ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
TUGAS KE PARIS



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Pagi ini aku mau ke rumahmu."



"Ngapain?"



"Antar semua paket hantarannya Hengky."



"Ya udah aku jemput. Kamu tunggu aja di rumah. Satu jam lagi aku sampai rumahmu."



"Sekalian sarapan di rumah ya?" Pinta Ebby. Dia melihat Andre sudah fresh dengan rambut basah, hanya dengan boxer dan telanjang dad4. Ebby tentu sangat terpesona dengan penampilan tubuh kekasihnya yang masih sibuk mengeringkan rambut dengan handuk kecil. 



"Ya," jawab Andre. Andre sendiri melihat Ebby masih berbaring malas di kasurnya dengan wajah baru bangun tidur.


\*\*\*



"Ma, piringnya tambah satu," pinta Ebby pada Sekar, dia sudah selesai mandi dan siap dengan pakaian kerjanya.



"Kenapa?"



"Ko Andre mau ambil hantarannya Hengky, aku minta sekalian sarapan disini aja."



"Oh ya,"  jawab Sekar,  dia memerintah pegawainya untuk menambah satu piring guna sarapan mereka pagi ini.



"Loh kenapa tambah piring?" tanya Gunawan yang baru datang ke meja makan.



"Andre mau datang katanya mau ambil hantaran pernikahan atau lamarannya Hengky."



"Kamu datang di lamaran Hengky besok?" Tanya Gunawan.



"Iya Pa, aku akan datang mendampingi ko Andre."



"Baguslah. Mama malah marah bila kamu tak mulai memperkenalkan diri tentang statusmu. Biar orang mau bicara apa, kita akan hadapi bersama,"  Sekar memberi support bagi putri tunggalnya.



"Aku akan memperlihatkan diri sebagai calonnya Ko Andre Ma." 



"Semoga sukses lamarannya Hengky." Doa tulus Sekar buat calon menantunya yang gagal itu. Sekar sangat suka pada sosok Hengky.



"Pagi Ko, Ce," sapa Andre pada Sekar dan Gunawan.



"Ayo kita tunggu kamu buat sarapan loh," ajak Gunawan.



"Jadi merepotkan, kenapa ditunggu?"



"Karena Ebby bilang kamu mau ikut sarapan jadi kita tunggu kamu."



"Maaf kalau saya bikin terlambat sarapannya." Sesal Andre.



"Enggak, nggak terlambat. Sehabis makan aku mau bicara sama kamu dulu nDre." Gunawan memberitahu Andre.



"Oke siap," jawaban Andre cepat. Mereka pun sarapan bersama. 


\*\*\*



"Jaringan tambah hancur tapi ada titik baru. Kayaknya ada satu yang mencurigakan. Orang itu sedang dekat dengan Dave. Kayaknya dia ngarah ke Dave buat cari jalur kita."



"Kalau menurut aku Ko, Hendrik udah tahu Koko kok. Jadi enggak perlu buat cari jalur lagi." Andre berpendapat soal titik baru yang mendekati Dave.



"Kenapa ada orang mendekati Dave? Aku minta kamu bisa berangkat ke Paris buat dekati Dave deh."



"Enggak bisa Ko, dua hari lagi aku berangkat ke Australia untuk acara reuni dan kemungkinan aku di sana satu minggu karena berurusan dengan proyek baruku di Aussie."



"Oh iya Ebby udah minta izin buat itu."




"Gimana kalau dari Australia kalian ke Paris aja langsung?" Tawar Gunawan.



"Ebby ikut?"



"Ya bawalah. Mana mau dia kamu tinggal. Ke Aistralian satu minggu aja dia ngamuk. Terlebih kalau kamu ke Paris bisa sampai satu bulan. Kayak apa dia?"



"Dan yang pasti di Paris Ebby kan cemburu sama Claire. Dia sosok pertama yang bikin Ebby cemburu," jelas Andre.



"Jadi kalian sudah mulai waktu di Paris?"



"Aku sih belum Ko, tapi begitu tahu Ebby cemburu aku baru tahu bahwa dia mencintaiku berawal dari sana. Ebby juga marah pada semua teman Claudia sepupuku yang hobby menjodohkan aku."



"Kamu langsung bicara aja sama Dave soal dua sosok yang gencar mendekati Dave saat ini. Aku curiga Dave akan dijebak dengan perempuan."



"Bagaimana dengan Ebby? Dia akan tahu aku bicara dengan Dave."



"Nanti aku yang bilang pada Ebby masalah bisnismu dengan Dave. Tapi aku tak akan menceritakan detail urusan kita dengan Dave tentunya," jawab Gunawan.



Mereka pun keluar dari ruang kerjanya Gunawan.



"Apa sih urusan kalian berdua Pa?"  kata Ebby penasaran.



"Enggak apa-apa. Hanya urusan laki-laki. Kenapa sih kamu selalu ingin tahu kalau Papa bicara dengan Andre?" Gunawan memancing Ebby.



"Sejak di Berlin kalian itu mencurigakan," kata Ebby.



"Nggak apa apa, Papa cuma minta dari Australia Andre langsung ke Paris. Dan kamu langsung kembali ke Indonesia."



"Kalau ko Andre pergi ke Paris aku juga ikut." Ebby tak mengizinkan Andre ke Paris. Dia ingat disana ada Claire yang jelas menatap Andre dengan penuh damba.



"Tapi aku akan lama di sana," tolak Andre.



"Sama seperti ke Aussie, ko Andre boleh ke Paris kalau aku ikut," kata Ebby dengan possessive nya.



"Aku satu atau dua minggu di Paris.



"Ya udah aku ikut." Ebby keukeuh tak mau ditinggal.



"Kamu punya proyek loh di sini. Masa ditinggal?" Sekar mengingatkan pekerjaan Ebby.



"Aku bisa handle seperti biasa Ma, enggak usah khawatir." 



Andre hanya tersenyum menanggapi kelakuan Ebby yang tidak bisa ditinggal.



"Kamu ngikutin kemana Andre pergi, Mama nggak mau lho ya tiba-tiba kamu pulang udah hamil!"  Sekar menggoda Ebby.



"Ya enggaklah," jawab Ebby.



"Lagian aku bisa kok minta pakai kontrasepsi," jawab Ebby santai.



"Ih ngawur kamu!" kata Sekar.



"Lagi sih Mama aneh,"  jawab Ebby.



"Ya pokoknya jangan sampailah hamil duluan. Karena itu merusak citra kita semua."



"Iya Ko," jawab Andre.



'*Tapi kalau nggak hamil boleh kan*?' Begitu kalimat Andre selanjutnya dalam hati.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE