ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
JANGAN MENGHINDAR



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Tidak terasa sekarang adalah waktu mereka terbang ke Paris. Satu minggu full Ebby mengenal Andre luar dalam. Dia makin tahu Andre sebenarnya sosok humoris tapi dia tahan, tak diperlihatkan di depan umum. 



Andre orang yang teguh pada pendirian, romantis dan sangat realistis dalam bertindak. Andre cemburuan dan pendendam.


\*\*\*



"Apa khabar Rud?" Tanya Andre saat mereka bertemu di bandara ketika Rudi menjemput istrinya. Ebby dan Andre ikut mobil Rudi karena mereka satu tujuan yaitu ke apartemen Ebby.



"Hallo nDre. Aku sehat pastinya. Hanya kemarin tak bisa menemani Stella ke Aussie. Aku lupa ada dirimu. Kalau tahu aku titip Stella. Aku sangat khawatir. Tapi sejak dia bilang ada dirimu dan Ebby aku jadi tenang." Rudi bicara panjang lebar sambil mendorong koper istrinya.



"Tak ada yang perlu dikhawatirkan, Stella aman," jawab Andre sambil memeluk suami Stella itu.


\*\*\*



Andre mengamati apartemen Ebby yang satu bulan sekali di bersihkan oleh seorang yang di bayar dengan pengawasan keamanan apartemen.



Apartemen bernuansa coklat dan cream. Tidak girly atau warna lain.



"Mau mandi dulu atau langsung tidur? Baju kotor selama satu minggunya pisahkan aja biar aku minta diambil petugas laundry," pinta Ebby.



"Aku sangat lelah, baju kotor bisa besok aja enggak?" Tanya Andre.



"Buka saja kopermu. Aku yang rapikan semua baju kotor dan baju bersihmu," pinta Ebby layaknya seorang istri.



Andre membuka gembok koper nya lalu dia langsung  menjatuhkan dirinya di kasur.



"*Honey*, mandi dulu lah biar seger. Ini kaos dan boxernya," Ebby menyerahkan kaos ganti untuk Andre selain kimono handuk couple untuk Andre.



"Aku enggak butuh kaos dan boxer. Cukup kimono aja kan?" Ebby mengerti arti kalimat Andre ini.



"Ya terserah, tapi mandi dulu baru tidur," Ebby berlari ke depan karena bell berbunyi.




Baru saja Ebby akan menutup pintu, datang petugas laundry.



"Wait a minutes," pinta Ebby. Dia masuk kamar dan mengambil kantong berisi baju kotor miliknya dan milik Andre.



Ebby pun langsung menyiapkan makan malam. Dia sengaja tak mau ada di kamar saat Andre keluar dari kamar mandi.



"Enggak perlu menghindar gitu," bisik Andre sambil memeluk Ebby dari punggungnya.



"Aku enggak menghindar. Koko tahu barusan ada yang antar makanan dan bahan sarapan yang aku beli. Juga ada petugas laundry," balas Ebby sambil mencium pipi Andre yang fresh sehabis bercukur.



"Aku suka harum shaving foam-mu," Ebby balik badan dan menciumi wajah Andre.



"Aku tadi pesan kopi dan roti serta sereal buat sarapan. Kamu tahu setiap akan pulang, semua bahan yang ada di dapur dan kulkas aku berikan pada orang lain agar berguna."



"Sebentar lagi buah yang aku pesan juga diantar. Aku tak boleh terlambat buah. Kalau terlambat aku akan sulit ke belakang. Jadi aku selalu membuat salad atau juice." 



Baru saja Ebby selesai bicara, bell apartemen kembali berbunyi. Ebby melepas pelukan Andre dan mengambil uang tip untuk pengantar buah yang dia pesan.



"Hai Rud, Stell," ternyata bukan pengantar buah yang datang melainkan Rudi dan Stella.



"Aku ganti baju dulu yaa, aku baru selesai mandi," Andre memberitahu dua rekan Ebby itu.



"Aku mandi dulu, dari tadi aku ngurusin belanjaan dan laundry," Ebby juga pamit.



"Stella, kamu bisa buat kopi seperti biasa." Ujar Ebby sebelum masuk kamar.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA



Bagi semua readers setia yang merayakannya, yanktie mengucapkan mohon maaf lahir bat