
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Om dengar papamu mengambil alih perusahaan Alberto dan membeli kebebasan Carol," kata Andre saat mereka menuju kantor Ebby. Barusan Ebby bilang ada yang membuatnya harus ke area kantornya karena ada yang ingin bertemu.
"Benar Om pasti rumors itu beredar luas sekarang." Ebby tak menyangkal rumors itu.
"Apa belum ketemu di mana keberadaan Carol?"
"Sejak hari pertama dia keluar dari gereja Dia nggak pernah luput dari pandangan mata elangnya papa kok." Ebby memastikan Carol tak bisa menghilang walau ganti identitas sekali pun.
"Sejak papa tahu siapa yang menggagalkan pernikahanku, sebelum di gereja sosok Carol Gustav itu sudah ada ditangan papa. Sampai dia ke lubang semut pun pasti papa tahu."
"Mengapa sampai sekarang dia masih bebas berkeliaran?" tanya Andre ingin tahu.
"Papa ingin membuat dia terhina sampai titik darah penghabisan. Papa akan membuat dia tidak berharga sama sekali. Buat apa ditangkap? Papa nggak akan mungkin nangkap dia kok. Papa hanya akan bikin dia terekspos dengan kehinaannya," jawab Ebby.
Andre mengerti niat Gunawan. Tak ada alasannya menangkap Carol. Atas kesalahan atau dakwaan apa yang akan diberikan? Enggak bisa diproses hukum kan? Jadi memang jalan yang Gunawan tempuh sangat bagus.
"Kamu kenapa sih minta diantarnya ke sini?" Andre penasaran karena saat brunch tadi Ebby bilang ingin kembali ke kantor saja. Eh pas jalan pulang Ebby minta ubah tujuan ke cafe dekat apartemen mereka.
"Aku ada janji makan siang dengan dua temanku untuk membicarakan bisnis," kata Ebby.
"Om mau makan siang bareng?" Tanya Ebby basa basi.
"Enggak lah nggak enak ganggu kamu ngobrol bisnis," lalu Andre mengantar Ebby ke tempat yang diminta oleh gadis itu. Saat baru turun di lobby Ebby sudah disambut oleh dua lelaki yang pernah Andre lihat sebelumnya dengan pelukan hangat disertai kecup di kedua pipinya.
'*Ternyata dua lelaki itu lagi yang kencan dengan Ebby*,' Andre melihat betapa akrabnya interaksi Ebby dan dua lelaki itu.
'*Dua lelaki itu pasti sudah lolos screening dari Gunawan. Karena kemarin aku lihat salah satu sudah ngobrol dengan Gunawan. Artinya mereka aman bukan orang yang ingin mencari keuntungan dari bergaul dengan Ebby*.'
'*Tapi bisnis apa mereka ya? Kenapa mereka sering bersama? Apa jangan-jangan bukan bisnis. Salah satu dari mereka adalah kekasih Ebby yang baru*.'
'*Tapi mau apa mau dikata, hubungan sama Hengky juga sudah tak mungkin kembali. Sudahlah*,' Andre pun lalu kembali ke apartemennya. Dia malah lupa niat awalnya untuk belanja kebutuhan pribadinya.
\*\*\*
"Kamu mau ke mana By," tanya kata Andre saat melihat Ebby sama-sama turun dari taksi di bandara.
"Mau ke Frankfurt Om," jawab Ebby sambil menerima koper dari sopir taksi.
"Ada urusan apa?" Dengan keponya Andre bertanya pada mantan menantu gagalnya tersebut.
"Ya pasti kerjaan lah Om. Mau honeymoon jodohnya masih ngumpet di bulan," jawab Ebby .
"Ha ha, Om serius. Kalau butuh teman buat honeymoon, Hengky masih setia menantimu koq," jawab Andre.
'*Andai aku bisa bilang kalau aku bersedia jadi partner honeymoonnya*,' batin Andre.
"He he, ada peragaan busana di sana Om," balas Ebby.
"Padahal Om harusnya ke Berlin empat hari lagi tapi kayaknya nggak bisa sih. Andai bisa tadinya Om mau minta kamu temani." Andre memang mau mengajak Ebby ke tempat sepupu Hengky yang Ebby kenal dekat dan hari Sabtu akan tunangan di Berlin.
"Om sendiri mau ke mana?" kata Ebby.
"Ada pekerjaan di London." Jawab Andre.
"Hello By," sapa seorang lelaki.
"Hai Dave. Siap berangkat?" Ebby memeluk dan mencium pipi lelaki yang dia panggil Dave.
"Om, kenalin sahabatku," Ebby memperkenalkan Dave pada Andre.
"Dave."
"Andre."
Lalu Andre dan Ebby berpisah di dua tempat menunggu.
\*\*\*
'*Kenapa aku jadi kesel gini ya*?' Andre bergumam dalam hati ketika dia sudah sampai di kursi pesawatnya.
'*Rasanya aku seperti ingin ngulek sambel! Eh eNggak, aku nggak pernah ngulek sambel*!'
'*Jadi aku pengen ngapain ya? Pengen nendang bola*!'
'*Enggak juga! Pengen ngapain sih? Rasanya bingung sendiri*!'
'*Pengen ngacak-ngacak rambut? Rugi entar nggak ganteng*.'
'*Pokoknya aku pengen marah, tapi aku enggak berhak marah kalau dia pacaran lagi. Orang sama Hengky juga udah putus kok*.'
Andre tambah kesal sendiri. Karena dia tak tahu apa alasan dia marah dan ingin berbuat apa untuk meredakan marahnya ini.
Semua rasa galau ini karena melihat Ebby dengan pacar barunya.
\*\*\*
Andre tak percaya melihat Ebby ada di pertunangan Claudia, saudara sepupunya.
"Hallo Ebby," sapa Andre yang sengaja menghampiri gadis itu.
"Hai Om," sapa Ebby.
"Kamu ada disini?" Andre cukup kaget melihat Ebby hadir di pertunangan keponakan jauhnya itu.
"Iya, Dave teman akrabnya Charles. Aku tidak tahu kalau tunangan Charles adalah Claudia."
"Besok pagi Om, penerbangan pertama. Karena siang saya sudah ada janji dengan orang lain," kata Ebby.
"Saya juga sama, tiket saya jam 07.00 pagi. Tepatnya 07.05," balas Andre. Dia tak mau dibilang atur waktu agar pulang bersama Ebby.
"Wah sama Om saya juga jam segitu. Saya sendirian karena Dave langsung kembali ke Frankfurt lagi. Dia masih ada pekerjaan dia ke sini hanya untuk menghormati pertunangan Charles saja."
\*\*\*
"Lho?" Andre yang datang terlambat kaget ternyata penumpang yang duduk disebelahnya adalah Ebby.
Andre memang bangun kesiangan karena semalam dia banyak minum bersama para kerabatnya. Tak sampai mabuk, tapi membuat dia sulit bangun pagi.
Ebby dan Andre nggak ada yang menyangka mereka bisa duduk bersebelahan. Karena mereka pesan tiket juga masing-masing nggak barengan.
"Mengapa temanmu nggak balik bersamamu?" Andre lupa kalau semalam Ebby sudah bilang dia akan kembali ke Paris sendirian karena Dave harus kembali menyelesaikan pekerjaannya di Frankfurt.
"Dia masih ada urusan di Frankfurt Om. Jadi dia kembali ke Frankfurt. Sedang saya harus kembali ke Paris karena jam 12.00 nanti saya harus bertemu dengan Rudolf temannya Dave dengan rekan lainnya."
"Kamu super sibuk ya," Andre memberi komentar pada jadwal Ebby yang sangat padat itu.
"Enggak juga sih Om cuma kebetulan aja hari ini ada kegiatan. Biasanya juga santai kok. Kalau orang sekarang bilang kaum rebahan." Ebby menampik dibilang sangat sibuk. Dia hanya memanfaatkan waktu sebaik mungkin saja.
"Dari bandara kamu langsung pulang dulu atau langsung kantor?" Tanya Andre. Dia berpikir mereka satu taksi saja. Toh mereka satu arah.
"Sepertinya langsung ke kantor Om biar aja bawa koper, enggak apa-apa karena kalau ke apartemen dulu baru balik ke kantor lagi, aku jadi bolak-balik buang waktu." jawab Ebby.
"Kalau begitu nanti kita bareng aja, ke kantormu dulu baru Om kembali ke apartemen. Lagi kamu juga aneh, hari Minggu ya kerja,"
"Nggak usah Om. Aku nunggu kepastian dari Rudolf. Dia bisa jemput enggak. Karena dia harus ngejemput tamu kami dari India yang minta bertemu hari ini sebelum dia kembali ke negaranya." Ebby tak mau merepotkan Andre.
\*\*\*
"Andre!" sapa seorang perempuan cantik dengan baju pas badan membuat siluet tubuhnya tercetak jelas.
Saat itu Ebby dan Andre sedang menunggu koper keluar dari bagasi.
Asyik mengobrol Andre lupa dia sedang menunggu kopernya. Padahal koper miliknya sudah dua kali putaran lewat.
Andre lalu mengambil kopernya dan mencari sosok Ebby, tapi Ebby sudah tak ada.
Nuning dulu temannya Maura -mommy Hengky- dan Andre tau sejak dulu Nuning menyukai dirinya.
"Wah gara-gara sama Nuning Aku sampai lupa sama Ebby. Apa dia marah ya? Dia nggak pamit sama aku. Dia pun tinggal tidak meninggalkan pesan apa pun," kata Andre kesal sambil masuk ke dalam taksi.
Andre langsung naik taksi dan menuju ke apartemennya.
'*Maaf ya Om tadi lupa sama kamu. Kamu kenapa nggak pamit*?' Andre mengirimi Ebby pesan tapi tak pernah di respon Ebby.
"Apa Ebby marah ya sampai sekarang dia hanya membaca pesanku tanpa mau merespon," Andre terus saja menduga-duga apa yang Ebby rasakan.
\*\*\*
Dua hari berlalu. Andre hendak makan siang. Nuning memaksanya lunch bareng. Tak mau janjian dimana pun, Andre janji bertemu langsung di rumah makan saja.
Siang itu Nuning sudah menunggu di teras rumah makan. Dia langsung menyambut Andre, mencium pipinya dan bergayut di lengannya saat memasuki rumah makan.
Andre melihat Ebby saat mencari meja kosong. Dia melihat Ebby langsung buang muka seakan tak mengenal dirinya. Disatu sisi Nuning bergayut manja di lengan Andre.
Andre resah, dengan jelas Andre melihat tawa Ebby seakan dia bahagia makan siang bersama kekasihnya. Andre juga melihat bagaimana kedekatan keduanya.
Kadang Ebby menyuapi kekasihnya. Kadang sang kekasih yang mengelap bibir Ebby dan banyak hal lain yang membuat Andre makin kesal.
"Maaf Ning. Kamu terlalu kelewatan. Mungkin buatmu yang lama hidup disini ini biasa. Tapi aku orang Timur. Aku tetap orang Indonesia. Lepaskan tanganmu dan hentikan usapanmu."
"Sejak ada Maura aku gak suka kamu. Bukan berarti Maura tak ada aku bisa mencari perempuan lain. Aku tak menyukaimu apa pun kondisinya," Andre menepis tangan Nuning yang sejak tadi sengaja merangsang Andre untuk merespon elusannya.
Nuning kapok? Tentu tidak! Bahkan dulu di depan Maura dia berani mencuri ciuman Andre didepan Maura yang sedang hamil.
Nuning tergila-gila pada Andre sejak mendengar Maura selalu menceritakan bagaimana pria idaman di sebelah rumahnya.
Nuning rajin menyambangi rumah Andre saat Maura sedang pergi les. Niatnya agar dia bisa bertemu Andre. Tapi Andre malah tak pernah ada di rumah sebelum lewat maghrib. Sejak dulu kegiatan Andre memang selalu padat.
Sejak Hengky berusia dua tahun orang tua Nuning pindah ke London. Jadi Andre terbebas dari Nuning. Sekarang dia sedang berlibur di Paris. Dan saat mendarat kemarin dia melihat Andre, sosok pria yang sangat dia damba sejak dulu.
Nuning malah berencana memperpanjang liburannya karena ada Andre di Paris. Dia ingin Andre menemani mengunjungi destinasi wisata yang ingin dia datangi.
Tapi sejak kemarin dia sulit mendapat respon Andre. Baru siang ini Nuning berhasil membujuk Andre menemaninya makan siang.
\*\*\*
"Daddy enggak salah?" Teguran Hengky membuyarkan lamunan Andre kemasa pertama dia merasakan degup cinta pada Ebby.
"Ha ha ha, sekarang emang dia begitu. Maka aku berani minta satu loyang full buat di rumah," Ebby menjelaskan kebiasaan Andre makan kue manis satu minggu ini sejak Ebby hamil.
"Pantas aja," goda Meylan.
Hengky melihat Andre mengambil potongan black forest kedua dalam big slice. Padahal sebelumnya small slice aja Andre enggak akan bisa habiskan.
Ebby membersihkan sudut bibir suaminya dengan ujung jari lalu dia kecup sekilas didepan kedua mertua dan anak serta menantunya.
Meylan melihat sinar mata penuh cinta dimata anaknya. Dia bersyukur Andre dan Aheng sudah memiliki tambatan hati masing-masing.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR