
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Andre terbangun setelah cukup lama dia tertidur. Dilihatnya wajah damai Ebby dalam pelukannya.
Andre baru sadar sejak tadi dia tidur memeluk Ebby dengan erat. Dan Ebby tak merasakan sakit, artinya dia tak menyenggol luka bekas operasi Ebby.
Andre bergegas ke kamar mandi membawa baju gantinya dia langsung mandi karena ada yang muncrat di bawah saat dia tidur tadi.
Rupanya adik kecilnya Andre nggak tahan sehingga dia mimpi basah.
Sampai Andre selesai mandi Ebby masih belum bangun juga.
Andre keluar ke cafe membeli kopi dan snack buat teman ngopi sore ini.
Tak lupa dia juga membelikan kopi untuk Stella dan Ruddy.
"Dari mana?" tanya Stella saat Andre masuk ke kamar Ebby.
Dikamar itu ternyata sudah ada Stella dan Ruddy.
"Aku membeli kopi dan snack. Aku mau anterin ke kamar kalian, eh malah kalian sudah di sini," kata Andre sambil memberikan kopi untuk Ruddy dan Stella.
"Kau memang teman setiaku," Stella memberi pujian pada Andre.
"Terima kasih ya Ndre," kata Stella dengan senang hati.
"Aku nggak dibeliin," protes Ebby dengan mulut manyun.
"Kamu kan sakit jadi enggak aku belikan," jawab Andre membela diri.
"Yang sakit itu cuma pinggang bagian luarku. Bukan lambung ku," Ebby tentu tak terima dia dibilang sakit.
"Maaf, nanti kalau malam keluar aku belikan. Sekarang minum aja separuh kopiku," Andre menyodorkan cangkir kopinya pada Ebby.
Ebby langsung menyambutnya dan meminum sedikit. Sudah beberapa hari dia puasa ngopi. Rasanya berat untuknya.
Mereka pun ngobrol ngalor ngidul.
"Kasihan Dave ditinggal sendiri, kita ngobrol ke sana yuk," ajak Andre.
"Sepanjang hari Dave tidur. Sepertinya obatnya memang dikondisikan seperti itu."
"Dokter sengaja membuatnya istirahat total," jelas Stella.
Mereka mendengar ada yang mengetuk pintu. Stella membukakan pintu.
"Benar di sini kamarnya Febbrianti?" Tanya seorang perempuan cantik dengan wajah oriental.
"Benar Bu," kata Stella dengan bahasa Inggris. Sama dengan bahasa yang digunakan oleh tamu tersebut.
"Saya mamanya," sahut perempuan tersebut.
"Silakan Bu, silakan," Stella mempersilakan Sekar dan Gunawan untuk masuk.
"Ebby," Sekar langsung menghampiri Ebby, memeluk dan menciumi buah hatinya itu.
"Hallo Ma," sapa Ebby sambil meringis karena sang mama menyentuh pinggangnya.
"Apa yang terjadi" tanya Sekar.
"Nggak apa apa kok Ma. Memang lagi disuruh istirahat aja," Ebby berupaya menenangkan mamanya.
"Eh ini Mama bawakan kalian makan loh," Gunawan memberikan makan pada Stella. Gunawan tahu Ebby tak ingin cerita karena ada teman-temannya.
"Kamu ambil aja dua box Stell, kalau tak ingin makan bersama kami," Ebby menyarankan Stella mengambil makanan yang Sekar bawa.
"Enggak lah kita makan di sini aja bersama," tolak Stella.
"Mama tinggal di hotel mana?" Ebby bertanya pada sang mama yang masih saja memeluk dan kadang menciuminya.
"Di depan ada homestay buat penunggu orang sakit loh. Mama dapat info dari driver taksi. Jadi kami ambil kamar disana," kata Sekar.
"Oh kalau gitu kita pindah situ aja yuk," kata Ruddy.
"Biar kita jadi nggak buang waktu untuk ke hotel kita yang teramat jauh itu." Ruddy memang yang bertugas bolak balik ke hotel mengambil baju mereka.
"Bagaimana dengan kamar Rudolf dan Dave?" tanya Stella.
"Kalian bisa minta kuncinya di Dave. Sayang bayar kamar tanpa ditempati. Kita ambil aja barangnya kita bawa ke situ semua. Sekalian kamarku juga," kata Ebby.
"Oke nanti kamarmu biar aku yang beresin," kata Stella.
"Kalau di depan kita ngirit waktu. Bukan soal itu aja juga ongkos taksi pulang pergi ke hotel." Jelas Ruddy.
"Nanti habis makan malam lah aku dan Stella membereskan kamar kita. Kita check out," kata Ruddy.
"Kamu nggak satu hotel Ndre?" Tanya Sekar.
"Enggak Ce, aku juga datangnya bukan bersama mereka, bukan timnya mereka, aku ada urusan sendiri jadi aku juga hotelnya nggak sama dengan hotel mereka," kata Andre.
"Aku kira kalian satu hotel," Sekar memperjelas berapa kamar yang disewa teamnya Ebby.
"Enggak aku datang kan duluan dan enggak janjian dengan mereka. Pas di cafe aku bertemu temanku ketika di kampus yang ternyata teman satu team dengan Ebby."
"Saat kejadian aku habis makan malam dengan Stella dan Ruddy suaminya ini," jelas Andre.
"Kamu juga bisa pindahkan barangmu ke homestay depan daripada kamu bolak-balik jauh ke hotelmu. Apa kamu mau langsung pulang ke Indonesia?" tanya Gunawan
Andre melihat Ebby sepertinya keberatan kalau dia langsung ditinggal.
"Aku nunggu kepastian dari polisi aja karena keteranganku masih diperlukan oleh Polisi," kata Andre mencari aAlibi.
"Oh iya ya, kamu harus memberi keterangan pada polisi," jawab Sekar.
"Iya aku takutnya dikira tak bisa kerjasama dengan baik." Ujar Andre.
Lalu akhirnya mereka makan malam bersama.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.
