Cyrus Online

Cyrus Online
Chapter 97: Perjalanan Baru Menanti



[Pemberitahuan sistem]


[Anda telah menyelesaikan misi]


[Anda mendapatkan Fame dan Books Skill]


[Books Skill telah di dapatkan]


[Flying Sword]


[Syarat: Job tipe Warrior level 20 ++]


"Hmmm Books Skillnya lumayan mungkin bisa ku jual nantinya" Archie berkomentar setelah menerima reward misi dari Rutland.


Saat ini Archie berada di tempat penelitiannya Rutland setelah dia menyelesaikan misi yang diberikan oleh Rutland.


Misi itu merupakan misi pencarian sebuah benda yang dinamakan Arcana. Dan yang dicari oleh Archie adalah Dark Arcana yang memiliki tingkat kekuatan sama dengan Arcana namun memiliki kekuatan gelap dan jahat.


Itulah alasan sebenarnya Archie pergi melakukan perjalanan jauh ke negeri Elf, Nilfelin.


Berdasarkan penelitian Rutland, terdapat sebuah Arcana yang di yakini merupakan Dark Arcana tersimpan di dalam hutan Razolore. Hutan Razolore sendiri berada di wilayah negeri Elf, Kerajaan Narannas.


Tentu saja perjalanan Archie tak semudah dan semulus yang ia perkirakan, ia yang ditemani oleh Viola dan seorang pemain yang memilih ras Elf bernama Venus, harus melewati beberapa kejadian terlebih dahulu.


Mulai dari di tuduh sebagai penjahat yang ingin menghancurkan kerajaan, sedikit bersitegang dengan Elf Nightborne, dan bertarung melawan pemberontak.


Hingga pada akhirnya mereka semua berhasil mendapatkan benda yang mereka cari. Sebuah bunga mawar dengan warna emas terang dan sangat indah.


Saat ini Rutland tengah meneliti bunga mawar emas itu dengan sangat serius. Dia terlihat seperti seorang profesor gila yang tengah melakukan sebuah eksperimen gila.


Sedangkan Archie sangat setia menunggu hasil dari penelitian itu, ia menghabiskan waktunya dengan bermain bersama Jinx yang merupakan seekor rubah yang dulu pernah ia temui.


Jinx berguling-guling dan kadang juga ia mengeluskan kepalanya di antara kaki Archie, sehingga Archie pun jadi memperhatikan dia.


Melihat tingkah mereka berdua, membuat Alicia merasa iri. Dia pun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak berkomentar.


"Kedekatan kalian itu membuatku iri"


Archie dan Jinx tiba-tiba menoleh ke Alicia, lalu Archie tertawa mendengar curhatan Alicia itu. Seakan mengerti dengan apa yang di alami Alicia, si Jinx pun juga ikut memandanginya dengan tatapan penuh perhatian.


Alicia hanya bisa menggembungkan pipinya lalu ia menatap ke arah lain sambil menaikkan kedua lengannya ke dada. Alicia merasa begitu kesal dengan mereka berdua.


"Aih guruku yang cantik ini merajuk kah?"


"Tidak aku tidak merasa begitu" jawab Alicia dengan ketus, namun sesekali pandangannya ke arah Archie.


Archie hanya tertawa saja melihat tingkah laku gurunya itu, ia pun berjalan ke tempat Rutland dan menanyakan progres penelitiannya.


Dengan gaya seorang profesor yang ingin menjelaskan hasil penelitiannya ke khalayak umum, Rutland pun memulai penjelasannya.


"Memang benar ini adalah Arcana, tetapi ini bukanlah Dark Arcana"


"Ini adalah Arcana biasa yang sering di buat untuk bahan pembuatan senjata. Tapi jangan berkecil hati, ini pun adalah sebuah penemuan hebat"


Archie sedikit jadi mengerti tentang Arcana lebih jauh, dia merasa lega namun ia tetap merasa was-was karena ia belum menemukan Dark Arcana yang diminta oleh Yan Liu.


Rutland menangkap wajah khawatir Archie, ia berdiri dari meja kerjanya dan pergi menuju lemari yang dibiarkan terjungkal itu.


Rutland mencari sesuatu di antara tumpukan buku-buku itu, ia seperti ayam yang sedang mengais-ngais tanah untuk mendapatkan cacing.


"Ah ini dia!" Rutland mengambil sebuah kertas panjang dari tumpukan buku-buku.


Dia kembali ke tempat kerjanya dan membuka kertas panjang itu, lalu terbentang lah sebuah peta yang berisikan sebuah informasi-informasi penting.


"Darimana kau mendapatkan semua informasi ini Rutland?" Alicia langsung penasaran dengan semua informasi yang terlihat di peta itu.


Archie juga sama terkejutnya, bagi seorang pemain memiliki sebuah informasi adalah hal terpenting. Bahkan informasi adalah harta berharga bagi seorang pemain, informasi pun bisa dijual oleh ke pemain lain dengan harga yang tinggi.


Karena Cyrus Online mengharuskan pemainnya untuk berpetualang sendiri makanya membuat informasi begitu dibutuhkan oleh pemain.


Bahkan ada situs yang menjual beberapa informasi kepada pemain, mulai informasi tempat leveling, harta rahasia, hingga mendapatkan job rahasia. Namun harga yang harus di keluarkan pun tidak sedikit.


Dan sekarang, di depan mata Archie terlihat sebuah informasi yang sangat berharga bahkan bisa membuat dirinya kaya dengan hanya menjual semua informasi itu.


Archie berusaha mengendalikan dirinya dari euforia itu, ia mengeluarkan nafasnya dengan cepat lalu ia buang kembali dengan cepat pula.


"Aku bisa menangkap kekhawatiran mu, makanya akan kuberikan peta ini kepadamu Archie"


Tangan Archie bergetar hebat menerima peta yang penuh berisi informasi itu, ia seakan ingin melompat tinggi sekarang ini namun ia tahan perasaan itu.


"Kau yakin ingin memberikan ini kepadaku? Bukankah informasi ini terlalu berharga untuk di bagikan begitu saja?" Archie masih merasa bingung dengan sikap Rutland yang tiba-tiba memberikan dia peta itu.


Rutland mengeluarkan seringainya, ia cekikikan sejenak sebelum berbicara lagi.


"Tentu saja itu tidak gratis! Kau harus ke tempat yang sudah ku tandai itu dan cari Arcana nya bagaimana pun caranya!"


Alicia langsung menatap marah ke Rutland, dia begitu marah karena merasa Rutland hanya memanfaatkan Archie untuk kepentingannya sendiri.


Archie menghentikan kekhawatiran Alicia, ia hanya tersenyum dan menampilkan wajah seriusnya.


"Tapi kau akan pergi dan mendapati bahaya lagi Archie! Apa kau yakin dengan hal itu?" Alicia masih merasa khawatir dengan Archie.


"Guru tenang saja aku akan baik-baik saja, dan lagipula aku senang berjalan ke satu tempat ke tempat lainnya jadi aku akan terima itu dengan senang hati"


Walaupun demikian, masih ada kekhawatiran jauh di dalam lubuk hati Alicia. Ia tidak tahu mengapa ia merasakan hal seperti itu, namun itulah perasaan jujurnya.


"Okelah sebutkan saja kemana aku harus pergi sekarang ini?" Ucap Archie dengan semangat yang membara.


"Red Dragon Empire? Kau jangan bercanda Rutland! Kau mau membahayakan muridku? Kau tahu kan situasi kacau yang semakin melanda Red Dragon Empire dan White Dragon Empire?" Alicia langsung protes ketika mengetahui daerah yang akan Archie jelajahi.


Rutland menggaruk kepalanya yang gatal akibat merasa di tekan oleh Alicia, beruntung dia di tolong oleh Archie yang merasa sangat ingin pergi ke sana.


"Arghhh terserah kalian saja sudah!"


Alicia kembali cemberut dan membelakangi mereka berdua yang memandangnya dengan tatapan heran.


"Sebenarnya hubungan apa yang kalian miliki? Aku tidak ingat dia punya sifat seperti itu"


"Entahlah paman, aku juga bingung kalau kau tanya begitu"


"Haufff" seakan mengerti percakapan Archie dan Rutland, Jinx pun ikut menanggapi hal itu.


Sebelum kembali melanjutkan petualangannya, Archie terlebih dahulu singgah ke bengkel pandai besi.


Dia menyewa ruangan forging itu selama satu jam dengan biaya sewa sebesar 200 silver. Tempat yang ia sewa merupakan bengkel kelas First-Class saja, yang hanya memberikan tingkat keberhasilan sebesar 15%.


"Ternyata biaya sewa bengkel ini juga mahal!"


Setelah sedikit berkomentar Archie pun membuka inventorinya dan mengambil secarik kertas yang isinya merupakan sebuah resep pembuatan armor.


Archie mengikuti semua yang ada di secarik kertas itu, beberapa menit kemudian terciptalah sebuah armor yang terlihat sangar dengan warna merah menyala.


[Red Crazy Monkey Armor]


Defense: 120


Durability : 100


Tingkat: Silver-1


Level: 20


"Berhasil aku berhasil!"


Archie langsung heboh ketika melihat hasil kreasi dia sendiri. Dia tidak terlarut dalam euforia, dia dikejutkan dengan notifikasi pemberitahuan yang muncul di layarnya.


[Sistem]


[Anda berhasil membuat karya pertama Anda! Anda berhak mendapatkan titel]


[Beginner Forgers]


[Menambahkan 3% keberhasilan menempa dan menambahkan 2% kelihaian tangan]


Setelah melihat efek dari titel yang baru ia dapatkan, Archie kembali melanjutkan kegiatannya.


Setelah hampir satu jam dia di dalam ruangan itu, akhirnya ia pun menyudahi kegiatannya itu. Archie langsung menyadari pentingnya tingkat keberhasilan dalam pembuatan equipment.


Selama hampir satu jam itu, ia hanya dapat 10 armor dari puluhan percobaan. 80 persen dari percobaannya gagal dan hancur lebur.


Archie pun kini bersandar di dinding sambil mengeluarkan nafas yang berat, kepalanya terasa berat dan raganya seakan tak berada di sana.


Di saat pikirannya mulai mengambang di lautan ketidakpastian, ia dikejutkan dengan suara ketukan pintu. Archie sedikit menaikkan alisnya karena merasa waktunya masih tersisa beberapa menit lagi, namun ternyata seorang perempuan cantik yang tadi mengetuk pintunya.


"Hei apa aku mengganggumu?" Tanya si perempuan itu.


"Ah tentu saja tidak Audrey, aku baru saja selesai"


Archie mempersilahkan Audrey untuk masuk ke ruangannya, dan Audrey pun bergegas duduk di dekat Archie.


Selama beberapa menit tidak ada satu kata pun keluar dari mulut Archie atau Audrey, mereka semua diam dalam keheningan dan membiarkan jam dinding menertawakan mereka berdua.


Akhirnya Archie memulai percakapan. Ia mengambil sebuah benda yang terbungkus kain dari dalam inventorinya.


Audrey sedikit bingung dengan benda itu, dan juga sikap Archie yang terkesan berhati-hati dengan dirinya membuatnya semakin bingung.


"Maafkan aku" ucap Archie sambil menunduk ke arah Audrey.


Audrey yang begitu penasaran pun akhirnya membuka bungkusan kain itu. Terlihatlah sebuah pedang yang indah namun sekarang sudah patah menjadi 2 bagian.


Audrey langsung tahu tentang pedang itu, ia sedikit merasa sedih karena pedang tempaan terbaiknya bisa hancur separah itu. Tetapi ia langsung mengesampingkan perasaannya itu karena melihat ketulusan Archie dalam menjaga pedang beriannya itu.


"Hmmm sudahlah Archie yang namanya sebuah pedang biar sekuat apapun pasti akan patah suatu hari nanti" Ucap Audrey dengan senyuman tulusnya.


Archie bisa merasakan lega di dalam jiwanya setelah mendengar perkataan Audrey itu, beban di pikirannya kini sedikit lebih ringan.


"Baiklah jika kau bilang begitu maka aku bisa merasa lega Audrey"


"Hihi santai saja, hei apa kau ingin pergi jauh lagi Archie?"


Archie hanya tersenyum penuh arti dan memandangi langit-langit. Seakan-akan gesturnya itu menandakan bahwa ia ingin seperti burung yang bisa melihat dunia dengan bebas.


Audrey pun bisa mengerti apa yang dimaksudkan oleh Archie walaupun dia tak berbicara satu kalimat pun. Ia juga mengikuti Archie memandangi langit-langit, namun Audrey menghembuskan nafas yang cukup berat seperti ada beban yang melanda dirinya.


"Huuh apa boleh buat aku tidak bisa menghentikan keinginan kau itu"


Seketika Audrey berdiri dan pergi berjalan ke arah pintu keluar, namun sesaat kemudian ia berhenti sejenak dan kembali menoleh ke arah Archie.


"Cepatlah pergi dan cepatlah kau kembali, di saat kau kembali nanti akan ku buatkan kau mahakarya ku yang lainnya!"


Lalu Audrey pun meninggalkan Archie sendirian di tempat itu. Archie hanya bisa tertawa cekikikan karena itu, matanya kembali menerawang jauh ke tempat yang belum pernah ia datangi.


"Perjalanan lagi kah? Baiklah ayo kita lakukan"