" Tanya Sekar.
"Aku nggak tahu kapan dia berangkat tapi pasti dalam satu dua hari ini dia sudah akan berangkat dengan Patricia berdua," jawab Herman.
\*\*\*
"Kapan berangkat ke Bunaken?" Ebby langsung menghubungi Andre tiba-tiba ketika mendengar Andre akan berangkat berdua dengan Patricia.
"Kenapa? Kamu bukannya tidur siang. Kenapa nelpon?" Andre malah balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Ebby.
"Enggak boleh ya telepon?"
"Bukan enggak boleh, tapi sebaiknya kamu istirahat." Andre berupaya sabar menghadapi Ebby.
"Sudah jawab aja," baals Ebby sengit.
"Tiga hari lagi," jawab Andre.
"Aku ikut," pinta Ebby.
"Enggak bisa kamu masih sakit." Andre tentu tak ingin disalahkan Gunawan bila Ebby sudah langsung berangkat ke Bunaken dengan dirinya.
"Aku udah sembuh. Sebagai pemilik proyek aku harus ikut atau nggak usah berangkat sama sekali," ancam Ebby.
"Fine, kalau gitu aku pilih nggak berangkat." Jawab Andre tegas. Dia juga tak mau menerima ancaman.
"Koq gitu," Ebby langsung keqi Andre memilih option yang tak pernah dia perhitungkan sama sekali.
"Kamu bilang kan pilihannya kamu ikut atau enggak berangkat. Apa aku salah kalau pilih enggak berangkat?"
Andre memutus sambungan pembicaraan.
"Ih kenapa sih jadi malah dimatiin? Aku udah bisa berangkat kalau dua hari lagi!"
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.
